Arsip Bulanan: Juli 2017

5 Hal Yang Gak Pernah Kamu Bayangkan Sebelum Punya Anak

Assalamualaikum,

Duhai teman-teman ku pembaca blog ini yang budiman di mana saja.

Gimana apa asisten rumah tangga udah kembali dari kampung halaman semua? Anak-anak udah mulai masuk sekolah?

Yang asistennya gak balik jangan sedih yaaa, sini-sini mendingan ngerumpi bareng mamah etty.

Buat teman-teman yang baru melahirkan, selamat yaa welcome to motherhood. Kemarin ini gue nengokin teman kantor yang baru saja melahirkan, duh rasanya langsung nostalgia pas zaman baru melahirkan anak pertama dulu.

Banyak hal yang sebelum punya anak gak pernah gue bayangkan bakal gue rasakan atau alami. Apa saja yaa? Yuk mari kita obrolin baek-baek 😀

  1. Melototin PUP orang lain

Seriuusss? Dua puluh rius malah. Dulu manalah gue kebayang bakal punya kegiatan melototin bahkan memperhatikan PUP orang lain. Lah PUP sendiri aja males liatnya. Bukan sekedar di liat sekilas tapi dipelototin dan diperhatikan teksturnya. Jangan dibayangin kegiatannya lah LOL. Tapi memang tekstur dan warna PUP bayi itu penting banget diperhatikan terutama di minggu-minggu awal kehidupannya.

Kehadiran bayi merah ini merubah dunia gue jadi makin meriah

Gak kebayang banget kan kegiatan macam ini sama anak perawan nan polos? *ketawa mak lampir*

  1. Mandi itu Kemewahan dan Sangat Menyenangkan

Yang namanya punya bayi kan emang gak seindah tampilan infotainment di mana sang ibu yang baru saja brojolan terlihat segar dengan pulasan make up tipis dan alis yang paripurna.Kenyataan nya? Ibu-ibu baru kebanyakan kucel karena kurang tidur dan badannya pliket karena hampir gak punya kesempatan mandi.

Seneng dong mamah etty yang zaman perawan gak suka mandi?

TET TOT, ternyata kalau habis ngelahirin badan kita masih keringetan melulu kayak zaman hamil. Terus ngurus bayi yang kecil mungil menggemaskan itu ternyata…CAPEK BANGET. Jadilah keinginan mandi berendam air hangat itu semakin menjadi. Tapi ya sulit terealisasi, mengingat bayi pas awal-awal minggu itu beneran nemplok ke ibunya terus sering nangis yang bikin si ibu makin susah mau mandi.

Saran gue buat ibu-ibu baru melahirkan, mandilah sesegera mungkin ketika bayi tidur. Selesai mandi langsung deh istirahat. Prinsip gue ketika masa nifas itu : BAYI TIDUR = IBUNYA TIDUR JUGA supaya badan si ibu juga tetap dapat hak nya untuk istirahat.

Tuh gue yang sebelum punya anak mandinya kalau bisa sehari sekali eh pas punya bayi pengen mandi tiga kali sehari saking gerah dan pliketnya badan*di lemparin sabun sama mamah gue*

  1. Diskonan Pospak (Popok Sekali Pakai) Itu PENTING BANGET

Zaman belom punya anak suka bingung liat ibu-ibu di Supermarket yang sampai rebutan kalau ada diskonan pospak. Makin gede diskonnya makin sadis rebutannya. Gue yang masih polos cuma bisa menatap iba para ibu itu.

Ehhh giliran udah punya bayi baru lah gue paham *sungkem pada para ibu pemburu diskon*

Ternyata harga pospak kalau gak diskon itu lumayan banget yhaa, kalau dikumpulin duitnya bisa buat beli tas Kate Spade tiap tiga bulan sekali. Untungnya zaman sekarang mah udah enak, mau nyari pampers murah gak perlu keliling berbagai Supermarket terus melolotin katalognya.

Klak-klik sebentar di MatahariMall.com tanpa perlu ganti daster kebangsaan yang pewe banget itu. Nyari diskon nya di rumah aja disambi nenenin bayi atau nonton drama korea. Hidup belanja online!!!

  1. Menyusui itu Gak Sekedar Menyodorkan Payudara

Dulu-dulu mah gue pikir menyusui itu hal alami dan secara natural akan bisa dilakukan semua perempuan. Semacam kalau boker tinggal ngeden gitu. Ternyata gue dulu begitu polos dan penuh kebodohan *sungkem sama mamah lagi*

Menyusui itu banyak cerita bahkan dramanya sendiri. Bukan sekedar sodorin payudara ke mulut bayi lalu tugas selesai. Wahai perempuan-perempuan yang sedang membayangkan punya bayi, coba persiapkan ilmu untuk menyusui juga ya.

Sekarang udah banyak banget forum-forum untuk para ibu berdiskusi dan sama-sama belajar. Banyak-banyak cari referensi bacaan juga  untuk mempersiapkan diri. Selain calon ibu, calon ayah juga mesti nambah ilmu. Buku Ayah ASI itu lumayan bagus, beliin buat para suami biar mereka ikutan belajar.

Ingat, menyusui itu juga perlu partisipasi dan dukungan suami dan orang di sekitar kita. Semangaaatttt.

  1. Hamil dan Melahirkan itu Walaupun Sakit Tapi Ngangenin

Ini bukan kode minta dihamilin lagi loh ya *pelototin suami*

Tapi beneran gak pernah kebayang dulu bahwa perut bengkak, kaki kram, pinggang panas karena beban kehamilan bakal gue kangenin.

walaupun hamilnya gak langsing kayak miranda kerr tapi ku rinduu gendut hamil dulu, sekarang masih gemuk sih tapi isinya lemak semuaa *crayyy*

Tapi sekarang  kalau liat ibu-ibu hamil di jalan gue suka kangen pas lagi hamil dulu. Bawa perut gendut yang isinya bukan lemak doang itu ku rindukaaaan *usap lemak di perut*

Melahirkan pun begitu, walaupun sakit (apapun prosesnya, melahirkan itu sakit) tapi kalau di ingat lagi kok kayaknya indah banget yaa.

Duh hamil lagi aja apa yaa #emakemaklabil

 

 

Review Film Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody, Segelas Kenyamanan dalam Balutan “Bromance” Yang Kental

Buat Penggemar film pasti gak asing dengan judul “ Filosofi Kopi “ sebuah film karya anak negeri yang  sukses merebut perhatian bukan hanya penggemar film tapi juga penggemar kopi. Gak percaya? Lihat saja sekarang ada dua  kedai “Filosofi Kopi” di Jakarta, walaupun “tiwus” sang kopi legenda gak ada dalam daftar menunya.

Nah buat penggemar Film, lewat kisah di Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody inilah sutradara Angga Dwimas Sasongko mencoba memuaskan rasa penasaran kita pada kelanjutan petualangan dan persahabatan Ben dan Jody.

Apa sih hal terklasik yang menurut kamu bisa merusak persahabatan?

Jawaban gue selalu : DUIT dan CINTA

Dan itulah yang terjadi pada film ini, jalan persahabatan Ben (Chicco Jerikho)  dan Jody ( Rio Dewanto) digoyang oleh isu cinta juga. Siapa yang jatuh cinta? Pada siapa jatuh cintanya? Sebentaarr biar kita mulakan perjalanan ini dengan kisah awal perjalanan Ben dan Jody dengan kedai VW Combi nya bertualang di indahnya alam Jogja dan Bali.

Semua tampak begitu indah dan damai, sampai kemudian satu persatu barista andalan mereka mengundurkan diri demi mewujudkan mimpi masing-masing dan menghempaskan Ben dan Jody pada sebuah kenyataan yang pahit.

Di iringi alunan lagu “ Zona Nyaman” dari Fourtwnty, Ben mendapat ilham bahwasanya mereka harus kembali membuka kedai tetap di….JAKARTA. Padahal kan dulu kedainya yang di Melawai udah dijual buat modal bikin kedai keliling ini.

Akhirnya lewat perjuangan sedikit berliku, Ben dan Jody berhasil membuka kembali kedai “ Filosofi Kopi” mereka di Melawai. Dengan bantuan seorang investor cantik, Tarra ( Luna Maya) dan barista baru mereka Brie (Nadine Alexandra, yang sumpah mau di dekil-dekil kayak gimana juga tetap cantik paripurna) kedai mereka bukan saja buka kembali tapi juga makin sukses.

Kehadiran dua tokoh baru inilah yang membuat jalinan cerita Filosofi Kopi 2 ini terasa lebih kompleks dibandingkan film pertamanya dulu.

Dan konflik pun di mulai

Cinta dan dendam masa lalu mengguncang persahabatan Ben dan Jody. Formula yang bisa dibilang sangat klasik. Tapi seperti secangkir cappuccino di kedai kopi kesayangan kita, formulanya boleh klasik tapi gak melunturkan kenikmatan kita untuk menikmati setiap tegukannya.

Begitupun alur film ini, walaupun sejak separuh film gue sudah bisa menebak ke arah mana konflik akan bergulir tapi toh gue tetap menikmati setiap adegan yang disajikan. Ditambah penyajian keindahan alam kota Yogyakarta dan Toraja (selain juga Bali, Makassar dan Jakarta yang menjadi lokasi pengambilan gambar)  yang membuai mata, secara keseluruhan film ini enak di tonton. Sinematografinya sedap banget dah, film kedua yang bikin gue kangen kota Yogya setelah AADC 2 dulu itu.

Hal-Hal Yang Paling Gue Highlight dari Film Ini

  • Betapa kuatnya “ bromance “ tokoh Ben dan Jody, chemistry yang luar biasa dari pemeran-pemerannya bikin kita dengan mudah terhanyut pada konflik dan persahabatan mereka berdua di film ini.
  • Cintai apa yang kamu kerjakan, kerjakan yang kamu cintai. Seperti lirik lagu Foutwnty “ Bekerja bersama hati, kita ini insan bukan seekor sapi”. Hati dan rasa yang membuat pekerjaan yang kita kerjakan berbeda dengan mesin atau binatang. Mirip-mirip nasehat mantan boss gue dulu nih : “ Kerja itu capek dan bikin pusing, makanya selalu niatkan untuk beribadah supaya kita enggak kehilangan nilai dalam hidup. Kalau kerja cuma asal selesai kamu nanti gak beda sama kuda atau sapi “
  • Banyak banget percakapan film ini yang penuh makna dan quoteable. Kekuatan permainan kata dari penulis scenario yang patut di acungin jempol. Ku sukaaaa.
  • Lagu-lagu di film ini enak gila. Kelar nonton film ini gue gak berhenti nyanyiin ” zona nyaman” nya fourtwnty di dalam hati. Chicco dan Rio ikutan ngisi soundtrack film ini loh. Selain mereka juga ada deretan musisi keren lainnya.

Kesimpulan gue setelah nonton film ini

Ini film yang sangat nyaman di tonton. Jangan berharap ada kejutan yang mencengangkan, alur dan konfliknya justru terasa nyata dan gak lebay. Satu-satunya yang kurang dari film ini menurut gue adalah chemistry Ben (Chicco) dan Luna Maya yang meranin Tarra. Entah mengapa tapi menurut gue chemistry nya justru kalah jauh dengan Ben dan Jody yang emang juwaraakk.

Satu lagi : Indonesianya itu alamnya indah dan kaya banget. Lewat secangkir kopi aja kita bisa dapat berjuta kisah dari tanah tempat kopi itu di tanam.

Di film ini ada beberapa daerah penghasil kopi yang ditampilkan dan sukses bikin gue terkagum-kagum. Ah semoga di masa depan segala kekayaan alam ini tidak rusak dan bisa dinikmati anak cucu kita.

Oiyaaa filmnya beredar mulai tanggal 13 Juli 2017, ayo nonton lah di bioskop jangan lupa ngajak orang-orang kesayangan. Kelar nonton tiketnya jangan dibuang yaa karena bisa ditukarin sama 1 gelas kopi di kedainya Filosofi Kopi.

Satu hal lagi 1 tiket film ini sama dengan 1 bibit kopi untuk ditanam di merapi sana. Sebuah sentuhan film ini yang juga bikin gue terharu.

Ayo yang penasaran sama kelanjutan kisah Ben dan Jody buruan nonton Filosofi Kopi 2 ini yaa.

Sibuk Bersilaturahmi di Hari Lebaran Jangan Sampai Lupa Hal Ini Yaa

Assalamualaikum,

Hai hai semuanyaaa, sebelumnya mamah etty  mau mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua teman yang merayakan,

Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum.

Semoga kita semua bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan ya gaees

Semakin bertambah tua *uhuk* banyak hal dari perayaan Lebaran yang gue rasa makin berubah. Kalau dulu semasa kanak-kanak yang paling gue tungguin adalah uang angpau dari encang-encing-engkong dan para handai taulan yang baik hati.

Sekarang esensi perayaan Idul Fitri buat gue pribadi lebih mempererat silaturahmi dengan tetangga dan semua saudara.

Saling bersalaman dan memohon maaf atas segala khilaf yang selama ini kita perbuat. Menyadari bahwa sebagai manusia kita semua tidak lepas dari kesalahan-kesalahan yang sadar atau tidak sadar kadang menyakiti orang lain.

Apa persamaan yang enggak mudik dan yang mudik

selama perayaan hari Lebaran?

Jawabannya : Sama-sama gak ada di rumah dan sama-sama ngabisin uang THR

Yang mudik pastinya ada di kampung halaman bersama keluarga di sana. Yang enggak mudik biasanya bersilaturahmi ke teman dan keluarga dan tentunya jalan-jalan ke tempat-tempat wisata buat nyenengin anak-anak.

Gue sebagai orang Jakarta asli jelas gak perlu mudik karena sudah berada di kampung halaman sendiri setiap hari. Tapi selama hari Lebaran kemaren jadwal bersilaturahmi padat merayap kayak jalan ke arah puncak di akhir pekan cuy.

Sibuk Bersilaturahmi di Hari Lebaran

Jangan Sampai Lupa Hal Ini Yaa :

menjaga asupan makanan dan minuman anak-anak selama musim libur Lebaran, terutama kalau anaknya masih bayi.

Tau sendiri lah ya menu lebaran kebanyakan rumah tangga di Indonesia kan hampir sama : aneka olahan daging, ketupat, opor dan aneka kue kering. Rasa masakannya pun cenderung gurih dan pedas karena konon makanan bercitarasa pedas lebih menambah nafsu makan.

Yang dewasa tentunya senang-senang aja ya, tapi anak-anak apalagi yang batita kayak Rayna manalah bisa. Makanya walaupun dalam jumlah sedikit gue tetap memasak menu tersendiri untuk anak-anak selama Lebaran.

Menunya masakan sehari-hari yang sederhana, karena ibu nya kan udah ribet ngurusin perintilan lainnya. Lebaran kemarin gue sempetin masak:

  • sup sayuran ( tambahan isi bervariasi antara rolade, bakso dan sosis);
  • tahu-tempe goreng ( beli agak banyak lalu masak dengan bumbu untuk ungkep ayam. Bisa disimpen di freezer beberapa hari nih karena tukang tahu-tempe libur selama Lebaran);
  • ayam goreng;
  • buah ( buat yang dewasa sih : RUJAKAN, yeeayy);

Selain asupan makanan pokok gue juga berusaha menyediakan cemilan buat anak-anak. Biasanya gue suka cari resep-resep camilan yang gampang dan praktis di forum ibu-ibu atau di cookpad.

Enaknya zaman sekarang tuh nyari informasi gampang banget yaa, mau cari resep tinggal klik sedikit, mau nyari review apa aja semua bertaburan di dunia maya.

Cuma yaa kita sebagai orang tua harus bisa memilah informasi mana yang terpercaya jangan sampai tertipu apalagi terbawa emosi gara-gara informasi yang ternyata hoax belaka. Rugi lahir batin bu.

Nah kalau menurut informasi terpercaya dari dokter, buat bayi cemilan itu bagusnya bukan cuma bernutrisi tapi juga yang merangsang perkembangan motoriknya. Karena lewat kegiatan bayi menggenggam dan belajar makan cemilannya sendiri bisa sekalian melatih motorik kasar dan halusnya.

Makanya gue selalu ngusahain cemilan buat Rayna itu finger snacks, biar jari-jari mungilnya rayna terlatih megang makanan. Menu cemilan Rayna biasanya berputar di sayuran kukus yang di potong seukuran korek api dan biskuit bayi aneka rasa.

Pas lihat di instagram nya Promina sekarang punya varian produk cemilan baru gue langsung semangat, secara yaa Promina ini nama yang melekat banget buat produk makanan bayi yang mutunya bagus.

Nah sekarang selain biskuit bayi sekarang Promina punya Promina Puffs buat cemilan bayi. Bentuk kemasannya pun ringkas dan ada tutup sealnya yang bikin praktis dibuka – tutup plus gak gampang melempem jadi enak dibawa kemana-mana buat nemenin silaturahmi Lebaran kemaren.

Promina Puffs dengan Kemasan mungil yang praktis banget buat dibawa-bawa nemenin kegiatan kita

Teksturnya si Promina Puffs ini juga pas banget buat bayi 8 bulan ke atas, gampang lumer di mulut jadi gak akan bikin bayi kita tersedak kalau nyemilin puffs ini. Varian rasanya ada dua : Pisang dan Blueberry. Rayna sih suka banget sama yang rasa pisang.

Apalagi bentuknya juga imut-imut, bunga kecil-kecil gitu. Gemaaassshh.

Soal kandungan nutrisinya sih gue gak perlu khawatir yaa karena Promina udah mikirin itu semua, buktinya dalam bentuknya yang mungil, imut-imut ini Promina Puffs mengandung 7 vitamin, omega 3, omega 6 dan tinggi kalsium juga. Rasa buah yang dipakai sama Promina puffs juga didapat dari sari buah asli loh. Aman dan bikin tenang hati ibu-ibu banget dah.

Makanya kemaren gue nyetok agak banyak buat ditaro di mobil, selain air minum dan bekal, Promina Puffs ini penyelamat di kala macet selama libur Lebaran. Gue selalu ngusahain jam makan anak tetap teratur sih walau lagi liburan. Walaupun jadi lebih ribet karena harus menyiapkan perbekalan ini-itu gapapa deh ibu relaaa…

Reaksinya Rayna pas nyobain Promina Puffs ini pun lucu banget, karena bentuknya mungil makanya Rayna semangat masukin tiga keping puffs langsung. Ihhh kamu kok nafsu ngemilnya persis ibu sih nak *tutup muka pake lap dapur* memang Promina Puffs cemilan yang tepat banget nih buat Rayna.

Karena kemasan Promina Puffs ini mungil Rayna lebih suka megang sendiri bungkusnya kalau dia mau nyemil. Di bawa sambil jalan-jalan, sok gedee banget siih anak bayi ibuu.

Buat ibu-ibu kalau butuh informasi lebih mengenai produknya bisa liat Facebook nya Promina juga loh.

Walaupun aktif bepergian kemana-mana bukan berarti kita gak bisa ngasih cemilan yang bernutrisi baik buat anak-anak, sayang kan kalau tumbuh kembang anak yang CUMA SEKALI gak di dukung secara benar.

 

Oiyaa kalau mau tips aman bepergian bisa baca di  :

kunci mudik aman

Pengen ngintip cerita liburan Lebaran kita tahun lalu juga bisa loh :

Private beachnya Ocean Queen Resort, Pelabuhan Ratu