Arsip Bulanan: April 2017

Merapatkan Barisan

Belakangan ini gue lagi hobby menonton ulang stand up comedy nya Pandji Pragiwaksono yang Juru Bicara World Tour di Youtube, walaupun yang meng-upload bukan si empunya acara sih *sungkem sama mas Pandji*

I’ve been eyeing this guy for quite a long time, sejak stand up comedy muncul di Indonesia di 2011 lah. Bisa dibilang gue menyaksikan Pandji bertumbuh sampai dia sesukses sekarang. BTW, dia orang Indonesia pertama yang tour keliling dunia loh *tatap nanar media mainstream yang cuek sama hal ini*

Pandji-Pragiwaksono-Tur-Ke-24-Kota-Di-5-Benua

Pandji Pragiwaksono Tur Ke-24 Kota Di 5 Benua dan mamah gue gak kenal dia. Damn you Dangdut academy

Ada satu bit yang dia lempar dan menurut gue sangat menohok perasaan gue sebagai orang Indonesia. Bit itu ketika Pandji bertanya pada penonton yang hadir :

menurut kalian apa sih yang sudah dikerjakan bangsa lain dan belum dikerjakan sama bangsa Indonesia yang bikin kita enggak semaju mereka? (kurang lebih begini, mohon maaf kalo ada kata yang salah)

Kemudian penontonnya hening, persis kayak pas dikelas terus guru nanya pertanyaan yang susah. Dan memang pertanyaannya Pandji ini susah. Setelah keheningan sesaat dan beberapa jawaban yang ternyata kurang benar, Pandji memberikan jawaban atas pertanyaan ini.

Berkarya. Ini yang sudah dikerjakan bangsa lain dan belum dikerjakan bangsa Indonesia. Ini yang bikin orang Indonesia selalu jadi pekerja dan bukan pencipta karya. Bukan karena kita kalah pinter atau kalah canggih kemampuannya.

Orang Indonesia pinter-pinter kok, gak kalah sama orang dari negara luar. Kekayaan alam Indonesia luar biasa kok, lebih dari Singapura. Tapi kenapa bangsa kita begini-begini aja? Politik kah? Birokrasi kah? Apa sih yang bikin anak bangsa kita ogah berkarya?

Apa sih yang sesungguhnya mematikan kreatifitas anak bangsa kita untuk maju?

Let me share some fun fact :

  1. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berperan menyerap 97% tenaga kerja kita di tahun 2016;
  2. Pemerintah menaikkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 110 Trilyun di Tahun 2017 ini;
  3. Menteri Keuangan Republik Indonesia mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) biayai sektor Manufaktur dan UMKM;
  4. Pemerintah menargetkan 8 juta UMKM merambah dunia maya di 2020;
umkm online

Justru mereka yang kecil-kecil ini yang bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi

Bukan bermaksud jadi corong pemerintah yah, tapi sebagai PNS ya kali dah gue ngejelekin Pemerintahan kita, lepas dari masih adanya kekurangan disana-sini. Tapi gue tau kita bergerak ke arah yang lebih baik kok. Ibaratnya nih ya, pemerintah udah nyediain dananya, menyiapkan regulasinya, tinggal UMKM nya mau manfaatin apa enggak.

Tapi kenapa kita masih jarang mendengar merek asli Indonesia mendunia? Ada memang merek-merek asli Indonesia yang mendunia tapi jumlahnya belum banyak *dadah-dadah ke jco dkk*

Jangankan jadi merek yang mendunia, jadi tuan rumah di negeri sendiri aja merek asli Indonesia masih megap-megap.

Kenapa anak-anak Indonesia masih jarang yang bercita-cita jadi pengusaha?

Sudah ada sih sekolah yang memasukkan kewirausahaan ke dalam kurikulum mereka tapi lagi-lagi jumlahnya belum banyak. Kebanyakan kita mendidik anak-anak kita untuk jadi pekerja. Sedih ya.

Ini yang bikin kebanyakan anak-anak Indonesia gak punya keberanian untuk jadi pencipta karya. Mereka merasa lebih aman menjadi karyawan yang digaji dengan jumlah yang pasti daripada terjebak dalam ketidakpastian dunia usaha.

Mereka takut. Mereka tidak berani.

Mau sampai kapan?

Masing-masing kita yang punya jawabannya.

Politisi korup itu mungkin akan selalu ada, birokrasi ruwet pun belum punah. Tapi mau sampai kapan kita biarkan ketakutan kita menguasai kita? Mau sampai kapan potensi anak-anak kita dikurung dalam ketakutan?

Kita, orang tua, ayah dan ibu dari calon penerus bangsa loh. Bukan main-main tugas kita menyiapkan mereka supaya bisa tumbuh jadi orang yang tangguh menghadapi tantangan zaman dan kemajuan.

Gue nulis begini bukan karena gue merasa udah meneukan jawaban atas semua pertanyaan ini. Gue menulis ini karena hati gue gelisah. Karena gue mau berbagi kegelisahan yang sama. Karena gue tau pasti gue gak mungkin sendirian.

Wahai kalian orang tua seumuran gue diluar sana.  Kita yang dibesarkan sebagai generasi pekerja, apa kita mau mendidik anak-anak kita dengan cara yang sama?

Let’s Start a New Chapter

Pengumuman, setelah bekerja selama kurang lebih 8 tahun di sebuah kantor pajak disamping Pom Bensin di daerah Pejompongan sana akhirnya mulai hari ini 17 April 2017 mamah membuka lembaran baru.

Kagak resign tapinya yah, masih doyan makan gaji soalnya nya. Tepatnya mamah pindah ke kantor baru yang letaknya di sebelah supermaket di daerah Harmoni.

Gimana perasaan pindah kantor setelah 8 tahun?

Campur aduk, rasanya kayak udah dilamar Hamish Daud tapi akhirnya batal karena orang tua gak setuju masalah mahar, kayak ada pahit-pahitnya gitudeh. Tapi hidup toh memang penuh perubahan dan Hamish Daud udah bahagia ama neng Yaya.

Untuk menjaga kualitas postingan ini dan karena rasa tanggung jawab gue sebagai blogger berumur 30an maka akan gue bagikan informasi-informasi yang kiranya dibutuhkan dan dicari oleh netizen yang budiman.

maxresdefault

pria idaman dua juta umat lambe turah

Fakta dan Informasi penting dan berguna

  1. Tahukah anda bahwa kebanyakan penduduk dunia menderita jauh-genic alias cakepnya pas keliatan dari jauh dowang dan kebanyakan penderitanya tidak sadar akan hal tersebut?!;
  2. Wanita lebih mengutamakan kenyamanan dalam suatu hubungan sedangkan penampilan fisik menjadi prioritas kesekian saja. Buktinya?? Andika Kanjen Band laris-laris ajatuh gonta-ganti pasangan bandingin deh ama Nicholas Saputra;
  3. Harga cabe dan bawang bervariasi tergantung lokasi anda membeli kedua barang tersebut. Harga bawang di daerah Jawa tengah relatif lebih rendah dibandingkan harga bawang di daerah Bekasi;
  4. Tingkat ketahanan suatu hubungan jarak jauh berbanding lurus dengan tingkat daya tangkap sinyal provider telekomunikasi yang mereka gunakan;
  5. Harga bubur ayam relatif lebih tinggi dibandingkan harga lontong di seluruh wilayah Republik Indonesia;

Demikian beberapa fakta dan informasi yang telah disarikan dari berbagai sumber dan berdasarkan theorema Phytagoras dirasa bermanfaat bagi kehidupan para pembaca blog ini.

Sebagai penutup :

Itu yang  gagal pose sendirian dan kayak pohon tumbang tentunya adalah Joni kesayangan mamah. Emang si Joni ini konsisten ngeselin sampe akhir 😀

Mencuci tangan, langkah sederhana namun ajaib

Assalamualaikum…

Duileee lama ditinggalin sama mamah mudah-mudahan pembacanya masih pada setia yah *pandang nanar traffic blog*  Mohon maaf lahir dan batin yaa kalo beberapa bulan terakhir gak sempet di updet-updet blognya, biasalaah namanya juga artis lagi naek daon jadi banyak job off air keliling kampung.

*sungkem satu-satu ke pembaca blog yang ditutupin debu*

Rasanya kalo hidup lagi ruwet tuh pengen banget kembali ke masa kecil mamah dulu yang kerjaannya cuma maen layangan, maen petak umpet sama maen kasti tiap hari. Duh emang masa kecil itu is the best yah.

IMG_20170411_220310-01

Makanya mamah juga pengen banget ngasih kenangan masa kecil yang menyenangkan buat anak-anak dirumah. Pengennya sih mereka dibiarin bereksplorasi dengan bebas di lingkungan. Tapi emmm… takut malah sering sakit.

Awalnya yah mamah mikirnya kok kayaknya anak zaman sekarang lebih ringkih dan gampang sakit dibandingin zaman dahulu kala. Dulu mah kayaknya mamah bolak-balik maen hujan-hujanan, jajan sembarangan dan jarang mandi tapi sehat-sehat aja tuh 😀

Apalagi penyakit zaman sekarang tuh aneh-aneh dan bikin rambut para orang tua cepet ubanan kayaknya. Segala jenis flu mulai yang lokal, sampe flu singapura dan flu burung ada semua. Pusing gak sih jadi orang tua masa kini?!

Ternyata itu semua ada sebabnya loh, mau tau gak? Mau dong pastinya yaa..

*kepretin pake handuk basah*

Pada acara launchingnya Sabun Lifebuoy varian terbaru yakni Lifebuoy ActivSilver Formula mamah dapat jawabannya dari salah satu narasumber yang dihadirkan oleh Lifebuoy. Dari bibir merah merona DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, SpA (K) mamah akhirnya tahu bahwa:

Ternyata keadaan kuman zaman sekarang sangat berbeda dibandingkan keadaan kuman zaman kita kecil dulu. Kuman zaman sekarang justru semakin kuat.

Penyebabnya sih karena salah kita juga umat manusia yang konon mahluk paling cerdas dan khalifah dimuka bumi ini, antara lain:

  • Penggunaan obat antibiotik yang tidak tepat dan cenderung disalahgunakan. Haloo yang masih suka beli antibiotik tanpa resep dokter dan minumnya seenak udel Hamish Daud.
  • Kemampuan kuman beradaptasi dengan lingkungan. Kembali ke masalah antibiotik, falsafah “what doesn’t kill you make stronger” sepertinya dimaknai sepenuh hati oleh para kuman ini. Makin kita sembarangan make obat-obatan, mereka makin kuaaatt.
  • Tingkat polusi yang semakin tinggi serta gaya hidup yang kurang sehat.
  • Tingkat populasi dan migrasi penduduk yang semakin tinggi. Akibatnya yah banyak penyakit yang dengan mudah menyebar ke semua penjuru dunia. Literally, world without borders. Manusia boleh sok-sokan musuh-musuhan antar ras, suku atau agama tapi urusan penyakit kita berbagi dengan suka rela dan tanpa pandang bulu tuh. Sedih.

IMG_20170330_193255

Upaya pencegahan dari ancaman penyakit dan infeksi yang datang dari kuman-kuman ini sebenarnya sangat sederhana tapi disinilah peranan ibu-ibu alias mamah-mamah semua sangat diperlukan.

Cuci tangan pakai sabun dan mandi dua kali sehari sangat diperlukan untuk mencegah tubuh tertular kuman penyebab penyakit

Hayolah ngaku aja siapa sih yang paling cerewet dirumah untuk urusan beginian kalo bukan ibu-ibu kayak kita-kita ini. Buktinya artis Sissy Prescillia dan Sabai Morchek (yang bawa baby BJORKA si super imut) aja ngaku bahwa mereka yang paling ribet ngingetin suami dan anak-anak mereka untuk cuci tangan pakai sabun.

Mom Sissy bahkan sampai menyediakan wastafel di bagian depan rumah supaya sebelum masuk keluarganya selalu ingat untuk mencuci tangan loh.

Kapan sih saat yang tepat untuk mencuci tangan? *

  1. Ketika tangan kotor kalian semua suci aku penuh nodaaa
  2. sebelum makan
  3. setelah menggunakan kamar mandi
  4. setelah membuang ingus, bersin atau batuk
  5. setelah bermain ataupun menyentuh barang-barang rumah,
  6. setelah menyentuh binatang, termasuk binatang peliharaan,
  7. sebelum dan sesudah menjenguk orang sakit,
  8. setelah bermain di luar rumah, dan
  9. saat mandi.

*)sumber: www.lifebuoy.co.id

Mana sih yang lebih baik, cuci tangan pakai sabun atau pake hand sanitizer?

Ternyata cuci tangan dengan sabun dan air lebih baik, apalagi kalau kondisi tangan tampak jelas dan nyata ada kotoran (misalnya tanah, debu atau upil) pake hand sanitizer tidak akan efektif untuk membersihkan.

Selain dr.Ariani, Sissy dan Sabai hadir juga Bpk.Evan Rickyanto, Senior Brand Manager Lifebuoy. Pak Evan ngejelasin kenapa sih Lifebuoy akhirnya merilis varian ActivSilver Formula ini. Kenapa harus silver? Kenapa enggak gold atau diamond?

IMG_20170330_184231

Ternyata Silver sendiri sudah lama dikenal sebagai antibakteri yang efektif dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya penggunaan silver pada alat kesehatan yang terbukti dapat mencegah bakteri menempel hingga 99%. Penggunaan formula silver pada salep luka dan perban juga bisa membantu mengurangi berkembangnya bakteri pada luka.

Dengan terobosan terbaru ActivSilver Formula ini Lifebuoy berharap para ibu bisa mendapatkan produk terbaik untuk melindungi kesehatan keluarga dalam menghadapi kuman yang berevolusi semakin kuat.

Yuk mari kita mulai sehat dari diri sendiri, dari lingkungan terkecil dan kemudian kita sebarkan ke semua lingkungan. Jangan cuma rajin nyebar berita hoax di akun sosial media, atau aktif mengkhatamkan gossip di Lambe Turah tapi gak tau disekolah anaknya disediain sabun buat cuci tangan apa enggak?!?

“Love begin by taking care of the closest ones-the ones at home” -mother teresa-