Category Archives: Bukubuku

Wiro Sableng 212

Bukaaan, ini bukan mau ngebahas restoran seafood bernama serupa yang lokasinya di Kelapa Gading sana dan kebetulan kepiting soka telor asinnya favorit gw banget itu.

Tapi kalo ada yang ngirimin kepiting soka telor asin boleh lah, nanti alamat kantor gw kirimin lewat email *kitamah anaknya optimis sis*

Ini gw masih ngebahas edisi karya anak bangsa dibidang tulis-menulis, hebring kan yaa mamah etty bacaannya Wiro Sableng 😀

Udah pernah baca bukunya semua belom duhai pembaca blog saya yang sebulan terakhir makin sedikit? Minimal kalo kita seumuran, 31 tahun *uhukk* pasti pernah nonton sinetronnya pada zaman dahulu kala ya.

Sayangnya gw gak suka sinetronnya, karena menurut gw pemeran Wiro Sablengnya kurang ganteng, konyol sih tapi gak sekeren yang digambarkan di buku-bukunya yang bikin pendekar-pendekar cewek  rela buka kancing kebaya tergila-gila.

Penulis serial Wiro Sableng sendiri kebetulan mantan calon mertua gw om Bastian Tito, ayahanda dari mas Vino G. Bastian yang senyumnya sempat menghiasi bunga mimpi mamah selama beberapa bulan. Sayangnya kemudian kisah kami berakhir tanpa kepastian.

Karakter Wiro Sableng (sumber: Wikipedia)

Jika dicermati, terasa sekali perubahan karakter, sifat dan sikap Wiro seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia. Sejak Wiro masih muda dan masih sableng-sablengnya hingga dewasa, sedikit demi sedikit pribadinya berubah menjadi lebih bijaksana dan berpikirnya pun lebih dewasa serta mengurangi kesablengannya yang kadang menyakiti perasaan orang lain.

Walaupun sedikit ceriwis dan banyak disukai bahkan disayangi gadis-gadis cantik, tapi Wiro bukanlah tipe laki-laki brengsek pengobral cinta. Apalagi mulai dari episode Wasiat Iblis dan seterusnya, Wiro mengalami proses pendewasaan dalam dirinya, mulai dari cara berpikir maupun sikap dan tingkah lakunya.

Jumlah novel Wiro Sableng sendiri ada buanyaaakkk, asli, ratusan. Produktif banget emang Om Bastian ini. Sedangkan garis besar cerita Wiro Sableng sendiri tuh mengenai petualangan si Wiro (yang nama aslinya Wiro Saksana) putra semata wayang Raden Ronoweleng dan Suci yang sejak bayi diangkat sebagai murid oleh Pendekar Sakti dari Gunung Gede Eyang Sinto Gendeng (nenek-nenek loh ini) karena kedua orangtuanya dibunuh secara sadis oleh kawanan penjahat.

Tapi tolong jangan tanyakan apakah Wiro Sableng ini minum ASI ekslusif apa enggak, atau gimana perasaan si Wiro yang dibesarkan oleh Working at Home Eyang dan bukan Full Time Mom. Jangan tanya juga si Wiro ini di vaksin lengkap apa enggak yaa, karena sejak zaman dahulu kala itu perkara yang sensitip.

Ketika beranjak dewasa (17 tahun) dan telah menjadi pemuda gondrong, tengil tapi ganteng dan berilmu kanuragan tinggi si Wiro itu bertualang sambil membasmi kejahatan (sampe ke Jepang loh, hebriiing bener deh Kang Wiro inih)

Itulah garis besar isi novel-novelnya Wiro Sableng ini, petualang Wiro melawan penjahat-penjahat (kadang pejabat juga sih) yang lalim dan diselingi munculnya cewek-cewek kece entah itu pendekar, putri atau sekedar gadis desa yang polos kayak gw *benerin kemben melorot*

Settingnya sendiri mengambil masa pemerintahan kerajaan Mataram dan kerajaan Padjajaran masih eksis (tapi perkiraan tahun tidak dapat dipastikan). Dimana tempat nongkrong favorit adalah kedai (untuk laki-laki) dan pinggiran kali (untuk perempuan) dan usia 35 tahun dianggap sudah paruh baya *histeris*

Walaupun jumlah novelnya ratusan, tapi WIro Sableng ini tetap digemari loh pada zamannya. Bahkan rekor penjualan salah satu serialnya yang berjudul Guci Setan menembus angka 924.078 eksemplar pada tahun 1994.

Buat temen-temen yang sekarang jadi penasaran pengen coba baca, bisa donlot versi pdf nya di sini lengkap banget sis, bahkan ada karya-karyanya om Bastian Tito yang lain selain di Wiro Sableng 212 ini disitu.

Konon, konon loh ya ini, alias masih kabar burung, katanya di tahun ini akan ada versi adaptasi baru dari Wiro Sableng ini. Embuh itu jadinya shitnetron atau justru film layar lebar. Mudah-mudahan sih hasilnya bagus yah walaupun hati ini meragu 😀

Sekian pembahasan singkat mengenai Wiro Sableng.

Salam Kapak Nagageni 212!!!

 

 

Buku Antik

Sebagai orang yang ngaku-ngaku suka baca tapi jarang baca UUD 1945  gw sebenernya udah lama penasaran sama kitab-kitab warisan nenek moyang kita zaman dahulu kala.

Ya kitab-kitab semacam Sutasomanya Mpu Tantular, Negarakretagama nya Mpu Prapanca dan tak lupa buku stensilan karya Anni Arrow.  Karena rasanya lewat buku-buku itu kita bisa ngintip sedikit gambaran kehidupan leluhur kita dulu.

Jujur yaa gw penasaran banget, walopun konon isinya bukan menggambarkan kehidupan masyarakat umum. Sutasoma sendiri ceritanya semacam hikayat seorang putra raja bernama Sutasoma yang melarikan diri karena gak mau dinikahin (see? Siti Nurbaya you’re not alone) karena dia sendiri pengen jadi pertapa gilee hipster bener dah ini pangeran.

Nah kitab Sutasoma ini menceritakan apa yang terjadi sepanjang perjalanan, btw setelah selesai pertapaannya dia pulang dan menikah dan dinobatkan jadi raja.

Agak kurang seru? Ishhhh, kalo ente ngarepnya ada vampir-vampir berbedak tebel atau serigala dan harimau jadi-jadian sih pasti kecewa. Tapi tahukah ente kalo dari kitab inilah semboyan negara kita Republik Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” berasal?

Nah dalam kitab ini emang makna Bhinneka tunggal ikanya sendiri lebih ditekankan pada agama Hindu-Buddha sedangkan untuk semboyan negara kita maknanya diperluas menjadi menghormati segala perbedaan.

Diperkirakan kitab ini ditulis antara tahun 1365 dan 1389, jadiii adek-adek gemes sekalian sejak zaman dahulu kala perbedaan itu sudah ada tapi jangan dijadikan alasan untuk tidak bersatu dong ah.

Berminat baca buku ini?

sutasomaAda kok edisi dengan terjemahan bahasa Indonesia nya (karena versi asli berbahasa Sanksekerta) terbitan Komunitas Bambu. Gak ada salahnya dikoleksi buat bahan bacaan dirumah loh, diselipin disela-sela novel-novel masa kini koleksi bunda-bunda sekalian juga kayaknya lucu loh.

Mamah sendiri udah punya?

Beloooom *kemudian diselepet bunda-bunda blogger*

Huahahahhahahaha tenaang, dalam proses kok (maksudnya tukan buku di Blok M Square lagi nyariin buat mamah).

Mari bunda kita pelihara salah satu warisan budaya peninggalan leluhur kita *benerin keris*

Tempat Belanja Buku dan Majalah Bekas dan Murah di Jakarta

Seperti yang sering gw sebut-sebut di blog ini, gw ini perpaduan antara bokek dan pelit. Kesian ya? 😀

Tapi seperti manusia lain pada umumnya, bahkan orang sepelit gw butuh hobby untuk menjaga kewarasan otak. Nah salah satu hobby gw adalah baca, entah itu komik, novel bahkan ke majalah. Tapi komik dan majalah punya ruang khusus tentunya di hati gw. Karena beda sama novel atau buku lainnya bacaan semodel komik dan majalah itu nyaris gak perlu usaha lebih ketika membaca, istilahnya gak perlu mikir cuy.

Nah sebagai orang pelit, gimana sih nyiasatin hobby membaca ini supaya gak bikin dompet suami jebol? Beli yang bekas dong kakaaa. Karena untuk komik gw gak sudi beli bajakan (giliran buku buat kuliah ngebajak) sedangkan majalah manalah ada bajakannya.

Setelah mengarungi Jakarta, inilah daftar beberapa tempat yang menjadi target gw ketika butuh bahan bacaan baru.

1. Lantai Basement Blok M Square

Disini surganya kalo nyari komik lawas atau baru, banyak juga yang jual novel baik bahasa inggris atau indonesia yang bekas tapi kondisi prima. Gw pernah nemu buku resep annabel karmel yang ada bonus topi koki ciliknya segala disini, tapi gak gw beli soalnya harganya 70 ribu 😀

Hasil buruan gw disini antara lain :

Komik monster (uuuyeaaahhh baby), Pengantin Demos, Komik-komik pak suami yang  judulnya gw gak paham dan ceritanya gw gak minat (cuih). Beberapa buku cerita bahasa inggris buat Shira yang harganya cukup 20 ribuan saja.

Temen gw pernah dapet komik Candy-candy satu set disini harganya 250 ribu. Suami gw punya pin BB penjual komik langganannya dia disini, kalo gw gak gak suka terikat yah *kibas poni*

Kalo komik cabutan harganya 10 ribu/3 pc, maksudnya komik cabutan tuh komik yang dijual satuan. Murah banget kan? Gw sering banget ngabisin 50 ribu beli yang beginian dan dapet sekresek hihihihihi. Favorit gw tuh komiknya Archie Andrews yang kalo disini harganya 5000 – 7500/pc eh tapi semua harga disini tuh harga sebelum BBM naik ya kawan-kawan jadi kalo ada kenaikan 1-2 ribu rupiah harap maklum.

Kalo lagi main kesini dan kebetulan laper bolehlah maen ke food court nya, tapi jangan pesen tom yum yang harganya murah meriah tapi rasanya kayak sayur asem. Saran gw, pesennya ikan atau ayam goreng pake sambel aja udah paling benerlah itu.

Atau kalo mau usaha cari makan jauhan dikit ya mendingan keluar arena Blok M Square deh.

2. Lantai 4/5 Thamrin city

Sebelum sering main ke Blok M square gw lebih dahulu menjelajah Thamrin City ini, tapi jeleknya pengelola disini tuh mereka sering banget mindahin lokasi para penjual buku disini. Jadi pernah dong gw muter-muter gak ketemu tokonya mereka karena tiba-tiba berubah menjadi penjual korma, tak taunya mereka di pindah ke lantai lain 🙁

Mungkin karena sewanya termasuk murah untuk ukuran lokasi di tengah kota (taun lalu sewanya cuma 5 juta per tahun untuk satu kios ukuran 2×2 m) jadinya mereka rela walaupun sering digeser-geser pihak pengelola.

Highlight gw belanja buku bekas disini tentunya satu set komik candy-candy seharga 90 ribu dan 2 bundel majalah Bobo terbitan tahun 1983 – 1984 yang masing-masing terdiri dari 15 edisi kemudian di bundel dan dijilid hard cover, harganya 60 ribu/bundel *nangis terharu*

Langganan gw disini namanya Mas Aji, dia ini dulunya pekerja kantoran yang kemudian banting setir jualan komik dan buku bekas. Kalo mau pesen dicariin komik tertentu juga bisa loh.

3. Asemka

Kalo disini gak ada yang jualan komik, kebanyakan penjual disini koleksinya tuh majalah. Ada juga sih yang jualan buku tapi koleksinya gak terlalu banyak.

Dimana sih asemkanya?

Nah lu tau Asemka yang jualan perlengkapan ulang tahun itu? Dari pasar asemka itu lurus terus aja, nyebrang dikit sampailah kita ke pinggiran ruko-ruko yang jualan mainan juga nah para penjual majalah ini ada di emperan toko-toko itu.

Biasanya yang gw beli disini tuh majalah gogirl (tutup muka pake akte lahir yang ada tulisan 1984 nya), majalah ummi (kibasin jilbab), majalah Femina dan majalah-majalah lainnya. Harganya sih murah banget 10 ribu/3pc untuk majalah yang tipis semodel gogirl atau femina, 5 ribuan untuk majalah Cosmopolitan atau Dewi.

4. Kwitang

Ini sepertinya udah melewati masa kejayaanya, padahal zaman gw SMA dulu yaitu tahun 2000-2003 kwitang ini surganya buku bekas dan buku murah. Sekarang sih cuma ada segelintir aja penjual buku bekas dan murah disini.

Emang sih daerahnya jadi rapi dan bebas macet karena dulunya lokasi jualan buku-buku itu ya dipinggir jalan kwitang raya. Tapi kalo masih mau mengenang masa lalu kisah percintaan Rangga dan Cinta sambil nyari buku “Aku” ya boleh banget.

aku

Lagian kan lokasinya kwitang ini sebrang-sebrangan sama gudangnya masakan Padang di Senen itu, jadi boleh banget lah beli buku diktat kuliah adek atau keponakan terus beli tunjang, cincang atau bebek lado mudo. Sedaaaappp.

5. Gramedia

Tunggu, jangan protes dulu. Gramedia emang gak jualan buku, komik atau majalah bekas dan harga bukunya dalam kondisi normal emang gak murah-murah amat tapiii ada loh saatnya si Gramedia ini mengadakan diskon 30% all item (kecuali elektronik dan perintilan mahal macem pulpen om-om).

Kapan diskon itu terjadi?

Biasanya perhelatan diskon ini digelar ketika toko Gramedia ini ulang tahun, dan tanggal ultah semua toko enggak sama. Contohnya Gramedia Grand Indonesia, kalo gak salah ulang tahunnya jatuh antara 24-26 Desember. Gw sih gak ngerti kebijakan ini berubah apa enggak, tapi gw pernah ngalamin masanya nungguin diskonan ini untuk beli buku-buku baru nan mahal itu.

Sebagai pasangan yang masa pacarannya banyak di isi dengan baca buku gratis di gramedia, kayaknya hampir setiap bulan gw sama suami beli buku ke sini, lokasi gramedia favorit kami tuh tentunya Gramedia Matraman karena gedaaaa dan tentunya penuh kenangan masa pacaran dulu.

Selain beli buku, kami biasanya makan siang di Mie Ayam Mas Boy atau Bakso bang Erik.

what does your bookshelf says about you

Nahhh judulnya tentunya harus bombastis, padahal isinya cuma mau ngebahas buku-buku gw aja. Jadiii sejak berpacaran dan kemudian bersuamikan si tampan kesayangan ku itu koleksi buku dan komik gw bertambah secara masif. Bayangin deh, kami kan mulainya dari 0 yah waktu awal nikah dulu alias buku di rumah ortu masing-masing gak diboyong. Sekarang berapa jumlah komik kami setelah nikah 6 tahun? 750an dan akan terus bertambah. Tapi tentu saja gak ada komik yang bergenre hentai atau ecchie yah, gilole miara yang begituan dirumah 😀 😀

Novel dan buku-buku lainnya jelas gak sebanyak jumlah komik, baru sekitar 100an. Nah dengan jumlah koleksi sebanyak itu maka bisalah kita telaah kepribadian kami berdua dari jenis-jenis bacaannya.

Untuk komik koleksi kami meliputi,

  1. Serial detektif atau aksi yang memerlukan penyelidikan ala-ala CSI. Terdiri dari : detektif Conan (yang rauwis-uwis), detektif Kindaichi (yang kok tamatnya cepet amat), Yugo the Negotiator (ini keren deh, tapi jeda terbitnya lama banget kayak keong beranak), Q.E.D (mostly soal matematika pemecahannya, kadang otak udang gw gak nyampe);

    yugo

    gambar dari tezumo.blogspot.com

  2. Serial olahraga dan petualangan, biasanya ceritanya tentang orang yang tadinya cupu terus lama-lama berkembang jadi jagoan. Terdiri dari : Fight Ippo (edaaan udah 90an edisi ini) yang ceritanya berlatarkan dunia tinju dan Kung Fu Boy, ini ada dua jenis yang terbitan lama dan terbitan baru (dua-duanya kami punya, freak emang);

    gambar dari mangapanda.com

    gambar dari mangapanda.com

  3. Happy-happy joy-joy, nah ini wilayah khusus nyonya etty karena kadang ceritanya sering aneh atau terlalu remeh temeh yang mana suami ku gak demen. Koleksinya terdiri dari : My Heavenly Hockey Club yang ceritanya soal klub hoki di sekolah anak orang kaya tapi kerjaannya bertualang nyari makanan enak (iriiii aku iriiii), Yakitate Japan cerita soal pembuat roti yang sumpah absuurd banget ceritanya, yang rotinya bisa ngerubah orang jadi boneka kadang binatang pernah juga jadi celengan (iki opooo);
    gambar dari http://greendeecorner.wordpress.com/2011/07/

    gambar dari http://greendeecorner.wordpress.com/2011/07/

    gambar dari gamefags.com

    gambar dari gamefags.com

  4. Anak-anak tapi bermuatan positif, aneh ya? jadi maksudnya tokoh utama serialnya sih anak-anak tapi justru banyak hikmah yang bisa diambil orang dewasa kalo baca cerita ini. Tapi ini menurut gw aja loh ya, bisa jadi efeknya di orang lain beda. Koleksinya belom lengkap nih, tapi gw suka Yotsuba&i yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari anak bernama yotsuba yang bapaknya single parent. Ceritanya ringan dan manis kayak jajanan rambut nenek tapi gw kalo baca ini jadi banyak merenung mikirin hubungan gw dan shira kedepannya gimana. Terus juga ada serial Mikko yang tokoh utamanya si Yamada Mikko murid kelas 5 SD bersama teman-teman dan keluarganya. Ini bagus banget dibaca buat ibu-ibu deh, kadang tepat banget menceritakan sesuatu dari sudut pandang anak;

    gambar dari comicsand.blogspot.com

    gambar dari comicsand.blogspot.com

  5. Serial Cantik dan ganteng, hihihihii jadi sebelum gw sesangar dan sejudes sekarang, dulu gw sempet jadi gadis kecil yang memimpikan pangeran tampan kaya raya dan baik luar biasa akan datang ke hidup gw dan kami hidup bahagia selama-lamanya (kalo bisa sih tampangnya kayak Nicolas saputra, teteuuppp). Nah koleksi genre ini terdiri dari : Candy-candy (yang gw dapet bagai jackpot karena harganya cuman 90 ribu) , Pastel Mood (golden book dan angin musim gugur), Miss Modern tapi yang terbitan baru yang terbitan lama belom nyari. Sama ada beberapa serial lainnya, mostly forgetable banget dan cenderung template yah ceritanya, pemuda tampan ketemu pemudi cantik (atau gak begitu cantik) dan kisah cinta yang menye-menye;

    gambar dari mangatank.com

    gambar dari mangatank.com

  6. Serial yang agak suram, ini gw gak ngerti ngejelasinnya deh. Biasanya sih drama trus agak thriller juga terus banyak pembunuhannya *teteupp etty haus darah, kan anemia* koleksinya mencakup serial : Monster, Pluto dan 21st century boy. Pengarangnya sama kayaknya, ceritanya mirip-mirip suramnya;
    gambar dari adventuresinpoortaste.com

    gambar dari adventuresinpoortaste.com

    gambar dari goodreads.com

    gambar dari goodreads.com

     

     

    Nah sejauh ini baru bisa ngupas koleksi komik, udah tergambar sedikit kan kepribadian si pemilik rak buku. Hihihihihih ayoo berani ngasih kesimpulan gak???

Belajar Parenting dari Komik

Setelah ngilangin lumut di blog yang mulai membatu (emang bisa?) mari kita isi lagi blog ini dengan tulisan-tulisan bermutu tinggi dan penuh manfaat, ala gw lah pastinya. Mutu gw kan beda sama mutu orang lain, mutu gw gak tinggi-tinggi amat lah. Rendah diri mencapai tahap tiarap ininamanya. Markimul alias mari kita mulai…

Yang namanya belajar emang bisa dari mana aja, ini berlaku juga lah dalam dunia parenting yang kadang kejam dan susah ditebak (lebayy). Nah berhubung gw jaraang punya kesempatan ikut seminar atau pelatihan apalah gitu maka gw mau berbagi ilmu parenting yang gw dapet dari komik aja ya, hihihihi maklum walopun umur udah 26 dan berbuntut satu tapi bacaan gw masih komik sampe sekarang.

Komik Pertama : Hai Miiko

Miiko anak perempuan pertama dari tiga bersaudara, kelas 5 SD tapi badannya kecil tingginya cumc 122cm. Nah Miiko ini punya adik laki-laki yang namanya Mamoru dan adik perempuan yang masih bayi namanya Momo. Miiko yang selebor, hobi bermain dan olahraga kurang bisa diandalkan untuk urusan rumah tangga. Beda sekali sama Mamoru yang selain pintar dalam pelajaran juga sangat bisa diandalkan dan cenderung lebeih dewasa dari umurnya.

Nah ibunya Miiko ini sering membandingkan Miiko dengan Mamoru, manusiawi sebenernya yak tapi dari sisi anak ternyata sangat melukai perasaan loh. Ibunya sih minta maaf begitu tau ternyata Miiko sedih dibandingin. Penting banget kan : meminta maaf pada anak kalo kita memang salah dan jelaskan harapan kita tanpa membandingkan dia dengan orang lain.

Yang jadi favorit gw disini tuh tokoh ayahnya Miiko selain karena hubungannya yang dekat dengan anak-anaknya juga karena dia selalu bisa melihat sisi positif dari anak-anaknya. Pernah waktu pembagian rapor nilainya Miiko jelek sementara nilaninya Mamoru bagus, tapi ayahnya tetap memuji Miiko yang selalu bersemangat dan gembira pergi ke sekolah walopun setelah itu Miiko tetap diminta belajar extra. Catet lagi ah : Selalu lihat kelebihan anak sebelum kekurangannya.

Nah karena berusaha fokus sama sisi parentingnya jadi gak perlulah gw singgung kisah percintaan abege labil seumuran Miiko dan temen-temenya ini yak. Padahal lucu loh, hihihi tapi mending baca sendiri kayaknya.

Komik Kedua : Yotsuba & i

Komik ini ceritanya mengenai kehidupan seorang single parent yang seorang ayah muda, naaah jarang kan cerita kayak gini. Disini diceritakan bagaimana kehidupan mereka sehari-hari, tokoh ayah yang bernama Koiwai dan anaknya Yotsuba yang baru berumur 4 taun (ini kira-kira gw aja sih), bagaimana si ayah mengajarkan banyak hal dan melakukan banyak hal dalam membesarkan anak. Komiknya sih ringan banget, kalo berat kamus namanya bukan komik yak, kamsudnya gw sih ceritanya enteng-enteng aja dan gak mellow samsek tuh.

Si ayah yang kerja di rumah (working at home dad) punya tetangga keluarga dengan tiga anak perempuan yang ikut mewarnai kehidupan mereka. Agak susah sih ngejelasinnya apalagi gw kalo cerita kan plintat-plintut gak jelas. Jadi kayaknya mending baca komiknya sendiri deh #pasrah #mudah menyerah

Tapi gw suka loh caranya si ayah ini membesarkan Yotsuba jadi anak yang percaya diri dan gampang bergaul, karena diceritain gimana Yotsuba bergaul dengan tetangganya dan temen-temen ayahnya yang ostosmatis lebih tua dari dia tanpa canggung atau malu gitu. Biasanya kan anak kecil maluan bukannya yak, atau cuma anak indonesia aja anak jepang kagak yak?!

Aah sekian lah dulu, ini udah mulai ngelantur kemana-mana besok-besok kalo udah gak sibuk gw updet lagi lah 🙂

Janji surga seperti biasa, tapi sebodo amat yak blog gw sendiri ini.

Ciao..