Cerita Menggunakan BPJS Kesehatan Untuk Melahirkan

” Sayang bisa panggil bidannya sekarang aja gak? Kayaknya mau ngelahirin banget ini” sambil pasang muka *awas aja kalo lu lelet nanti gue cakar* sementara suami cuma bisa menurut, ya kali dia berani nantangin harimau mau beranak.

Jarum jam menunjukkan pukul 7 malam lewat sedikit, ketika bidan dari ruang sebelah datang dan berkata ” Aduuuh ibu kan baru setengah jam dari bukaan 4, sabar aja yaa sebentar lagi. Sekarang saya cek dalam lagi ya “

Gue pasang ekspresi *ini gue pengen ngeden sekarang*

Sementara sang bidan melakukan…yah entah apa dibawah sana.

” Astagfirullah, udah lengkap ini bukaannya. Jangan ngeden sekarang ya bu, sebentar saya siapin dulu peralatannya “.

Itu sekelumit keadaan yang terjadi di tanggal 4 April 2016, jangan tanya mulesnya waktu itu kayak gimana deh *sapa juga yang mau nanya* Alhamdulillah pukul 8:02 malam lahir puteri kedua kami (gue dan suami, bukan sama George Clooney karena poliandri itu selain dosa juga dilarang pemerintah).

Setelah lelah bertaruh nyawa demi melahirkan buah cinta dengan sehat dan selamat,  yang lebih melegakan kami tidak perlu ngeluarin duit satu rupiah pun untuk segala pelayanan kesehatan yang kami terima. Gratis. Dan bukan karena gue cantik mempesona dan soleha luar biasa, melainkan karena gue pake kartu BPJS Kesehatan.

img_20151213_1708301

Penampakan di minggu ke-36, sengaja pasang fotonya yang jauh dan tampak depan biar dipuji hamilnya tetep langsing dan cantik. Padahal mah aslinya kayak kebo. LOL

Gimana hati ibu pelit ini gak bahagia coba? Cuma bisa bilang Alhamdulillah *kemudian dana yang disiapin buat biaya melahirkan di tabung dicelengan ayam*

Banyak temen dan tetangga gue yang ragu untuk menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan untuk melahirkan, konon kata mereka pelayanannya ribet dan jauh dari ramah. Gue sendiri sempat ragu sebelum akhirnya memutuskan pake kartu BPJS Kesehatan ini. Padahal terhitung hampir 7 tahun kami sekeluarga terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan (dulunya ASKES).

Mamah kan mampu kok pake BPJS? BPJS Kesehatan kan buat orang miskin mah *sambil melotot ala Lely Sagita*

Huuusshhh!! Gini-gini mamah kan tagihannya banyak *ehh*

Enggak laah *kemudian keselek tagihan listrik*, sebenernya ketika umur kehamilan masuk minggu ke-36 si bayi dalam perut posisinya melintang dan terbelit ari-ari sehingga dikhawatirkan akan sulit lahir secara spontan pervaginam atau lahiran normal. Sementara asuransi kantor enggak mengcover biaya melahirkan untuk karyawati sama sekali *tatap nanar pak dirjen*

Biaya melahirkan melalui mekanisme operasi sectio caesaria atau sesar sendiri biaya aduhai sekali di Ibukota nan kejam ini. Biaya melahirkan melalui operasi sesar di Rumah sakit-rumah sakit sekitar Cibubur aja berkisar di angka 8 – 20 juta untuk kelas III (iyaa gak salah baca, itu kelas III bukan VIP).

Itu duit semua mamiiih, gak bisa dicampur daun pisang apalagi daun pintu *banting celengan ayam* apalagi kami baru aja bayar uang pangkal dan segela tetek bengek biaya masuk SD anak pertama yang angkanya juga aduhai. Bukannya mau ngerampas hak orang miskin atau gimana ya, tapi kan gue juga anggota *pasang senyum soleha*

Jadilah gue dan suami memutuskan, pake BPJS lah kita sayang. Persyaratan menggunakan BPJS Kesehatan untuk melahirkan sebenernya gak terlalu banyak tapi gak bisa dibilang mudah juga buat gue :

  1. Ibu hamil minimal memeriksakan diri di faskes (fasilitas kesehatan) tingkat I sebanyak 4 kali selama masa kehamilan (PR banget buat gue yang faskes tingkat I nya di Puskesmas deket rumah, sementara dari kantor jauhnya nauzubillah);

  2. Hasil pemeriksaan itu dicatatkan pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), buku ini harus selalu kita bawa baik ketika kontrol atau akan melakukan persalinan;

  3. Dari faskes tingkat I kita akan diberikan surat rujukan untuk melakukan persalinan di faskes tingkat II atau tingkat III (tergantung kondisi, dalam kasus gue faskes tingkat I tidak melayani persalinan);

  4. Foto kopi Kartu keluarga, Buku Nikah, KTP sebanyak 2 lembar dan kartu BPJS Kesehatan suami dan istri sebanyak 6 lembar;

  5. Perlengkapan melahirkan dan setelah melahirkan (semisal: kain sarung, daster berkancing, pembalut melahirkan dan baju untuk bayi) harap disiapkan dibawa sendiri (yaiyalah masa udah gratis terus ngarep dikasi macem-macem LOL);

Gue juga nanya-nanya pengalaman teman dan saudara yang melahirkan menggunakan fasilitas BPJS kesehatan ini, ehh ke blogger juga nanya dongs *lirik mba armita* Alhamdulillah makin yakin deh.

cover-buku-kia-2012

Iniloh penampakan buku Kesehatan Ibu dan Anak yang harus banget dibawa selalu kalian pengguna BPJS Kesehatan yang mau melahirkan                       pic source: buku-kia.com

Berhubung gue melahirkan di Puskesmas Kecamatan (sekarang namanya jadi Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D) jadi tidak ada biaya kamar bayi dan sebagainya, sementara sepupu gue yang melahirkan di Rumah Sakit Swasta rekanan BPJS ada biaya tambahan bila bayinya belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Laahh, emang bayi baru lahir bisa jadi peserta BPJS Kesehatan??

bpjs

mendaftarkan bayi dalamkandungan jadi peserta BPJS

Bisa dan harus kalo mau gratis semua-muanya.

Gue sendiri baru tau ketika sepupu gue melahirkan dan bayinya udah punya kartu BPJS Kesehatan *prok-prok-prok* nama yang tertulis di kartu adalah “Janin Nyonya (nama ibu)” .

Minimal pengurusan kartu untuk bayi ini ketika kehamilan si ibu menginjak 7 atau 8 bulan (jaga-jaga kalau melahirkan lebih cepat) karena pembayaran iuran pertama paling lambat 30 hari sebelum HPL dan kartu BPJS Kesehatan itu dinyatakan sah dan berlaku sejak pembayaran iuran pertama itu.

Semua persyaratan itu bisa dibawa ke kantor BPJS Kesehatan di wilayah terdaftar. Nanti setelah si bayi lahir baru deh dilakukan perubahan data sesuai nama dan NIK (nomor Induk Kependudukan) bayi itu.

Alhamdulillah setelah semua kerempongan ngurus ini-itu karena khawatir harus operasi sesar ternyata gak kejadian, bayi kami lahir melalui proses normal. Setelah dirawat selama dua hari di Puskesmas Kecamatan kami sekeluarga bisa pulang dan berbahagia dirumah sendiri.

img_20160405_174953

Penampakan si bayi ketika baru lahir dan sekilas ruang rawat inap di Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur

Oiyaa selama perawatan ibu dan bayi dirawat dikamar yang sama alias rooming in, bayi cuma diambil ketika mau dimandikan oleh bidan. Dan menurut gue semua bidan dan perawatnya PRO ASI BANGET-BANGET, karena tiap kali mereka ngecek (2 kali sehari untuk tensi dan pengecekan lainnya) pasti gue disuruh nyusuin supaya mereka liat kita udah bener apa belom perlekatannya.

Bisa gue katakan dengan yakin, gue puas dan gak nyesel udah pake BPJS Kesehatan ini. Perawat dan bidannya pun ramah dan yang pasti gak ada biaya tambahan apapun *ketawa bahagia*

 Jadi buat ibu-ibu yang sekarang lagi hamil dan galau kayak gue dulu, gausah galau lagi lah kalo mau pake si BPJS Kesehatan ini. Asal prosedur dan persyaratannya kita ikutin, dijamin gak ada yang ribet dan gak ramah. Sebagai sesama pelayan masyarakat *uhukk* yang seringkali bikin para frontliner itu kurang ramah adalah : orang-orang yang pengen dilayani secepet-cepetnya tapi persyaratan gak dibawa lengkap, terlalu mengandalkan petugas sementara petugas itu sendiri punya banyak orang lain untuk dilayani.

Salam super…

meme-mario-teguh

ingat-ingat kata pak maryono

Tentang Seleb Instagram : Tolong Kloning Evita Nuh

Betapa gue berharap bisa sepinter dan sebijaksana Evita Nuh (yang adalah fashion blogger, seleb instagram, seleb ask.fm tenar) waktu umur gue belasan dulu. Sekarang gue jelas jauh lebih bijaksana dibanding umur belasan dulu, but it’s wisdom born of pain for sure , hasil jatuh-bangun bertahun-tahun menjalani kehidupan ibukota yang kejam. Tapi anak ini, diumur baru segini pemikirannya udah setara orang dewasa.

Daripada nama-nama seleb instagram dan ask.fm lain yang sekarang ngetop dengan menjual kontroversi, pamer kemesraan kelewat batas, rebel gak juntrungan  dan segudang keanehan yang mereka jejalkan disemua saluran media sosial (ada yang pake motto “bandel boleh goblok jangan” padahal UN pake bocoran, cuih awkarin cuihhh)

evita-nuh

evita nih kadang keliatan kayak cowok cantik deh

Awalnya gue kenal Evita Nuh sebagai fashion Blogger cilik yang keren banget selera busana dan gayanya dan gadgetnya segabruk, bikin ngiri dah pokoknya. Bertahun-tahun berlalu, ternyata Evita tumbuh besar menjadi remaja yang bukan saja selera berbusananya yang selalu unik dan keren tapi isi kepalanya lebih keren lagi.

dari ask.fm/evitanuh:

harapan kaka buat remaja indonesia sekarang apa?

-annisa thahirah aqilah-

jawaban evita:

Coba lebih pintar memilih goals. Partying and drinking booze is not supposed to be your goal or even worse your life goal. You can just enter a club (there’s more than plenty club in town), buy alcohol (a cheap one is everywhere)

What kind of goal is that?

Goal is something you have to work to get it, something that make your position is better than you are now. Mentally, physically or maybe economically. Hangover is no way near that.

Kissing, sex and all intimate stuff, it’s all natural thing. You’ll get there eventually. Sharing it without filter to the world to see is ridiculous, you know what more stupid than that? Making all that as your goals.

Imagine this, you are hugging your boyfriend/girlfriend and then….

“Wait stop, we need to take a picture. Hold the camera…more up..up. I can’t see myself clear..one more time. I look ugly, wait you are not close enough. OK! I think this one is cute”

Then you filter it, post it everywhere and your lover? Do the same.

Romantic? Yeah right.

Find a better human being to be your goal, maybe like Amal Alammudin. Be as awesome as her. When the world keep saying whoever marry George Clooney will be the luckiest women, but when he married her everyone said it’s the other way around. Amal is the settler in their relationship. A settler and you are marrying George Clooney.

If you ask me, for me this is the true goal.

https:www.facebook.com/Kitabisadotcom/videos/1797370350505074/

This is excactly what i thought after saw the videos that being upload by @nya Geraldine (yang belom nonton gue saranin aja, siapkan mental), baca komennya penuh ababil hore yang bilang iri lah, pengen lah, duh relationship goal banget.

MUAK.

Padahal gue tuh yang hobby mesra-mesraan banget loh orangnya (baca:gatelan)   suami gue sih kagak, peyuk-peyuk, gandeng-gandengan dan cium tangan mah udah bagian keseharian pokoknya. Tapi gak sampe dipakein seatbelt  kayak temen gue sih LOL.

Tapi tetep aja gue gak abis pikir sama dedikasi anak-anak apalagi seleb instagram dan youtubers masa kini yang sampe memvideokan kemesraan, di edit seciamik mungkin terus diupload ke sosial media. Bukan maen capeknya ituloh.

“Alaaahh bilang aja mamah ngiri karena anak muda zaman sekarang bisa menghasilkan duit sambil pamer kemesraan sama pacar. Dasar kau mamah-mamah nyinyir!! Wanita ular!!!”

 

Ebujut, kagak segitunya juga kali. Masalah dia mau mesra-mesraan sama pacar sampe ledes juga gua gak peduli, kenal aja enggak kok. Asal dia seneng dan pacarnya bukan suami atau saudara gue mah silakan aja. Yang gue permasalahkan rendahnya standar akan GOALS, dikit-dikit dijadiin goal. Pening kepala mamah gaeees.

goal definition

noun [ U ]

uk us

 

HR, MANAGEMENTthe act of stating clearly what you want to achieve or what you want someone else to achieve:

Goal definition is important for success and efficiency.
Bahasa Indonesianya tuh
cita-cita/ci·ta-ci·ta/n
1 keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yang baik;
2 tujuan yang sempurna (yang akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan;
Mesra-mesraan mah mau sama pacar kek, selingkuhan kek, suami kek itu gampang banget dicapainya. Gak punya pasangan tapi kebelet pengen bermesraan yang hangat? zzzzz  *selimutin pake karung goni*
life-goal

jangan habisin kuota dan waktu buat ngintipin seleb instagram sama nonton youtube doang

Dunia ini tidak seluas daun kelor, internet itu bukan cuma twitter, facebook, path, dan aliran al-sosmediyah lainnya. Harusnya sih seiring mudahnya informasi mengalir dari segala penjuru dunia, masyarakat bisa lebih cepat maju. Harusnya segala kemudahan membawa kita ke tingkatan yang lebih tinggi.
Bukan malah nyungsep.
Dapet duit dari hasil mamerin kemesraan, party-party dan kehebohan-kehebohan norak lainnya yang seringkali dibuat-buat semata demi traffic yang UUD (ujung-ujungnya duit) harusnya bukan cita-cita. Jadi batu loncatan boleh lah, tapi Kim Kardashian aja gak terus-terusan nyebarin video mesum di internet supaya tetep tenar kan?
Gantungkan cita-cita mu setinggi langit itu harusnya bukan cuma jargon kosong. Kenapa kesannya mamah nyinyir abis sama hal-hal semacam ini, tentunya demi buah hati tercinta. Kasian amat anak-anak gue kalo terpapar hasil karya para pengejar duit instan ini.

“Yaudah sih, larang aja anak lu buat nonton yang begituan, gausah nyinyirin seleb instagram atau youtubers. Emang lu punya karya apa?”

Sayangnya gak bisa begitu, buat yang belom punya anak mungkin gak paham, tapi membesarkan anak itu perlu dukungan semua pihak mulai dari lingkungan terkecil sampe lingkungan terbesar yaitu dunia. Gue juga pengen anak-anak gue yang notabene perempuan semua bisa mendapat contoh yang baik.

 

Bukannya gue kepengen anak-anak gue jadi lembek yah, karena hidup itu keras tanpa memandang jenis kelamin.

 

Anak-anak mamah nu gareulis, nyontohnya jangan dari seleb instagram atau youtube yang karyanya gak jelas ya nak. Bolehlah kagum tapi pilih yang memang karyanya baik, bermanfaat dan punya nilai tambah buat orang lain. Jangan cuma kagum karena mereka tenar, karena ketenaran pasti berlalu juga.

 

 

Salam super………………..mi *lari kecil ke dapur nyalain kompor*

Makin Gampang Nyari Kost atau Kontrakan dengan Serumah.com

Begini yaa ceritanya dulu kira-kira 13 tahun yang lalu *age revealing banget* nyari kost itu hampir mirip sama nyari jodoh. Capek banget, LOL. Gue inget dulu itu dianter sama mamah keluar masuk gang di sekitar kampus demi cari kost yang sesuai dompet dan kondisinya baik.

Informasi mengenai kost yang kosong juga cuma didapet dari mulut ke mulut, seringnya sih mulut tukang ojek atau mulut penjaga warung. Untung bukan dari mulut buaya darat.

Hasilnya? 3 hari baru dapet yang sesuai keinginan *walaupun ujung-ujungnya ga jadi ditempatin LOL*.

Capeknya? Warbiyasak, dengkul mau coplok.

Belum lagi pengalaman-pengalaman aneh yang didapet dari proses nyari-nyari kost itu sendiri. Ada kost-kostan yang kamarnya kecil banget, udah gitu plafonnya juga pendek. Masya Allah, gue jadi ngerti kenapa Harry Potter sampe jadi pemurung karena punya kamar dibawah tangga. Sempit dan atap pendek itu bikin pengap dan berujung…SETRESS.

nyari kost zaman sekarang mah gak pake capek

cari kost zaman sekarang mah gak pake capek

Jeng-jeng-jeng

Zaman sekarang cari kost bisa sambil ngupil dirumah sendokir bray!

KZL, kenapa juga baru ada sekarang 😀

Yaudah itukan buat cari kost, kalo buat  nyari temen buat nyewa rumah atau apartemen barengan gimana mamaaahh?

Ihh jangan syedih sis, lewat serumah.com juga bisa.

nyari share rumah pun gak perlu repot

cari kost atau temen share rumah atau apartemen pun gak perlu repot

Yang mamah suka dibagian nyari temen share rumah atau apartemen ini kita bisa lihat tingkat kerapihannya. Kan malesin kalo punya temen serumah yang jorok sementara kita orangnya resikan dan naluri beberesnya tinggi *uhuk* *batuk pencitraan*

Kalo menurut mamah yang sebenernya agak gagap teknologi, tampilan website nya serumah.com ini sudah user friendly dan enak dijamah untuk jangka waktu lama *ehh*

Oiya, selain fitur nyari kost atau nyari temen share rumah, kita juga bisa ngiklanin rumah atau kamar kost disini. Jadi yang rumahnya mau di sewain atau punya kamar kost dirumah yang mau disewain bisa banget lah ngiklan dimari.

Zaman sekarang yah, daripada kamar kosong dirumah cuma ditempatin debu sama kecoak mendingan disewain ajasih. Tapii jangan lupa bayar pajaknya loh *ujung-ujungnya pajak maning*

Atau kalo kamu merasa : berusia kurang dari 25 tahun, pria, tampan dan budiman, bermoral baik, pandai mengaji dan rajin menabung. Bisa banget loh tinggal dirumah mamah, gak perlu ngekost deh, gratis.

*kemudian mamah dibedil pak suami*

Apa Iya Semua Laki-laki pasti Selingkuh?

Selingkuh. Apa iya semua laki-laki pasti selingkuh? Hayoloh, jawab deh jawab *kemudian mamah dikepret grup bapak-bapak*

Jadi gossipnya Niko nya Rachel Vennya itu selingkuh. Yang enggak punya bayangan sama sekali siapa itu Rachel dan Niko sini gue kasih tahu, jadi ceritanya mereka itu pasangan selebritis instagram dan ask.fm di tanah air kita tercinta. Dan tiba-tiba runtuhlah relationship goals para dedek gemes indonesia. Kalo Niko aja selingkuh, apa iya semua laki-laki pasti selingkuh?

Kemudian pembaca blog gue yang rata-rata umurnya 25 tahun keatas mulai mengernyit, siapa gerangan ini Rachel-Niko? Penting banget gitu dibahas sama emak-emak kayak mamah etty? Wajar sebenarnya kalau enggak kenal mereka yah, secara mereka ini ngetopnya justru dikalangan remaja. Kok mamah etty kenal? Yaiyalaahh kan mamah itu remaja abadi didalam hati, muka mah teteeup tuwir.

“Ah palingan sama kayak Gaga-Awkarin kemaren itu”  pasti begitu deh pikiran kalian sekarang. And i’m gonna tell you, no they don’t. Jadi enggak ada tuh video si Rachel Vennya ini nangis-nangis karena baru diselingkuhin sama pacarnya Niko Al Hakim. Mereka pun bukan pasangan yang baru 5 bulan pacaran apalagi umurnya 16 tahun kayak si Gaga Muhammad itu.

Kesamaannya : karena mereka sama-sama hobby pamer kemesraan di akun Instagram masing-masing, juga karena cara berpakaian si cewek yang kalau menurut standar ibu-ibu pasti disebut kekurangan bahan. Tapi selain dua hal itu, mereka sungguhlah berbeda.

Terus siapa sih Rachel-Niko ini? Mereka itu pasangan muda yang masing-masing punya bisnis sendiri, sama-sama sukses (go search sate taichan goreng, punya nya si Niko itu). Setelah 2 tahun pacaran dan sudah piknik ke berbagai tempat, sebut aja ya: yogyakarta, derawan, jepang, maldives, paris, turki dan santorini (bukan ke Bandung doang macem Gaga-Karin) dan bulan kemaren si Niko melamar Rachel dengan cara yang semua ABG (dan juga emak-emak LOL) di dunia pasti kepengen and Rachel said yes of course, tiba-tiba sekarang ada perempuan yang katanya di HAMILIN sama si Niko.

Jeng-jeng-jeng….. Kalah deh sinetron.

acelniko

Dilamarnya aja begini, masa kamu tega nyelingkuhin aku mz?

Kemudian seperti biasa, gossip bergulir bagai kebakaran hutan di musim kemarau. Semakin panas juga meluas tak menentu. Dari sekedar gonjang-ganjingnya percintaan sepasang muda-mudi sampai melebar kemana-mana. Sampai-sampai ada yang ngegosipin katanya bapaknya Niko pemilik gedung apartemen anulah, percaya deh itu bohong, gue udah background check secara mendalam *kalau kepo itu harus maksimal men*

Nah sekarang mari kita tinggalkan sepasang muda-mudi yang dilanda kegalauan tadi (peluk Rachel, duh dek semoga dapet jalan terbaik deh ya) dan melangkah menuju isu yang sesungguhnya pengen gue bahas kali ini:

apa iya semua laki-laki pasti selingkuh?

*terdengar suara tarikan napas panjang suami gue di kejauhan*

Terimakasih kepada Natz dan postingannya yang membahas kegelisahan yang sama, baca disini. Walau agak pahit dilidah tapi gue sendiri harus mengakui bahwa gue punya kecurigaan yang sama bahwasanya laki-laki itu punya kecenderungan untuk selingkuh.

Walaupun gue sendiri dibesarkan dalam lingkungan keluarga inti yang punya teladan untuk kesetiaan, papah dan engkong gue, tapi kenyataan lain di sekitar gue justru bertolak belakang sekali.

Contohnya encang gue sendiri yang merupakan praktisi poligami dan selalu diawali perselingkuhan *plis atuhlah encang, ngerusak tatanan pikiran gue sejak dini* dan enggak terhitung tetangga dan temennya temen yang gue ketahui pernah berselingkuh dalam hidupnya.

Zaman sekarang jangankan yang cuma selingkuh hati, yang selingkuh fisik terang-terangan aja bertebaran dimana-mana dan kadang gak malu mengakuinya. Contohnya tuh banyak tiap hari di teve nasional kita *lirik sinis para selebriti*

semua laki-laki pasti selingkuh? pic.source: sheradia1055.com

apa iya semua laki-laki pasti selingkuh?
pic.source: sheradia1055.com

Kalau menurut gue sendiri ada banyak sebab laki-laki berselingkuh, antara lain:
  • rendahnya komitmen pada hubungan, bodo amat mau itu pacaran, tunangan, pernikahan atau sekedar samen-leven. Komitemen ya komitmen, janji itu janji, kecuali sejak awal hubungan memang berkomitmen untuk “bebas” dan tidak terikat pada satu orang. Seperti sering gue bilang dan pernah gue singgung pada postingan tentang menjadi perempuan hubungan itu apalagi pernikahan bukan sekedar bobo-bobo lucu, perlu kerja keras dan komitmen luar biasa untuk terus bertahan bersama orang yang sama bertahun-tahun.
  • naluri dasar sebagai pemburu yang tidak pernah hilang. Konon katanya  laki-laki itu lahir dengan naluri dasar sebagai pemburu, seperti fungsi laki-laki pada zaman primitif ribuan tahun lalu. Sementara  perempuan dikaruniai naluri sebagai pengatur rumah tangga, makanya anak-anak cewek dari kecil senengnya main rumah-rumahan :D. Makanya ketika hubungan udah settle, laki-laki cenderung dilanda kebosanan lebih dulu daripada perempuan yang pada dasarnya memang mencari kestabilan. Laki-laki nyari petualangan, adrenalin rush.
  • Kurangnya visi misi yang jelas dalam hidup dan kurang ambisius, serius banget yak kalimatnya. Tapi menurut gue kalau laki-laki itu punya visi dan misi yang jelas untuk kehidupan dia, apalagi kalau dia punya ambisi akan tujuannya itu pastilah dia males selingkuh. Begini deh gampangnya, selingkuh itu menghabiskan waktu, tenaga dan duit, laki-laki yang punya ambisi misalnya:  mau jadi blogger kenamaan tanah air, masa mau ngebuang waktu buat selingkuh? Mendingan dia mikirin gimana caranya supaya dilirik  brand-brand besar 😀
  • Ada yang salah pada proses pendidikan dasar dia dalam rumah tangga, karena pada prinsipnya children see children do. Anak itu belajar dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Ketika dia mendapat paparan masalah rumah tangga orang tuanya, maka anak akan mengamati bagaimana masalah tersebut diselesaikan, TANPA SADAR. Gue punya tetangga yang dibesarkan dalam kondisi ayahnya seringkali pergi berbulan-bulan ninggalin keluarganya karena perselingkuhan tapi ibunya selalu menerima kembali si ayah. Dia menyaksikan bagaimana ibunya hancur berantakan diselingkuhin, secara teori kita bisa bilang, ah ini anak pasti gak akan kayak bapaknya lah. Kenyataannya : ketika dia berumah tangga, dia juga berselingkuh berkali-kali. Apa yang salah? Kalau menurut gue sih, dia gak mendapat teladan cara menyelesaikan persoalan rumah tangga yang baik dari orang tuanya. Ehh kalau ada yang punya pendapat lain boleh share juga dong, soalnya buat yang satu ini gue masih gak habis pikir. Asli.
  • Gampang khilaf, terstandar dan terklise sedunia ini alasannya. Tapi si Niko dan jutaan laki-laki lain (dan perempuan juga, hayoloh gak boleh timpang)  pakai alasan ini loh LOL. Intinya dalam satu hubungan pasti ada naik-turunnya, terklise sedunia juga nasehat gue : sekesel-keselnya sama pasangan, pikir ratusan kali deh kalau mau selingkuh karena kepercayaan itu susah dicarinya kalau udah hilang, gak ada yang jual dimana-mana. Kalau lagi kesel atau hopeless sama hubungan tuh mendekat ke Yang Maha Esa aja dah daripada mendekat ke cabe-cabean *kepret cabe-cabean pake kolor bekas*

    apa iya semua laki-laki pasti selingkuh?

    menurut gue selingkuh bukan cuma bikin kertas jadi kusut, tapi ngebakar abis kertas itu.                                                                                              pic source: quotespie.com

Menurut gue, apapun alasannya perselingkuhan itu tidak bisa dibenarkan.

“Ah gue kan cuma selingkuh hati, gak pake tidur bareng apalagi hamil-hamilan”

Justru hati itu yang utama menurut gue! Kalau hati aja sudah dikasih ke sembarangan orang diluar pasangan, terus yang tersisa apa?

P.S: Tenang pak suami, ini istrinya ngetik dalam kondisi sehat dan tidak dibawah pengaruh mecin kok.

P.S2: Tidak ada golok yang diasah selama pembuatan postingan ini.

P.S3: Tapi kalau kamu selingkuh, aku nyewa sniper 😀

The Has Beens

 

Once upon a time, they are the “it” person. Semua orang kenal mereka, bahkan banyak yang ingin tukeran hidup sama mereka . Pokoknya mereka merajai dan meratui setiap tayangan hiburan. Jangankan acara resmi, lagi ngupil pun pasti ada beritanya dimana-mana (beserta foto dari berbagai angle pastinya, iyuuuh).

Tiba-tiba woooshhhh…. mereka hilang dan terlupakan. Sedih yah, tapi begitulah roda kehidupan berputar. Kayak mamah etty yang dulunya bohay dan digilai para penggemar sekarang cuma tersisa kegembrotan dan kejudesannya saja. Hiks.

Sebenarnya ada banyak banget selebritis yang masuk kategori “has been” ini, tapi daftar berikut adalah yang murni sesuai isi hati penulis dong ah. Blog urang kumaha urang wae 🙂

Noun

has-been ‎(plural has-beens)

  1. (pejorative) A person, especially one formerly popular or influential, who continues in their field after their popularity or effectiveness has peaked and is now in decline.

Mischa Barton

misha-barton-budet-suditsya-s-sobstvennoj-materyu

pic source: unomatch.com

Cakepnya gak santai ini cewek, pernah ngetop berkat serial “The OC” dan langsung jadi panutan cewek-cewek gaul sedunia dalam urusan busana. Semacam Gigi Hadid dan Kendal Jenner pada masa kini. Apa?!? Kamu gak tau Gigi Hadid taunya Gigi istrinya Raffi? zzzzzzz…

Neng Mischa ini juga jadi kesayangan banyak desainer dan selalu langganan jadi “frontrow girls” di New York, Paris dan London fashion week. Tapi kemudian si neng terlena dalam buaian irama pesta, kariernya kedodoran dan makin ketinggalan.

Sekarang wajah cantiknya mungkin cuma samar-samar diingat orang, para desainer juga memindahkan kasih sayangnya ke wajah populer berikutnya. Yah namanya juga hidup ya neng *peluk neng Mischa erat*

Pesan moralnya sih : Makanya jangan pesta-pesta melulu jadi orang, kecuali emang bikin pesta itu jadi kerjaan utama (semisal kerjanya EO). Fokus neng fokuuuus.

Paris Hilton

PARISHILTON1

pic source: picswallpaper.com

Salah satu pewaris jaringan hotel Hilton, She is famous for being famous. Kim Kardashian aja pernah nyembah dikaki Jeung Paris pada masa itu *lirik sinis Kim yang sekarang somse sama Paris*.

Jauh sebelum era “Keeping up With The Kardashians” Paris dan sahabatnya Nicole Richie lah yang menguasai dunia reality show dengan acara mereka “The Simple Life”. Acaranya sukses besar dan mereka langsung tenar seantero jagat padahal mah isi acaranya cuma dua orang anak orang kaya yang nyoba-nyoba kehidupan rakyat jelata.

Sampai-sampai ketika mereka udah gak sahabatan pun acara tersebut tetap dibuat sampai 5 musim walaupun pengambilan gambarnya harus terpisah (namanya juga mantan sahabat mana mau deketan kan). Paris juga sempat melebarkan sayap dengan mencoba maen film yang kemudian gagal (ya menurut ngana?), nyanyi juga gagal maning, bikin parfum aja yang lumayan sukses. Terakhir kabarnya si jeung sibuk jadi DJ dan pacaran sama berondong.

That’s hot kalau kata Jeung Paris. Tenang aja Paris masih tajir dan selow kok hidupnya. Yah namapun pewaris hotel internasional yah, mungkin beda ceritanya kalo hotel yang diwarisi sama si Jeung cuma losmen sepuluh kamar dipinggiran kota.

Pesan Moral : Jadi orang kaya mah enak, mau dikenal atau gak dikenal orang yang penting tetep kaya. Hidup Duit!!

Sebenarnya masih banyak lagi artis Hollywood yang dulunya famous sejagat ehh sekarang nyungsep *lirik Lindsay Lohan dan Maculay Culkin* tapi kita harus segera kembali ke tanah air tercinta Indonesia. Karena tidak adil rasanya kalau yang jauh aja digosipin eh tetangga di kampung halaman enggak disenggol-senggol.

Tenaaang ditanah air juga kita tidak pernah kekurangan selebritis yang dulunya tenar dan dipuja penggemar tapi sekarang jarang kedengaran beritanya.

Band Radja

radja-takkanmelupakanmu

pic source: feedurldir.com

Cadaaaaaasss.

Grup asal Kalimantan Selatan ini pernah ngehits banget di era awal tahun 2000-an, sampai-sampai gaya vokalisnya yang selalu pake kacamata item (later on ketauan karena kalau gapake kacamata dese kurang kece 😀 ) ditiru remaja-remaja alay di Indonesia.

Walaupun secara pribadi gue bukan penggemar band ini (gue tetep milih Bang Haji Oma Irama) tapi harus diakui lagu-lagunya tuh susah keluar dari kepala, lha wong odong-odong aja pake lagu mereka dulu.

Tapi lagi-lagi setiap hal ada masanya, dan masa ketenaran mereka pun berlalu. Sempat berusaha mengeluarkan album baru tapi nampaknya masyarakat sudah berganti selera. Sekarang band ini jarang keliatan mondar-mandir lagi dilayar kaca. Terakhir muncul di berita malah kisruh mengenai hak cipta lagu dan royalti dengan seseartis pemilik jaringan karaoke.

Pesan Moral: Duh mamah enggak ngerti deh, mungkin sebaiknya memang sedia pelampung sebelum tenggelam yah.

Marshanda

marshanda2

pic source : korantransaksi.com

Perempuan cantik bernama lengkap Andriani Marshanda ini sudah lama sekali berkarier di dunia hiburan. Mulai dari zaman neng Chacha (panggilan akrabnya) kinyis-kinyis di Sinetron Bidadari sampai dia dewasa dan bermain di sinetron drama percintaan, penonton setia dan menjadikan Marshanda Indonesian’s Darling pada zamannya.

Sinetron apa aja asalkan pemainnya Chacha pasti laris waktu itu. Sayang kemudian roda kehidupan membawa Marshanda ke banyak persoalan dalam kehidupan pribadinya dan kariernya semakin kedodoran.

Kontroversi mengenai video-video yang dia unggah ke Youtube, penyakit apa yang sebenarnya dia derita, penyebab perceraiannya, dan terakhir tentang ayahnya yang jadi pengemis lebih banyak  mewarnai ingatan masyarakat dibandingkan prestasinya.

Sedih loh, karena neng Chacha ini multitalenta banget kayak mamah etty lah. Bedanya kalo talentanya dia dibidang nyanyi dan akting sedangkan mamah dibidang makan dan belanja. Suaranya dia pun bagus loh kalo menurut gue, bukan kayak artis yang suaranya yahh gitudeh *lirik bella shofie*

Pesan moral: Sebaiknya selesaikan masalah kita sebelum jadi bertumpuk, semakin banyak orang terlibat dan kita semakin bingung ujung pangkalnya dimana. Kalau soal penyakit mah mamah cuma bisa mendo’akan saja.

I still love you Chacha cah ayu. Semoga wajah ayu mu kembali mewarnai televisi tanah air ya chacha.

Kalau kamu sendiri, ada artis yang dulunya tenar banget dan sekarang kamu kangenin gak?

Piyama untuk ke kantor

Pajamas, or pyjamas (British English), often shortened to PJs, jimmies, jimjams or jammies, can refer to several related types of clothing. Pajamas are loose-fitting, two-piece garments derived from the original garment and worn chiefly for sleeping, but sometimes also for lounging, also by both sexes. More generally, pyjamas may refer to several garments, for both daywear and nightwear, derived from traditional pyjamas and involving variations of style and material.

The word pyjama  was incorporated into the English language via the British Empire from c. 1800 through the Bengali (পায়জামা payjāmā), itself from the Persian word pāy-jāmeh (پايجامه lit. “leg-garment”). The original pyjāmā are loose, lightweight trousers fitted with drawstring waistbands worn by Muslims in India and adopted by Europeans there.

Source: Wikipedia

Jadi piyama sejatinya memang lahir dari kebutuhan manusia berbusana yang nyaman untuk tidur.

Coba baca judulnya sekali lagi, yak.. anda sekalian gak salah baca kok emang tulisannya piyama untuk ke kantor dan kantor tentunya bukan tempat yang pas untuk tidur.

Begini ceritanya, ditempat gue belanja di Blok E ex Auri Lantai 2 Tanah Abang ada banyak toko yang menjual baju bermerek dan berkualitas eksport dengan harga bersahabat. Disana ada satu toko yang berjualan piyama brand J.Crew. Kemungkinan ini adalah barang reject yang gak lulus quality control pabrik yang mengerjakan orderannya J.Crew, atau ada kemungkinan ini “tembakan” ? entah yaa, kurang tau juga gue.

Ditoko ini atasan dan bawahan piyama dijual secara terpisah, yang mana semakin menggoda iman tipis ini untuk mengadopsi atasan piyamanya. Begini kurang lebih penampakannya:

gambar dari polyvore.com

pic source:  polyvore.com

pic source: wheretoget.it

pic source: wheretoget.it

 

 

 

 

 

 

 

Duh gue naksir berat sama piyama yang biru bintik-bintik itu apalagi setelah pegang bahannya kok kayaknya adem dan empuk yah, padahal Blok E ini gak ada AC sama sekali loh. Plus nya lagi, harganya pun gak sampai 50 ribu.

“Yaudah beli aja satu terus dipakai buat tidur, jangan ribet” mungkin itu isi hati pembaca budiman sekarang ini. Tapi tahukah anda bahwa otak manusia dirancang sedemikian sempurna hingga kadang dia merancang kerumitan dari hal sesederhana sepotong pakaian tidur?

Begitulah yang terjadi siang ini, otak gue yang cemerlang justru disaat-saat tidak penting ini menawarkan sebuah ide untuk didengar. Kenapa repot-repot beli piyama bagus cuma buat tidur, lihat deh itukan piyamanya lengan panjang kenapa enggak dipakai ke kantor aja? Triiing… sedemikian rupa otak mengirim ide tersebut dan langsung gue terima bulat-bulat, bener juga yaa, sayang banget ah kalo buat tidur doang.

Tahukah anda bahwa manusia itu membutuhkan penerimaan dari manusia lainnya? Demikian juga yang terjadi antara gue dan ide berpiyama ke kantor ini. Demi mencari sepotong penerimaan masyarakat gue akhirnya mendarat disebuah blog kece yang pemiliknya telah menerapkan ide berpiyama ke kantor selama SEMINGGU.

042216-pajamas-for-a-week-slide-3

http://www.sourcedavenue.com/2016/04/i-wore-pajamas-to-work-for-week-and.html

Kece banget dah si embak piyamanya dipadu sama trench coat begitu, sayangnya cuaca Jakarta yang kalau panas gak kira-kira tidak memungkinkan gue ber-trench coat dipinggir jalan Sudirman sambil nunggu bis. Nanti Hayati bisa pingsan dipinggir jalan.

Si piyama jadi demikian trendy dan kece juga karena sumbangsih badan langsing singset si mbak, kalau gue yang pakai kemungkinan gak akan se-greget itu *pandang lemak menggelambir*

Gue lebih memilih untuk mengadopsi atasan piyamanya aja ya, sedangkan untuk bawahan harus tetap menggunakan celana atau rok yang lebih bernapaskan suasana kerja karena pekerjaan gue kan mengharuskan busana formil. Cuma kok rasanya masih belum sreg juga hati ini *pandang nanar ke arah langit*

Tapi majalah inStyle aja udah menggelontorkan artikel

“Pajama Dressing: Three Tips for Perfecting the Relaxed Look”

dan ibu-ibu komplek pun sudah mengamalkan tampilan santai berpiyama ke tukang sayur dan minimarket bahkan kadang mengantar anak ke sekolah, maka ide ini tentulah sangat mudah diaplikasikan.

Lagipula sebagai seorang hijabers gue diuntungkan oleh faktor jilbab sebagai penutup kepala, karena jilbab yang cantik pasti langsung “meng-upgrade” tampilan santai berpiyama ke kantor gue nanti.

Ide tampilannya sih kurang lebih begini :

pic source: oraclefox.com

pic source: oraclefox.com

tumblr_oau4hgyQrS1rsuch2o1_500

pic source: iwanttobeher.com

Tentunya dengan bawahan berwarna gelap dan jilbab warna senada namun setingkat-dua tingkat lebih kece 😀

Wish me luck yaaa

P.S kapan-kapan diupdate lah dengan foto tampilan sebenarnya kalo tampilan ini sukses, kalo enggak sukses mah jangan harap ya 🙂

Cinta dalam sepiring sambel

Sebagai orang indonesia tulen, gue di anugerahi kemampuan makan nasi berpiring-piring hanya bertemankan sambel. Tidak perlu ikan apalagi daging, kalau sambelnya udah paten cukuplah sudah.Jangan tanya jumlah kalori yang masuk ya, tutup mata aja deh kalau sudah begini.

Enaknya zaman sekarang, banyak banget yang jualan aneka jenis sambel dalam kemasan siap saji. Kalau zaman dulu rasanya enggak banyak sambel siap saji yang beredar ya, rasanya gue cuma tahu sambel bu Rudy yang di impor langsung dari Surabaya.

Sekarang? Sebut saja kepengen makan sambel jenis apa, pasti ada yang jual. Mulai dari sambel terasi pabrikan besar sambel sambel-sambel home made dengan resep keluarga dari berbagai daerah.

Sambal-tomat-2

pic source : janetdeneefe.com

Enaknya jadi orang Indonesia, karena beragamnya suku bangsa dan kebudayaan yang kita punya bikin sambelnya pun jadi unik-unik. Mulai dari yang berbahan baku standard seperti cabe dan tomat, sampai sambel berbahan ikan roa dari manado yang endess itupun ada.

Kebayang temen gue yang tinggal jauh dari indonesia rata-rata kangennya selain sama keluarga dan teman di tanah air juga kangen berat sama sambel di kampung halaman.

Keluarga gue sendiri punya 2 resep sambel yang selalu kami pakai sehari-hari, karena apapun lauknya pasti tersedia sepiring kecil sambel di meja makan.

Sambel tomat

10 buah cabai merah keriting (boleh dicampur rawit kalau suka lebih pedas)

1 butir tomat ukuran sedang

terasi bakar secukupnya

garam dan gula secukupnya

cara membuatnya pun gampang :

rebus cabai dan tomat sampai cukup empuk, lalu angkat daa tiriskan.

ulek dengan tambahan terasi, garam dan gula.

Nah ini yang versi rebus, kalau suami gue lebih suka yang versi mentah. Bahannya sama persis hanya saja cabai dan tomatnya tidak direbus melainkan langsung diulek dengan bahan tambahan.

Titik kritis pada pembuatan sambel terletak pada : bagaimana menakar terasi, gula dan garam sehingga rasanya pas. Kuncinya : banyak-banyak praktek alias coba-coba aja terus sampe dapet rasa yang disuka. Karena menurut gue gak ada resep baku untuk sambel, it’s all about your personal taste. Suka rasa terasi yang kuat, cuss pake terasi banyak-banyak.

Saat weekend, kadang gue menyempatkan buat stok sambel goreng yang kemudian disimpan dalam botol bekas selai. Sambel semacam ini sangat berguna untuk ibu-ibu bekerja yang terkadang malas disuruh bikin sambel sepulang kerja. Makannya sih enak, nguleknya itu loh sungguh menguras tenaga.

Sambel bajak ini dalam pembuatannya tidak melalui proses ulek-mengulek tetapi menggunakan food processor karena cabai yang digunakan banyak, bisa kekar nanti lengan hayati kalau ngulek cabai 250 gram 😀

Resep sambel goreng

250 gram cabai merah (boleh campur rawit kalau suka pedas banget)

10 butir bawang merah

5 butir bawang putih

terasi secukupnya

50 ml air asam jawa (di dapat dari hasil rendaman asam jawa dengan sedikit air)

gula merah secukupnya

garam secukupnya

lengkuas digeprek

daun salam dan daun jeruk masing-masing 2 lembar

minyak goreng secukupnya

cara membuat:

haluskan cabai dan bawang yang sudah dibersihkan dalam food processor, masukkan terasi, haluskan lagi, angkat lalu tumis dengan minyak goreng.

tumis sampai agak harum kemudian masukkan lengkuas, daun salam dan daun jeruk, tumis sampai cabai dan bawang matang.

masukkan air asam jawa, aduk rata, masak lagi sampai sambal agak kering. terakhir masukkan gula jawa yang sudah disisir.

angkat sambel lalu dinginkan.

masukkan ke dalam toples.

Itu resep sambel goreng terdasar sebenarnya, kalau suka bisa ditambahkan bahan lain supaya sambelnya terasa makin “nendang” misalnya: ikan teri, jambal roti atau ikan tongkol yang sudah dihaluskan. Dijamin bisa makan nasi berpiring-piring, kemudian gendut 😀

Apapun resepnya, menurut gue yang terpenting kalau memasak buat keluarga adalah rasa cinta yang besar yang hadir dalam proses memasaknya. Mungkin itu sebabnya ya, walaupun sudah bisa masak sendiri tapi masakan ibu dirumah akan selalu jadi yang terenak dan dirindukan anak-anaknya.

Semoga kelak anak-anak gue selalu merindukan masakan emaknya yaa, kemana pun mereka melangkah tapi hatinya tertambat dirumah.

P.S : Suamiku sayang, maafin aku yaa jarang bikin sambel akhir-akhir ini. Tau sendiri lah yaa kalau punya bayi kan repot kalau rumahnya bau sambel atau tangan ibunya pedes karena cabai 😀

nanti aku beliin sambel bu Rudy aja segerobak yaaa, i love you.

Masih Edisi Nguping : Gaji dan Anak Muda

source:publicdomainarchive.com

impian anak muda masa kini,  pic source : publicdomainarchive.com

Jadi ceritanya gue si emak-emak soleha ini pulang-pergi ngantor selalu naik bis selain mengurangi polusi udara juga karena gue gak bisa nyetir kendaraan apapun selain sepeda. Tentunya naik sepeda dari cibubur ke tanah abang tidak sanggup gue jalani, gile aje lu ndro bisa-bisa paha hayati lecet.

Disuatu sore yang ditanggal 26, tanggal yang cukup menggembirakan bagi yang bekerja sebagai karyawan karena gaji udah masuk sementara yang PNS masih menatap nanar ke arah langit seakan hal tersebut bisa mempercepat bendahara mencairkan tunjangan.

Dibilangan Jl.Gatot Subroto naiklah dua orang mbak-mbak kantoran muda, karena bis sudah penuh maka berdirilah mereka disamping kursi gue. Dari sekilas obrolannya nampaknya mereka sesama pegawai disebuah kantor.

Karena naluri mendengarkan gue yang tinggi sekali maka terekamlah percakapan sebagai berikut:

mbak A : *mengeluarkan hape, karena ada dua jenis penumpang bis di kota Jakarta yaitu mereka yang mainan hape dan mereka yang tidur selama naik bis*

mbak B : Iih hapenya pasti udah lama banget (pengen nampar gak sih kalo ada temen yang ngomong begini)

mbak A : Tenang aja aku udah pesen hape baru di blablabla (sorry ga sebut merek, ga diendorse sih) liat aja besok udah sampai kok.

mbak B : Merek apa? Eh emang kamu udah gajian kan pegawai baru?

mbak A : Liat ajalah besok. Udah kok, aku udah gajian tapi hitungannya dari tanggal 9 sampai tanggal 25 aja. Lumayan kok, masih terima 2,2 juta makanya aku langsung pesen hape baru. Kalo udah full kan 3 jutaan yah *tersenyum penuh arti*

mbak B : Aku juga pengen ganti hape nih tapi masih sayang.

mbak A : Beli aja, di blablabla itu murah-murah kok dibandingin capek-capek ke ITC.

mbak B : Nanti-nanti aja ah.

mbak A : Aduuuh ini bis panas banget ya.

mbak B : Makanya naik mobil sendiri dong.

mbak A : Nanti kalau gaji aku udah 5 jutaan kayak ibu xx deh aku beli mobil sendiri.

Pada bagian inilah gue termenung lama, dua mbak-mbak ini walaupun muda terbilang sudah dewasa kan ya. Gue juga dulu awal-awal kerja mikirnya cuma hape sama jajan sih, tapi gak kelamaan juga karena kemudian bergaul dengan teman sekantor yang lebih tua dan diracun masalah keuangan.

Pertama, gaji 5 juta ukuran kota besar semacam Jakarta itu kecil loh. Jangankan untuk membeli mobil pribadi secara kontan untuk kredit pun pasti berat kecuali mendapat bantuan dari orang tua atau pasangan. Karena biaya hidup di Jakarta ini tinggi sekali, jadilah uang 5 juta mungkin hanya cukup buat makan, ongkos kerja dan bayar tagihan-tagihan. Apalagi kalau sudah berumah tangga, gaji sejumlah itu bisa langsung habis digerus tagihan KPR dan beli kebutuhan anak.

Kedua, jangan berinvestasi dengan membeli mobil lah. Wahai kalian pegawai-pegawai fresh graduate yang bertebaran di ibukota dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Kecuali mobil itu untuk dipakai untuk mobilitas usaha (misalnya kamu punya usaha antar jemput anak sekolah atau jadi supir ojek mobil online). Karena mobil itu tinggi biaya pemeliharaan, pajak dan konsumsi bahan bakarnya. Tanyakan dulu ke diri sendiri : sudah layak kah saya punya mobil?

Ketiga, sekarang keadaan ekonomi dunia (bukan cuma indonesia loh ya) sedang kurang bagus. Alangkah baiknya sebagai orang yang masih muda punya cadangan dana andaikata tiba-tiba dipecat dari perusahaan. Atau lebih buruk lagi, bersiap-siaplah seandainya tiba-tiba harus berperan sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga karena orangtua kehilangan pekerjaan. Percayalah, ekonomi kita semembahayakan itu kondisinya!  Atau mau lebih ekstrim, kalo tiba-tiba negara kita kolaps macam venezuela atau kena krismon lagi kayak tahun 1998 🙁

Keempat, bersenang-senang selagi muda itu wajar tapi lebih hebat mereka yang berbisnis sejak muda. Selagi belum ada keluarga yang bergantung dan belum banyak pertimbangan ini-itu. Jangan kayak mamah etty udah tua belum punya bisnis apa-apa selain pabrik ketombe 🙂

http://publicdomainarchive.com

Jangan terlalu sibuk menatap kilau kota besar sampai lupa dimana kita berdiri,   pic source : publicdomainarchive.com

 

Ada satu cerita edisi nguping juga soal bisnis-bisnisan ini, suatu sore seorang pengamen yang baru saja selesai menunaikan pekerjaannya berbincang santai dengan penjual masker yang juga baru selesai menjajakan dagangannya.

Pengamen : Bro, lu jualan di bis doang apa online juga?

Penjual masker : Di bis doang bro, emang kenapa?

Pengamen : Sayang amat, jualin online aja. Gue aja nyambi sambil jualan online kok. Lumayan buat nambah bayar kuliah.

Penjual masker : Lu kuliah?

Pengamen : Iyalah, gue kuliah malem di Univ.XXX di Bekasi. Ngamen sama jualan online buat nambah uang jajan. Masa udah gede jajan minta nyokap, malu ah.

Nah, gue lihat pengamen itu punya pola pikir yang maju. Dia belajar berbisnis sedari muda. Karena kalau keburu tua kebanyakan takutnya memulai bisnis *curcol*

Jadi yang sudah gajian, abisin aja gajinya gak apa-apa. Tapi abisin buat nabung sama investasi aja yaa. Karena mereka yang kerja keras dari muda aja belum tentu bisa santai di masa tua apalagi mereka yang dari muda cuma tau ngabisin duit.

Hidup itu keras men, ga cuma di Jakarta tapi dimana-mana.

MPASI dini : Edisi Tergigit Realita

Jadi ceritanya si adek, sebut saja Rayna (nama sebenarnya) yang baru 4 bulan 3 minggu mendadak harus mpasi. MPASI dini!!

*kemudian emaknya ditatap sinis ibu-ibu judgemental sedunia maya*

Lah kok bisa kan belom 6 bulan?

Ya udahlah yaa, ini toh atas petunjuk dokter anak juga. Jadi ceritanya pertambahan berat badan si adek masuk kategori pas-pasan banget. Persis kondisi dompet emaknya.

Yakin anaknya siap makan?

Gatau bayinya belom bisa ngomong, tapi kalau menurut insting keibuan gue *uhuk* kayaknya sih lampu ijo

Emang emaknya udah siap?

Boro-boro, walaupun masalah Berat Badan (BB) ini udah menghantui sejak bulan lalu tapi terus terang saya tidak siap. Sedih lah pokoknya mah, sempet merasa bodoh banget jadi ibu. Padahal si adek minum asi, padahal kakaknya dulu gendut, kok adek bisa kurus? 🙁

Tapi selama ini kekhawatiran gue sebagai emaknya si bayi cuma berujung pada galau tak bertepi, enggak berlanjut pada kegiatan beli-beli peralatan MPASI apalagi bahan-bahannya.

Karena apa? Karena sesungguhnya gue masih dalam tahap penyangkalan alias in denial terhadap gigitan realita yang begitu menyakitkan. Jadi berbekal sisa pengalaman ngasih MPASI si kakak dan sedikit petunjuk dokter dan setumpuk kegiatan berselancar di dunia maya, disusunlah menu mendadak MPASI untuk seminggu dengan bahan yang mudah dicari di toko buah depan kantor emaknya.

Bahan yang dibeli :

    • wortel organik sekilo (karena diskon, yea i’m that cheap)
    • tepung beras coklat organik satu kotak ukuran 250gram merek Bionic Farm karena adanya itu doang
    • kentang dua butir,beli di tukang sayur aje inimah, yang organik mahal aja
    • alpukat mentega setengah kilo. Asli enak banget ini alpukatnya, bapaknya bayi juga doyan
ayo belanja ke pasar buat persiapan mpasi dini si bayi pic source:pexels.com

ayo belanja ke pasar buat persiapan mpasi dini si bayi,                                                   tapi jangan dikasih cabe ya bu
pic source:pexels.com

 

Hari 1

Alpukat mentega dicampur sedikit asi

catatan : si bayi mengernyit dan menatap ibunya dengan nanar seolah takut diracun. Hari pertama cuma sekali makan karena ibunya belom siap mental.

Hari 2

Pagi dan sore dikasih alpukat campur asi. Karena alpukatnya terlanjur matang semua ini. Haduuuh mana harganya mahal dan tanggalan tua hahahaha.

Catatan : bayi masih mengernyit tapi tampak mulai menerima kenyataan

Hari 3

Masih alpukat juga, kayaknya kalo besok masih alpukat juga menunya bayi gue bisa ngelempar mangkok nih 😀

Hari 4 (besok)

Pagi : Rencananya bubur kentang campur asi aja.

Sore : bubur beras coklat organik (penting disebut supaya kesannya emaknya tuh soleha dan penuh perhatian pada anak) campur asi aja.

Hari 5

Pagi : Bubur beras coklat campur puree wortel ah, kalo dicampur asi mulu nanti emaknya tekor asi.

Sore : Bubur kentang campur puree wortel.

Hari 6

Pagi : Bubur beras coklat campur kaldu daging rencananya, kaldunya belom bikin sih tapi udah ada rencana sekalian buat nyetok daging-dagingan.

Sore : Bubur kentang campur asi

Segini dulu ajalah, semoga emak dan anak gembira menjalani proses MPASI ini.

Doakan kami yaaa…

Tentang Menjadi Perempuan

images

Women empower one another

Memberdayakan, saling menguatkan.

Bukan memperdayakan ya 😀

Tumben banget ya judul postingan diblog ini rada berat, ini gue lagi kesambet jin judulnya. Pernah gak sih kita merasa gak berdaya, gak bisa ngapa-ngapain, terbatas pilihan hidupnya karena terlahir sebagai perempuan.

Perempuan dan bukan laki-laki.

 

Mudah-mudahan sih enggak pernah ya dan jangan sampe deh.

Tapi percaya enggak sih kalo ternyata disekeliling kita masih banyak perempuan yang terjepit disituasi yang bikin mereka merasa begitu tidak berdaya sampai kadang mereka sedih terlahir jadi perempuan.

Sedih loh gue, di tahun 2016 masih banyak perempuan yang merasa bahwa situasi mereka yang sulit itu karena tidak terlahir sebagai laki-laki.

Contoh 1 :

Santi (34 tahun) ibu rumah tangga dengan dua anak usia sekolah. Setiap bulan mendapat jatah uang belanja sebesar 700 ribu dari sang suami yang bekerja sebagai supir pribadi. Uang sejumlah itu harus cukup untuk makan sekeluarga selama sebulan, uang jajan anak sekolah,tagihan listrik dan biaya gas.

Cukupkah uang sejumlah itu?

Tentu tidaaak.

Kenapa gak minta ditambah aja uang belanjanya?

Sudah dan tidak berhasil.

Berapa gaji suaminya?

Dia tidak pernah tau, yang jelas suaminya masih mampu membiayai hobby memancing setiap hari.

Akibatnya Santi menjadi sangat bergantung pada kebaikan hati orang tuanya yang pensiunan PNS untuk membiayai pengeluarannya setiap hari. Dia malas berkonfrontasi dengan suaminya karena pasti ujungnya pertengkaran yang biasanya diiringi dengan perginya sang suami dari rumah dan itu memalukan apalagi mereka masih menumpang di rumah orang tua.

Contoh 2 :

Mimi (40 tahun) ibu bekerja dengan 2 anak usia remaja bersuamikan seorang wiraswasta dengan penghasilan jauh dibawahnya. Tidak pernah mendapat uang bulanan dari suami. Semua pengeluaran dibayar sendiri oleh Mimi. Suaminya temperamen bahkan untuk hal remeh seperti telat membukakan pintu. Berkomunikasi dengan mesra bersama suami adalah kemewahan yang sudah hilang bertahun lalu.

Mimi pernah terjerat hutang kartu kredit ketika anaknya jatuh sakit dan butuh biaya besar, ketika suaminya tau pecahlah ketenangan dirumah mereka oleh bantingan gelas. Suaminya menuduh Mimi berselingkuh dikantor sampai punya hutang kartu kredit.

Dimana sang suami ketika anak mereka sakit?

ada dirumah.

Tau gak sih dia biaya rumah sakit mahal?

entah, yang jelas suaminya tidak pernah bertanya pada Mimi darimana uang yang dipakai untuk membayar biaya perawatan anak mereka.

Pernah Mimi terpikir untuk bercerai tetapi kemudian diurungkan niatnya, karena pernikahan mereka dulu awalnya ditentang orang tua Mimi dan kehidupan sebagai janda belum tentu lebih baik daripada keadaan dia sekarang.

Jadi perempuan ataupun jadi laki-laki sama-sama tidak gampang, tapi dalam beberapa hal keadaan untuk perempuan terasa lebih berat.

Imej sebagai janda lebih berat disandang dibandingkan imej sebagai duda, ini kenyataan.

Perempuan yang meninggalkan anak dianggap lebih kejam dibandingkan lelaki yang melakukan hal yang sama, karena kita sebagai perempuan dipandang sebagai ibu yang menjadi sumber kasih sayang dan kelembutan.

Banyak faktor yang menyebabkan komunikasi dalam rumah tangga mandek tapi bukan kapasitas gue buat menasehati Santi atau Mimi mengenai hal itu. Yang jelas PR mereka dibidang itu banyak banget.

Yang pengen banget gue bahas justru bagaimana kita menjadi kuat ketika keadaan memaksa kita menjadi lemah. Perceraian? Gue tidak menyarankan ini, dan menurut pemikiran gue kalo masih bisa diperbaiki ya harus diperbaiki kecuali memang membahayakan keselamatan jiwa.

queen bDirumah atau diluar rumah jadi perempuan itu tidak boleh menye-menye alias cengeng, bukan berarti harus kekar apalagi kasar karena kelembutan sendiri adalah kelebihan kita.

Uang bulanan dari suami kurang? Join MLM sis Banyak kok cara mudah dan relatif minim modal untuk nambah penghasilan. Mamah gw pernah menerapkan sendiri belasan tahun lalu.

  • Bikin makanan kecil untuk dititipkan dikantin sekolah atau warung-warung. Cari makanan yang gampang dibuat dan tidak cepat basi. Tidak jago memasak? Tidak perlu bisa memasak semua jenis masakan cari satu aja yang kita bisa dan poles deh resepnya. Lontong bikinan kamu enak? ya jualan itu aja. Bisa bikin kering kentang yang lumayan rasanya kenapa enggak dijual?
  • Jadi pembantu pulang pergi spesialiasi cuci setrika, ada tetangga gw yang menerapkan cara ini dan berhasil tuh. Hari gini siapa yang tidak butuh pembantu sih? Rasanya pembantu di kota besar tuh lebih banyak demand dibandingkan supply nya, terbukti tiap habis lebaran kan. Zaman sekarang justru pembantu yang bisa milih mau majikan yang mana 🙂
  • Mengajar les mata pelajaran atau baca tulis untuk anak-anak. Percaya gak kalo buka tempat les itu tidak perlu modal dan cuma perlu niat? Lagi-lagi dibuktikan oleh tetangga gue, seorang ibu rumah tangga lulusan SMA yang sekarang mungkin muridnya hampir 50 orang. Ngerasa kurang jago mata pelajaran anak zaman sekarang? Tenaaang selalu ada celah kok, asal kita bisa baca tulis dan matematika sederhana sudah bisa jadi pengajar. Modal terbesarnya justru di kesabaran dan ketekunan mengajar.
  • Menerima titipan anak tetangga yang orang tuanya bekerja. Daycare ala-ala. Anak yang dititipkan bisa kita urus bareng sama anak sendiri dan kita dapat penghasilan tambahan.

 

Apa hubungannya memberdayakan perempuan sama nyari penghasilan tambahan? Bukannya harusnya suaminya yang menambah jumlah nafkah? Iiih keenakan suaminya dong.

Tenang ibu-ibu sekalian, sekarang gue tanya “Pernah gak ketika kita suntuk banget sama kerjaan dan kemudian memutuskan mengoles lipstick warna cerah dan rasanya jadi lebih baik?”

Bahkan dalam Islam kita dianjurkan segera mandi atau berwudhu untuk menghilangkan rasa marah, emmm kalo itusih karena setan katanya terbuat dari api yang sifatnya tentu saja panas.

Back to topic, menurut gue sih karena kalau perempuan mampu mencari tambahan nafkah untuk dia dan keluarganya disaat keadaan sulit seperti Santi dengan sendirinya rasa percaya dirinya akan tumbuh. Saat rasa percaya dirinya sudah tumbuh itu dia bisa menata kembali cara berkomunikasi dengan suaminya.

Tapi kan perempuan kalau bisa nyari duit sendiri sering kurang ajar sama suami?

Oh helllooowww *tabok pake konde* Kurang ajar atau tidak kurang ajar itu bukan ditentukan dari bisa atau tidaknya nyari duit tapi akhlak. Titik.

Itu si Mimi bisa nyari nafkah sendiri tapi kenapa malah merana?

Nah inilah yang tadi gue bilang, kurang ajar atau gak kurang ajar itu bukan disebabkan duit kok. Kalo buat ibu Mimi sih gw cuma bisa mendo’akan semoga dia selalu mendapat kekuatan dan kesabaran.

Kalo mau dapet nasehat dan solusi yang mantap mendingan konsultasi ke Bu Rieny yang di tabloid Nova itu.

Lah kagak ngasih solusi? Terus buat apa dibahas panjang lebar?

Supaya kalo ada adek-adek dibawah umur nyasar ke postingan ini mereka bisa tau, begini loh aneka macam problematika rumah tangga. Rumah tangga itu bukan sekedar ayo kita nikah pake baju yang bagus terus dipajang di sosial media.

Rumah tangga itu lebih dari sekedar bobo-bobo lucu tapi halal, perlu kerja sama juga komitmen untuk terus bersama.

Jadilah perempuan yang bukan cuma cantik tapi juga penuh kekuatan ya adik-adik perempuan sekalian, karena memang lebih enak menghadapi problema hidup kalau alis sudah rapi dan lipstick sudah terpoles *ehhh*

Jangan pernah menyesal lahir sebagai perempuan, karena hanya kita yang bisa punya bibir sepasang tapi lipsticknya selaci penuh. Karena sebagai perempuan kita tetap bisa jadi yang terdepan.

Buat yang masih belasan, tolong lah sekali-kali baca koran yang bermutu jangan cuma main instagram atau snapchat. Jadi perempuan cerdas, jangan malah minder dan pura-pura bego supaya kelihatan lebih imut (?). Indonesia itu memberi banyak kesempatan buat perempuan maju kok, kita punya menteri bahkan pernah punya presiden perempuan.

Jadilah cerdas, kuat dan mandiri dengan sendirinya kamu pasti dihargai oleh laki-laki. Dengan sendirinya kamu hanya akan didekati oleh mereka yang tidak kalah cerdas dan tidak minder pada kemandirianmu.

Sebagai penutup..

aadc

Kebayang gak kalo filmnya dilanjutin pasti mereka ribut melulu, karena rumah tangga gak cukup dibacain puisi doang 🙂