Arsip Kategori: just my 2cent

Iklan Ramayana Nyebelin Banget

Asli siang ini gue kepatil iklan ramayana edisi ramadhan. Ada yang belum nonton?

Sedihnya nyebelin, gue ulang sampe belasan kali dan tetep sedih sampe ke tulang rasanya.

Padahal bintang iklannya gak ada yang ” cakep banget ” khas model iklan umumnya. Sudah beberapa iklannya Ramayana, terutama yang akhir-akhir ini yang menurut gue lumayan keren. Tapi iklan yang ini asli keren banget, plot twist nya ituloh *keprok-keprok*

Akhirnya era iklan ramayana dengan selebritis yang ngajak belanja lebaran disana berlalu juga. Lagian selebritisnya aja kagak belanja disitu. Tim agency yang dipake sama Ramayana handal banget dah ini, minta triple THR sana!

Gue yang niat awalnya mau ngibadah youtube dan biasanya selalu nge-skip iklan sukses teralihkan. Kemudian klik channel Youtube nya Ramayana dan dilanjutkan nyari-nyari soundtrack lagu yang dipake di iklan ini.

Memang ini bukan iklan ramadhan pertama yang bikin terharu tapi lumayan terkejut  karena biasanya iklan ramadhan yang bagus dan mengharukan itu selalu didominasi sama merek-merek rokok dan BUMN.

Tumbenan amat kamu Ram bikin aku terharu *toyor manja Ramayana*

Mungkin juga karena alur iklannya cocok banget sama segmen umur gue yang udah 30an tahun. Umur segini kan hidup lagi berubah haluan yah, dari umur 20an yang umumnya lebih ringan secara tanggung jawab menjadi lebih banyak tanggung jawab.

Punya pasangan, punya anak, punya rumah sendiri, kendaraan sendiri. Di umur 30an juga mulai mengalami kondisi orang tua kita yang semakin berumur mulai ada gangguan kesehatan. Another responsibility to hold.

Berumur 30an itu lumayan berat *gejala mulai curhat*

Banyak hal yang baru gue sadari sekarang setelah gue berumur 30an. Secara kepribadian gue juga banyak berubah, kalau dulu sangat meledak-ledak sekarang sudah jauh berkurang. Walaupun bagi sebagian orang gue tetap terlihat nyolot, ya atulaaah 🙁

Sekarang dalam mengambil keputusan pun gue enggak mau terburu-buru, i took days or even weeks to make a desicion. I treasure good friends in small number, yup my circle is getting way smaller than my 20ish era.

Bulan Ramadhan di umur segini pun sangat jauh berbeda dibandingin sama bulan Ramadhan zaman gue masih perawan apalagi kalo ngebandinginnya sama zaman SD. Jauh banget, kayak ngebandingin Raissa sama Ayu Ting-Ting *kemudian ditombak balajaer*

Kayaknya dari tadi gue ngomonginnya beban, beban, beban meluluk yes. Ya abisnya umur segini emang isinya beban semua kak Bukan berarti gak terselip rasa syukur loh ya, Alhamdulillah di umur segini kebahagian enggak melulu diraih dari benda atau orang lain.

Gue udah sadar kalau bahagia itu murni state of mind, bisa dipilih. Pun kesedihan bukan suatu yang tabu atau haram dirasain, embrace it people.

Ketika terpaksa bersedih, maka gue bersedih seperlunya. Ketika bahagia maka gue nikmati sepenuhnya.

Makasih loh iklan Ramayana, gara-gara kamu jadi terbit satu postingan curhat nih 🙂

Kalau kalian ada iklan yang sampe bikin baper banget gak sih?

 

Cak Budi, Lambe Turah dan Fenomena Kepedulian Sosial ( Media )

Cak Budi dan Lambe Turah

Cak Budi dan Lambe Turah

Kenapa Cak Budi? Siapa Cak Budi?

Sebentar biarkan gue menyapa pembaca blog ini dulu. Halo teman-teman, terutama pengguna aplikasi instagram pada umumnya dan pengikut akun gossip instagram pada khususnya. Sudah baca beberapa berita termutakhir di akun-akun gossip Instagram hari ini?

Nama Cak Budi pasti muncul kan?!

Cak Budi adalah sosok yang selama ini dikenal peduli pada masalah sosial, khususnya kemiskinan. Kiprahnya bisa dilihat di akun instagramnya @cakbudi_. Dua hari terakhir jagad gossip instagram dihebohkan kabar bahwa Cak Budi membeli mobil Fortuner dan sebuah Iphone 7 menggunakan uang donasi yang terkumpul dari masyarakat.

Dia pake uang sumbangan buat beli fortuner dan iphone 7. And i’m like, WHAAAAATTTTT? *muntah duit*

Sudah ada klarifikasi dari Cak Budi sendiri melalui akun Instagram pribadinya. Intinya dia tidak membantah telah menggunakan uang donasi untuk membeli mobil fortuner dan iphone 7. Pemberitaan mengenai hal ini sudah muncul juga di beberapa media berita online, salah satunya Tribun Surabaya.

Cak Budi dan istrinya, mbak Lina. Lewat akun instagram mereka berbagi kepedulian sosial.

Cak Budi dan istrinya, mbak Lina. Lewat akun instagram mereka berbagi kepedulian sosial. Gambar dari Bintang.com

Tapi menurut klarifikasi Cak Budi dia menggunakan mobil fortuner dan iphone tersebut untuk keperluan terkait penyaluran donasi, bukan untuk keperluan pribadi. Mobil jenis fortuner disebutnya memudahkan menjangkau ke daerah pedalaman-pedalaman ketika menyalurkan donasi. Sedangkan iphone diklaim Cak Budi untuk digunakan merekam dan memotret kegiatan penyaluran donasi.

Kalo masalah mobil gue gak mau protes banyak, karena memang mobil jenis itu kayaknya cocok buat menembus pedalaman (kecuali pedalaman hati seorang jomblo). Tapi beli iphone 7 cuma buat merekam dan memotret kegiatan donasi gue rasakan sebagai…. keanehan.

Cak Budi ini fan boy apple apa gimana ya? Banyak loh merek handphone yang bagus untuk memotret dan merekam video dengan harga gak sampai setengahnya iphone 7 Cak 🙁

Semrawutnya masalah dugaan penggunaan donasi secara pribadi oleh Cak Budi makin ruwet dengan dugaan terlibatnya akun gossip dengan pengikut terbanyak di Instagram yaitu Lambe Turah dalam masalah tersebut.

Apa urusannya akun gossip sama donasi yang terkumpul di Cak Budi?

Ada akun gossip lain yang menghembuskan dugaan keterlibatan Lambe Turah sebagai corong untuk menghalau pemberitaan negatif yang berhembus mengenai si Cak Budi ini. Lambe Turah dituding bekerja sama dengan Cak Budi dengan bayaran tertentu.

Plotnya kayak film-film banget yak? 😀

Coba kita telaah udah kayak plot film hollywood kan ya, ada sosok yang dipuja dan dikenal karena kebaikannya. Ada media yang bertugas memberitakan kebaikan sang tokoh sehingga kalau ada berita negatif yang muncul bisa diberi label sirik atau dengki akan kesuksesan si tokoh pujaan.

Lepas dari benar atau tidak, karena baik Cak Budi dan admin Lambe Turah kompak membantah hal tersebut. Gue pun selalu berusaha menjunjung asas praduga tak bersalah. Kecuali kalo sudah ada bukti yang kuat tapi gak mau ngaku juga *lirik raffi ahmad*

Satu hal yang gue cermati, kenapa banyak orang menyalurkan donasi lewat orang-orang pribadi atau lembaga non resmi semacam Cak Budi ini padahal banyak lembaga resmi untuk menyalurkan donasi kita?

Peduli aja enggak cukup. Kita harus peduli dengan cara yang benar

Peduli aja enggak cukup. Kita harus peduli dengan cara yang benar. Gambar dari pixabay.

Serius, ada BANYAK BANGET lembaga-lembaga resmi yang bisa kita hubungi untuk menyalurkan donasi kita. Sebut saja Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Akti Cepat Tanggap (ACT), dan banyak lagi yang lainnya.

Kenapa Lembaga-lembaga resmi kesannya kalah menarik? Apa karena lembaga resmi jarang posting foto atau video di instagram dengan caption yang mengocok emosi yang baca?

Menurut gue ada banyak keuntungan beramal lewat lembaga yang resmi, misalnya :

  1. Ada laporan keuangan yang terperinci kemana uang kamu donasikan disalurkan. Buat yang memegang asas ” yang penting nyumbang sisanya gue tutup mata “, well hello there menurut kamu beramal dengan begitu udah optimal? Keterbukaan dalam penyaluran donasi ini penting supaya uang yang terkumpul benar-benar disalurkan kepada mereka yang membutuhkan;
  2. Penyaluran sumbangan bisa lebih merata dibandingkan kalau disalurkan sendiri. Sering kan dengar berita penumpukan sumbangan di daerah tertentu aja? Kalau kita beramal lewat lembaga resmi hal itu bisa dikurangi. Karena lembaga resmi biasanya punya coverage area yang lebih luas untuk penyaluran sumbangan kita;
  3. Menghindarai terjadinya kekacauan dalam penyaluran sumbangan. Paling sedih kalau baca atau lihat berita ” muncul korban jiwa karena berhimpit-himpitan ketika mengantri sumbangan “. Rasanya kayak ngeliat Raissa ngelus-ngelus rambut Hamish Daud di depan mata kita, perih. Melalui lembaga resmi insya Allah hal ini tidak akan terjadi, mereka pasti punya metode yang lebih rapi dalam penyaluran sumbangan dibandingkan orang pribadi;
  4. Berzakat ( atau sumbangan yang wajib menurut agama yah) kalau disalurkan melalui lembaga resmi yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pajak *penting sesekali bawa instansi sendiri* bisa mengurangi pajak yang kamu bayarkan. zakat atau sumbangan keagamaan ini dapat dikurangkan dari penghasilan bruto kamu. Daftar lembaga atau gimana cara ngitungnya tolong hubungi kantor pajak terdekat aja yah 🙂

Orang yang paling miskin adalah mereka yang tidak pernah berbagi  -unkown

Semoga semua kekisruhan yang muncul terkait masalah Cak Budi dan penyaluran donasi segera selesai dengan baik. Semoga semua pihak yang telah dan akan beramal untunk mereka yang kurang beruntung mendapat balasan pahala. Ayo terus peduli, ayo terus beramal tapi diawasi juga penyalurannya.

Kalau kamu punya pengalaman menyalurkan sumbangan atau donasi gak? Ceritain dong di kolom komen.

 

Merapatkan Barisan

Belakangan ini gue lagi hobby menonton ulang stand up comedy nya Pandji Pragiwaksono yang Juru Bicara World Tour di Youtube, walaupun yang meng-upload bukan si empunya acara sih *sungkem sama mas Pandji*

I’ve been eyeing this guy for quite a long time, sejak stand up comedy muncul di Indonesia di 2011 lah. Bisa dibilang gue menyaksikan Pandji bertumbuh sampai dia sesukses sekarang. BTW, dia orang Indonesia pertama yang tour keliling dunia loh *tatap nanar media mainstream yang cuek sama hal ini*

Pandji-Pragiwaksono-Tur-Ke-24-Kota-Di-5-Benua

Pandji Pragiwaksono Tur Ke-24 Kota Di 5 Benua dan mamah gue gak kenal dia. Damn you Dangdut academy

Ada satu bit yang dia lempar dan menurut gue sangat menohok perasaan gue sebagai orang Indonesia. Bit itu ketika Pandji bertanya pada penonton yang hadir :

menurut kalian apa sih yang sudah dikerjakan bangsa lain dan belum dikerjakan sama bangsa Indonesia yang bikin kita enggak semaju mereka? (kurang lebih begini, mohon maaf kalo ada kata yang salah)

Kemudian penontonnya hening, persis kayak pas dikelas terus guru nanya pertanyaan yang susah. Dan memang pertanyaannya Pandji ini susah. Setelah keheningan sesaat dan beberapa jawaban yang ternyata kurang benar, Pandji memberikan jawaban atas pertanyaan ini.

Berkarya. Ini yang sudah dikerjakan bangsa lain dan belum dikerjakan bangsa Indonesia. Ini yang bikin orang Indonesia selalu jadi pekerja dan bukan pencipta karya. Bukan karena kita kalah pinter atau kalah canggih kemampuannya.

Orang Indonesia pinter-pinter kok, gak kalah sama orang dari negara luar. Kekayaan alam Indonesia luar biasa kok, lebih dari Singapura. Tapi kenapa bangsa kita begini-begini aja? Politik kah? Birokrasi kah? Apa sih yang bikin anak bangsa kita ogah berkarya?

Apa sih yang sesungguhnya mematikan kreatifitas anak bangsa kita untuk maju?

Let me share some fun fact :

  1. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berperan menyerap 97% tenaga kerja kita di tahun 2016;
  2. Pemerintah menaikkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 110 Trilyun di Tahun 2017 ini;
  3. Menteri Keuangan Republik Indonesia mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) biayai sektor Manufaktur dan UMKM;
  4. Pemerintah menargetkan 8 juta UMKM merambah dunia maya di 2020;
umkm online

Justru mereka yang kecil-kecil ini yang bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi

Bukan bermaksud jadi corong pemerintah yah, tapi sebagai PNS ya kali dah gue ngejelekin Pemerintahan kita, lepas dari masih adanya kekurangan disana-sini. Tapi gue tau kita bergerak ke arah yang lebih baik kok. Ibaratnya nih ya, pemerintah udah nyediain dananya, menyiapkan regulasinya, tinggal UMKM nya mau manfaatin apa enggak.

Tapi kenapa kita masih jarang mendengar merek asli Indonesia mendunia? Ada memang merek-merek asli Indonesia yang mendunia tapi jumlahnya belum banyak *dadah-dadah ke jco dkk*

Jangankan jadi merek yang mendunia, jadi tuan rumah di negeri sendiri aja merek asli Indonesia masih megap-megap.

Kenapa anak-anak Indonesia masih jarang yang bercita-cita jadi pengusaha?

Sudah ada sih sekolah yang memasukkan kewirausahaan ke dalam kurikulum mereka tapi lagi-lagi jumlahnya belum banyak. Kebanyakan kita mendidik anak-anak kita untuk jadi pekerja. Sedih ya.

Ini yang bikin kebanyakan anak-anak Indonesia gak punya keberanian untuk jadi pencipta karya. Mereka merasa lebih aman menjadi karyawan yang digaji dengan jumlah yang pasti daripada terjebak dalam ketidakpastian dunia usaha.

Mereka takut. Mereka tidak berani.

Mau sampai kapan?

Masing-masing kita yang punya jawabannya.

Politisi korup itu mungkin akan selalu ada, birokrasi ruwet pun belum punah. Tapi mau sampai kapan kita biarkan ketakutan kita menguasai kita? Mau sampai kapan potensi anak-anak kita dikurung dalam ketakutan?

Kita, orang tua, ayah dan ibu dari calon penerus bangsa loh. Bukan main-main tugas kita menyiapkan mereka supaya bisa tumbuh jadi orang yang tangguh menghadapi tantangan zaman dan kemajuan.

Gue nulis begini bukan karena gue merasa udah meneukan jawaban atas semua pertanyaan ini. Gue menulis ini karena hati gue gelisah. Karena gue mau berbagi kegelisahan yang sama. Karena gue tau pasti gue gak mungkin sendirian.

Wahai kalian orang tua seumuran gue diluar sana.  Kita yang dibesarkan sebagai generasi pekerja, apa kita mau mendidik anak-anak kita dengan cara yang sama?

Tentang Seleb Instagram : Tolong Kloning Evita Nuh

Betapa gue berharap bisa sepinter dan sebijaksana Evita Nuh (yang adalah fashion blogger, seleb instagram, seleb ask.fm tenar) waktu umur gue belasan dulu. Sekarang gue jelas jauh lebih bijaksana dibanding umur belasan dulu, but it’s wisdom born of pain for sure , hasil jatuh-bangun bertahun-tahun menjalani kehidupan ibukota yang kejam. Tapi anak ini, diumur baru segini pemikirannya udah setara orang dewasa.

Daripada nama-nama seleb instagram dan ask.fm lain yang sekarang ngetop dengan menjual kontroversi, pamer kemesraan kelewat batas, rebel gak juntrungan  dan segudang keanehan yang mereka jejalkan disemua saluran media sosial (ada yang pake motto “bandel boleh goblok jangan” padahal UN pake bocoran, cuih awkarin cuihhh)

evita-nuh

evita nih kadang keliatan kayak cowok cantik deh

Awalnya gue kenal Evita Nuh sebagai fashion Blogger cilik yang keren banget selera busana dan gayanya dan gadgetnya segabruk, bikin ngiri dah pokoknya. Bertahun-tahun berlalu, ternyata Evita tumbuh besar menjadi remaja yang bukan saja selera berbusananya yang selalu unik dan keren tapi isi kepalanya lebih keren lagi.

dari ask.fm/evitanuh:

harapan kaka buat remaja indonesia sekarang apa?

-annisa thahirah aqilah-

jawaban evita:

Coba lebih pintar memilih goals. Partying and drinking booze is not supposed to be your goal or even worse your life goal. You can just enter a club (there’s more than plenty club in town), buy alcohol (a cheap one is everywhere)

What kind of goal is that?

Goal is something you have to work to get it, something that make your position is better than you are now. Mentally, physically or maybe economically. Hangover is no way near that.

Kissing, sex and all intimate stuff, it’s all natural thing. You’ll get there eventually. Sharing it without filter to the world to see is ridiculous, you know what more stupid than that? Making all that as your goals.

Imagine this, you are hugging your boyfriend/girlfriend and then….

“Wait stop, we need to take a picture. Hold the camera…more up..up. I can’t see myself clear..one more time. I look ugly, wait you are not close enough. OK! I think this one is cute”

Then you filter it, post it everywhere and your lover? Do the same.

Romantic? Yeah right.

Find a better human being to be your goal, maybe like Amal Alammudin. Be as awesome as her. When the world keep saying whoever marry George Clooney will be the luckiest women, but when he married her everyone said it’s the other way around. Amal is the settler in their relationship. A settler and you are marrying George Clooney.

If you ask me, for me this is the true goal.

https:www.facebook.com/Kitabisadotcom/videos/1797370350505074/

This is excactly what i thought after saw the videos that being upload by @nya Geraldine (yang belom nonton gue saranin aja, siapkan mental), baca komennya penuh ababil hore yang bilang iri lah, pengen lah, duh relationship goal banget.

MUAK.

Padahal gue tuh yang hobby mesra-mesraan banget loh orangnya (baca:gatelan)   suami gue sih kagak, peyuk-peyuk, gandeng-gandengan dan cium tangan mah udah bagian keseharian pokoknya. Tapi gak sampe dipakein seatbelt  kayak temen gue sih LOL.

Tapi tetep aja gue gak abis pikir sama dedikasi anak-anak apalagi seleb instagram dan youtubers masa kini yang sampe memvideokan kemesraan, di edit seciamik mungkin terus diupload ke sosial media. Bukan maen capeknya ituloh.

“Alaaahh bilang aja mamah ngiri karena anak muda zaman sekarang bisa menghasilkan duit sambil pamer kemesraan sama pacar. Dasar kau mamah-mamah nyinyir!! Wanita ular!!!”

 

Ebujut, kagak segitunya juga kali. Masalah dia mau mesra-mesraan sama pacar sampe ledes juga gua gak peduli, kenal aja enggak kok. Asal dia seneng dan pacarnya bukan suami atau saudara gue mah silakan aja. Yang gue permasalahkan rendahnya standar akan GOALS, dikit-dikit dijadiin goal. Pening kepala mamah gaeees.

goal definition

noun [ U ]

uk us

 

HR, MANAGEMENTthe act of stating clearly what you want to achieve or what you want someone else to achieve:

Goal definition is important for success and efficiency.
Bahasa Indonesianya tuh
cita-cita/ci·ta-ci·ta/n
1 keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yang baik;
2 tujuan yang sempurna (yang akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan;
Mesra-mesraan mah mau sama pacar kek, selingkuhan kek, suami kek itu gampang banget dicapainya. Gak punya pasangan tapi kebelet pengen bermesraan yang hangat? zzzzz  *selimutin pake karung goni*
life-goal

jangan habisin kuota dan waktu buat ngintipin seleb instagram sama nonton youtube doang

Dunia ini tidak seluas daun kelor, internet itu bukan cuma twitter, facebook, path, dan aliran al-sosmediyah lainnya. Harusnya sih seiring mudahnya informasi mengalir dari segala penjuru dunia, masyarakat bisa lebih cepat maju. Harusnya segala kemudahan membawa kita ke tingkatan yang lebih tinggi.
Bukan malah nyungsep.
Dapet duit dari hasil mamerin kemesraan, party-party dan kehebohan-kehebohan norak lainnya yang seringkali dibuat-buat semata demi traffic yang UUD (ujung-ujungnya duit) harusnya bukan cita-cita. Jadi batu loncatan boleh lah, tapi Kim Kardashian aja gak terus-terusan nyebarin video mesum di internet supaya tetep tenar kan?
Gantungkan cita-cita mu setinggi langit itu harusnya bukan cuma jargon kosong. Kenapa kesannya mamah nyinyir abis sama hal-hal semacam ini, tentunya demi buah hati tercinta. Kasian amat anak-anak gue kalo terpapar hasil karya para pengejar duit instan ini.

“Yaudah sih, larang aja anak lu buat nonton yang begituan, gausah nyinyirin seleb instagram atau youtubers. Emang lu punya karya apa?”

Sayangnya gak bisa begitu, buat yang belom punya anak mungkin gak paham, tapi membesarkan anak itu perlu dukungan semua pihak mulai dari lingkungan terkecil sampe lingkungan terbesar yaitu dunia. Gue juga pengen anak-anak gue yang notabene perempuan semua bisa mendapat contoh yang baik.

 

Bukannya gue kepengen anak-anak gue jadi lembek yah, karena hidup itu keras tanpa memandang jenis kelamin.

 

Anak-anak mamah nu gareulis, nyontohnya jangan dari seleb instagram atau youtube yang karyanya gak jelas ya nak. Bolehlah kagum tapi pilih yang memang karyanya baik, bermanfaat dan punya nilai tambah buat orang lain. Jangan cuma kagum karena mereka tenar, karena ketenaran pasti berlalu juga.

 

 

Salam super………………..mi *lari kecil ke dapur nyalain kompor*

Apa Iya Semua Laki-laki pasti Selingkuh?

Selingkuh. Apa iya semua laki-laki pasti selingkuh? Hayoloh, jawab deh jawab *kemudian mamah dikepret grup bapak-bapak*

Jadi gossipnya Niko nya Rachel Vennya itu selingkuh. Yang enggak punya bayangan sama sekali siapa itu Rachel dan Niko sini gue kasih tahu, jadi ceritanya mereka itu pasangan selebritis instagram dan ask.fm di tanah air kita tercinta. Dan tiba-tiba runtuhlah relationship goals para dedek gemes indonesia. Kalo Niko aja selingkuh, apa iya semua laki-laki pasti selingkuh?

Kemudian pembaca blog gue yang rata-rata umurnya 25 tahun keatas mulai mengernyit, siapa gerangan ini Rachel-Niko? Penting banget gitu dibahas sama emak-emak kayak mamah etty? Wajar sebenarnya kalau enggak kenal mereka yah, secara mereka ini ngetopnya justru dikalangan remaja. Kok mamah etty kenal? Yaiyalaahh kan mamah itu remaja abadi didalam hati, muka mah teteeup tuwir.

“Ah palingan sama kayak Gaga-Awkarin kemaren itu”  pasti begitu deh pikiran kalian sekarang. And i’m gonna tell you, no they don’t. Jadi enggak ada tuh video si Rachel Vennya ini nangis-nangis karena baru diselingkuhin sama pacarnya Niko Al Hakim. Mereka pun bukan pasangan yang baru 5 bulan pacaran apalagi umurnya 16 tahun kayak si Gaga Muhammad itu.

Kesamaannya : karena mereka sama-sama hobby pamer kemesraan di akun Instagram masing-masing, juga karena cara berpakaian si cewek yang kalau menurut standar ibu-ibu pasti disebut kekurangan bahan. Tapi selain dua hal itu, mereka sungguhlah berbeda.

Terus siapa sih Rachel-Niko ini? Mereka itu pasangan muda yang masing-masing punya bisnis sendiri, sama-sama sukses (go search sate taichan goreng, punya nya si Niko itu). Setelah 2 tahun pacaran dan sudah piknik ke berbagai tempat, sebut aja ya: yogyakarta, derawan, jepang, maldives, paris, turki dan santorini (bukan ke Bandung doang macem Gaga-Karin) dan bulan kemaren si Niko melamar Rachel dengan cara yang semua ABG (dan juga emak-emak LOL) di dunia pasti kepengen and Rachel said yes of course, tiba-tiba sekarang ada perempuan yang katanya di HAMILIN sama si Niko.

Jeng-jeng-jeng….. Kalah deh sinetron.

acelniko

Dilamarnya aja begini, masa kamu tega nyelingkuhin aku mz?

Kemudian seperti biasa, gossip bergulir bagai kebakaran hutan di musim kemarau. Semakin panas juga meluas tak menentu. Dari sekedar gonjang-ganjingnya percintaan sepasang muda-mudi sampai melebar kemana-mana. Sampai-sampai ada yang ngegosipin katanya bapaknya Niko pemilik gedung apartemen anulah, percaya deh itu bohong, gue udah background check secara mendalam *kalau kepo itu harus maksimal men*

Nah sekarang mari kita tinggalkan sepasang muda-mudi yang dilanda kegalauan tadi (peluk Rachel, duh dek semoga dapet jalan terbaik deh ya) dan melangkah menuju isu yang sesungguhnya pengen gue bahas kali ini:

apa iya semua laki-laki pasti selingkuh?

*terdengar suara tarikan napas panjang suami gue di kejauhan*

Terimakasih kepada Natz dan postingannya yang membahas kegelisahan yang sama, baca disini. Walau agak pahit dilidah tapi gue sendiri harus mengakui bahwa gue punya kecurigaan yang sama bahwasanya laki-laki itu punya kecenderungan untuk selingkuh.

Walaupun gue sendiri dibesarkan dalam lingkungan keluarga inti yang punya teladan untuk kesetiaan, papah dan engkong gue, tapi kenyataan lain di sekitar gue justru bertolak belakang sekali.

Contohnya encang gue sendiri yang merupakan praktisi poligami dan selalu diawali perselingkuhan *plis atuhlah encang, ngerusak tatanan pikiran gue sejak dini* dan enggak terhitung tetangga dan temennya temen yang gue ketahui pernah berselingkuh dalam hidupnya.

Zaman sekarang jangankan yang cuma selingkuh hati, yang selingkuh fisik terang-terangan aja bertebaran dimana-mana dan kadang gak malu mengakuinya. Contohnya tuh banyak tiap hari di teve nasional kita *lirik sinis para selebriti*

semua laki-laki pasti selingkuh? pic.source: sheradia1055.com

apa iya semua laki-laki pasti selingkuh?
pic.source: sheradia1055.com

Kalau menurut gue sendiri ada banyak sebab laki-laki berselingkuh, antara lain:
  • rendahnya komitmen pada hubungan, bodo amat mau itu pacaran, tunangan, pernikahan atau sekedar samen-leven. Komitemen ya komitmen, janji itu janji, kecuali sejak awal hubungan memang berkomitmen untuk “bebas” dan tidak terikat pada satu orang. Seperti sering gue bilang dan pernah gue singgung pada postingan tentang menjadi perempuan hubungan itu apalagi pernikahan bukan sekedar bobo-bobo lucu, perlu kerja keras dan komitmen luar biasa untuk terus bertahan bersama orang yang sama bertahun-tahun.
  • naluri dasar sebagai pemburu yang tidak pernah hilang. Konon katanya  laki-laki itu lahir dengan naluri dasar sebagai pemburu, seperti fungsi laki-laki pada zaman primitif ribuan tahun lalu. Sementara  perempuan dikaruniai naluri sebagai pengatur rumah tangga, makanya anak-anak cewek dari kecil senengnya main rumah-rumahan :D. Makanya ketika hubungan udah settle, laki-laki cenderung dilanda kebosanan lebih dulu daripada perempuan yang pada dasarnya memang mencari kestabilan. Laki-laki nyari petualangan, adrenalin rush.
  • Kurangnya visi misi yang jelas dalam hidup dan kurang ambisius, serius banget yak kalimatnya. Tapi menurut gue kalau laki-laki itu punya visi dan misi yang jelas untuk kehidupan dia, apalagi kalau dia punya ambisi akan tujuannya itu pastilah dia males selingkuh. Begini deh gampangnya, selingkuh itu menghabiskan waktu, tenaga dan duit, laki-laki yang punya ambisi misalnya:  mau jadi blogger kenamaan tanah air, masa mau ngebuang waktu buat selingkuh? Mendingan dia mikirin gimana caranya supaya dilirik  brand-brand besar 😀
  • Ada yang salah pada proses pendidikan dasar dia dalam rumah tangga, karena pada prinsipnya children see children do. Anak itu belajar dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Ketika dia mendapat paparan masalah rumah tangga orang tuanya, maka anak akan mengamati bagaimana masalah tersebut diselesaikan, TANPA SADAR. Gue punya tetangga yang dibesarkan dalam kondisi ayahnya seringkali pergi berbulan-bulan ninggalin keluarganya karena perselingkuhan tapi ibunya selalu menerima kembali si ayah. Dia menyaksikan bagaimana ibunya hancur berantakan diselingkuhin, secara teori kita bisa bilang, ah ini anak pasti gak akan kayak bapaknya lah. Kenyataannya : ketika dia berumah tangga, dia juga berselingkuh berkali-kali. Apa yang salah? Kalau menurut gue sih, dia gak mendapat teladan cara menyelesaikan persoalan rumah tangga yang baik dari orang tuanya. Ehh kalau ada yang punya pendapat lain boleh share juga dong, soalnya buat yang satu ini gue masih gak habis pikir. Asli.
  • Gampang khilaf, terstandar dan terklise sedunia ini alasannya. Tapi si Niko dan jutaan laki-laki lain (dan perempuan juga, hayoloh gak boleh timpang)  pakai alasan ini loh LOL. Intinya dalam satu hubungan pasti ada naik-turunnya, terklise sedunia juga nasehat gue : sekesel-keselnya sama pasangan, pikir ratusan kali deh kalau mau selingkuh karena kepercayaan itu susah dicarinya kalau udah hilang, gak ada yang jual dimana-mana. Kalau lagi kesel atau hopeless sama hubungan tuh mendekat ke Yang Maha Esa aja dah daripada mendekat ke cabe-cabean *kepret cabe-cabean pake kolor bekas*

    apa iya semua laki-laki pasti selingkuh?

    menurut gue selingkuh bukan cuma bikin kertas jadi kusut, tapi ngebakar abis kertas itu.                                                                                              pic source: quotespie.com

Menurut gue, apapun alasannya perselingkuhan itu tidak bisa dibenarkan.

“Ah gue kan cuma selingkuh hati, gak pake tidur bareng apalagi hamil-hamilan”

Justru hati itu yang utama menurut gue! Kalau hati aja sudah dikasih ke sembarangan orang diluar pasangan, terus yang tersisa apa?

P.S: Tenang pak suami, ini istrinya ngetik dalam kondisi sehat dan tidak dibawah pengaruh mecin kok.

P.S2: Tidak ada golok yang diasah selama pembuatan postingan ini.

P.S3: Tapi kalau kamu selingkuh, aku nyewa sniper 😀

The Has Beens

 

Once upon a time, they are the “it” person. Semua orang kenal mereka, bahkan banyak yang ingin tukeran hidup sama mereka . Pokoknya mereka merajai dan meratui setiap tayangan hiburan. Jangankan acara resmi, lagi ngupil pun pasti ada beritanya dimana-mana (beserta foto dari berbagai angle pastinya, iyuuuh).

Tiba-tiba woooshhhh…. mereka hilang dan terlupakan. Sedih yah, tapi begitulah roda kehidupan berputar. Kayak mamah etty yang dulunya bohay dan digilai para penggemar sekarang cuma tersisa kegembrotan dan kejudesannya saja. Hiks.

Sebenarnya ada banyak banget selebritis yang masuk kategori “has been” ini, tapi daftar berikut adalah yang murni sesuai isi hati penulis dong ah. Blog urang kumaha urang wae 🙂

Noun

has-been ‎(plural has-beens)

  1. (pejorative) A person, especially one formerly popular or influential, who continues in their field after their popularity or effectiveness has peaked and is now in decline.

Mischa Barton

misha-barton-budet-suditsya-s-sobstvennoj-materyu

pic source: unomatch.com

Cakepnya gak santai ini cewek, pernah ngetop berkat serial “The OC” dan langsung jadi panutan cewek-cewek gaul sedunia dalam urusan busana. Semacam Gigi Hadid dan Kendal Jenner pada masa kini. Apa?!? Kamu gak tau Gigi Hadid taunya Gigi istrinya Raffi? zzzzzzz…

Neng Mischa ini juga jadi kesayangan banyak desainer dan selalu langganan jadi “frontrow girls” di New York, Paris dan London fashion week. Tapi kemudian si neng terlena dalam buaian irama pesta, kariernya kedodoran dan makin ketinggalan.

Sekarang wajah cantiknya mungkin cuma samar-samar diingat orang, para desainer juga memindahkan kasih sayangnya ke wajah populer berikutnya. Yah namanya juga hidup ya neng *peluk neng Mischa erat*

Pesan moralnya sih : Makanya jangan pesta-pesta melulu jadi orang, kecuali emang bikin pesta itu jadi kerjaan utama (semisal kerjanya EO). Fokus neng fokuuuus.

Paris Hilton

PARISHILTON1

pic source: picswallpaper.com

Salah satu pewaris jaringan hotel Hilton, She is famous for being famous. Kim Kardashian aja pernah nyembah dikaki Jeung Paris pada masa itu *lirik sinis Kim yang sekarang somse sama Paris*.

Jauh sebelum era “Keeping up With The Kardashians” Paris dan sahabatnya Nicole Richie lah yang menguasai dunia reality show dengan acara mereka “The Simple Life”. Acaranya sukses besar dan mereka langsung tenar seantero jagat padahal mah isi acaranya cuma dua orang anak orang kaya yang nyoba-nyoba kehidupan rakyat jelata.

Sampai-sampai ketika mereka udah gak sahabatan pun acara tersebut tetap dibuat sampai 5 musim walaupun pengambilan gambarnya harus terpisah (namanya juga mantan sahabat mana mau deketan kan). Paris juga sempat melebarkan sayap dengan mencoba maen film yang kemudian gagal (ya menurut ngana?), nyanyi juga gagal maning, bikin parfum aja yang lumayan sukses. Terakhir kabarnya si jeung sibuk jadi DJ dan pacaran sama berondong.

That’s hot kalau kata Jeung Paris. Tenang aja Paris masih tajir dan selow kok hidupnya. Yah namapun pewaris hotel internasional yah, mungkin beda ceritanya kalo hotel yang diwarisi sama si Jeung cuma losmen sepuluh kamar dipinggiran kota.

Pesan Moral : Jadi orang kaya mah enak, mau dikenal atau gak dikenal orang yang penting tetep kaya. Hidup Duit!!

Sebenarnya masih banyak lagi artis Hollywood yang dulunya famous sejagat ehh sekarang nyungsep *lirik Lindsay Lohan dan Maculay Culkin* tapi kita harus segera kembali ke tanah air tercinta Indonesia. Karena tidak adil rasanya kalau yang jauh aja digosipin eh tetangga di kampung halaman enggak disenggol-senggol.

Tenaaang ditanah air juga kita tidak pernah kekurangan selebritis yang dulunya tenar dan dipuja penggemar tapi sekarang jarang kedengaran beritanya.

Band Radja

radja-takkanmelupakanmu

pic source: feedurldir.com

Cadaaaaaasss.

Grup asal Kalimantan Selatan ini pernah ngehits banget di era awal tahun 2000-an, sampai-sampai gaya vokalisnya yang selalu pake kacamata item (later on ketauan karena kalau gapake kacamata dese kurang kece 😀 ) ditiru remaja-remaja alay di Indonesia.

Walaupun secara pribadi gue bukan penggemar band ini (gue tetep milih Bang Haji Oma Irama) tapi harus diakui lagu-lagunya tuh susah keluar dari kepala, lha wong odong-odong aja pake lagu mereka dulu.

Tapi lagi-lagi setiap hal ada masanya, dan masa ketenaran mereka pun berlalu. Sempat berusaha mengeluarkan album baru tapi nampaknya masyarakat sudah berganti selera. Sekarang band ini jarang keliatan mondar-mandir lagi dilayar kaca. Terakhir muncul di berita malah kisruh mengenai hak cipta lagu dan royalti dengan seseartis pemilik jaringan karaoke.

Pesan Moral: Duh mamah enggak ngerti deh, mungkin sebaiknya memang sedia pelampung sebelum tenggelam yah.

Marshanda

marshanda2

pic source : korantransaksi.com

Perempuan cantik bernama lengkap Andriani Marshanda ini sudah lama sekali berkarier di dunia hiburan. Mulai dari zaman neng Chacha (panggilan akrabnya) kinyis-kinyis di Sinetron Bidadari sampai dia dewasa dan bermain di sinetron drama percintaan, penonton setia dan menjadikan Marshanda Indonesian’s Darling pada zamannya.

Sinetron apa aja asalkan pemainnya Chacha pasti laris waktu itu. Sayang kemudian roda kehidupan membawa Marshanda ke banyak persoalan dalam kehidupan pribadinya dan kariernya semakin kedodoran.

Kontroversi mengenai video-video yang dia unggah ke Youtube, penyakit apa yang sebenarnya dia derita, penyebab perceraiannya, dan terakhir tentang ayahnya yang jadi pengemis lebih banyak  mewarnai ingatan masyarakat dibandingkan prestasinya.

Sedih loh, karena neng Chacha ini multitalenta banget kayak mamah etty lah. Bedanya kalo talentanya dia dibidang nyanyi dan akting sedangkan mamah dibidang makan dan belanja. Suaranya dia pun bagus loh kalo menurut gue, bukan kayak artis yang suaranya yahh gitudeh *lirik bella shofie*

Pesan moral: Sebaiknya selesaikan masalah kita sebelum jadi bertumpuk, semakin banyak orang terlibat dan kita semakin bingung ujung pangkalnya dimana. Kalau soal penyakit mah mamah cuma bisa mendo’akan saja.

I still love you Chacha cah ayu. Semoga wajah ayu mu kembali mewarnai televisi tanah air ya chacha.

Kalau kamu sendiri, ada artis yang dulunya tenar banget dan sekarang kamu kangenin gak?

Tentang Menjadi Perempuan

images

Women empower one another

Memberdayakan, saling menguatkan.

Bukan memperdayakan ya 😀

Tumben banget ya judul postingan diblog ini rada berat, ini gue lagi kesambet jin judulnya. Pernah gak sih kita merasa gak berdaya, gak bisa ngapa-ngapain, terbatas pilihan hidupnya karena terlahir sebagai perempuan.

Perempuan dan bukan laki-laki.

 

Mudah-mudahan sih enggak pernah ya dan jangan sampe deh.

Tapi percaya enggak sih kalo ternyata disekeliling kita masih banyak perempuan yang terjepit disituasi yang bikin mereka merasa begitu tidak berdaya sampai kadang mereka sedih terlahir jadi perempuan.

Sedih loh gue, di tahun 2016 masih banyak perempuan yang merasa bahwa situasi mereka yang sulit itu karena tidak terlahir sebagai laki-laki.

Contoh 1 :

Santi (34 tahun) ibu rumah tangga dengan dua anak usia sekolah. Setiap bulan mendapat jatah uang belanja sebesar 700 ribu dari sang suami yang bekerja sebagai supir pribadi. Uang sejumlah itu harus cukup untuk makan sekeluarga selama sebulan, uang jajan anak sekolah,tagihan listrik dan biaya gas.

Cukupkah uang sejumlah itu?

Tentu tidaaak.

Kenapa gak minta ditambah aja uang belanjanya?

Sudah dan tidak berhasil.

Berapa gaji suaminya?

Dia tidak pernah tau, yang jelas suaminya masih mampu membiayai hobby memancing setiap hari.

Akibatnya Santi menjadi sangat bergantung pada kebaikan hati orang tuanya yang pensiunan PNS untuk membiayai pengeluarannya setiap hari. Dia malas berkonfrontasi dengan suaminya karena pasti ujungnya pertengkaran yang biasanya diiringi dengan perginya sang suami dari rumah dan itu memalukan apalagi mereka masih menumpang di rumah orang tua.

Contoh 2 :

Mimi (40 tahun) ibu bekerja dengan 2 anak usia remaja bersuamikan seorang wiraswasta dengan penghasilan jauh dibawahnya. Tidak pernah mendapat uang bulanan dari suami. Semua pengeluaran dibayar sendiri oleh Mimi. Suaminya temperamen bahkan untuk hal remeh seperti telat membukakan pintu. Berkomunikasi dengan mesra bersama suami adalah kemewahan yang sudah hilang bertahun lalu.

Mimi pernah terjerat hutang kartu kredit ketika anaknya jatuh sakit dan butuh biaya besar, ketika suaminya tau pecahlah ketenangan dirumah mereka oleh bantingan gelas. Suaminya menuduh Mimi berselingkuh dikantor sampai punya hutang kartu kredit.

Dimana sang suami ketika anak mereka sakit?

ada dirumah.

Tau gak sih dia biaya rumah sakit mahal?

entah, yang jelas suaminya tidak pernah bertanya pada Mimi darimana uang yang dipakai untuk membayar biaya perawatan anak mereka.

Pernah Mimi terpikir untuk bercerai tetapi kemudian diurungkan niatnya, karena pernikahan mereka dulu awalnya ditentang orang tua Mimi dan kehidupan sebagai janda belum tentu lebih baik daripada keadaan dia sekarang.

Jadi perempuan ataupun jadi laki-laki sama-sama tidak gampang, tapi dalam beberapa hal keadaan untuk perempuan terasa lebih berat.

Imej sebagai janda lebih berat disandang dibandingkan imej sebagai duda, ini kenyataan.

Perempuan yang meninggalkan anak dianggap lebih kejam dibandingkan lelaki yang melakukan hal yang sama, karena kita sebagai perempuan dipandang sebagai ibu yang menjadi sumber kasih sayang dan kelembutan.

Banyak faktor yang menyebabkan komunikasi dalam rumah tangga mandek tapi bukan kapasitas gue buat menasehati Santi atau Mimi mengenai hal itu. Yang jelas PR mereka dibidang itu banyak banget.

Yang pengen banget gue bahas justru bagaimana kita menjadi kuat ketika keadaan memaksa kita menjadi lemah. Perceraian? Gue tidak menyarankan ini, dan menurut pemikiran gue kalo masih bisa diperbaiki ya harus diperbaiki kecuali memang membahayakan keselamatan jiwa.

queen bDirumah atau diluar rumah jadi perempuan itu tidak boleh menye-menye alias cengeng, bukan berarti harus kekar apalagi kasar karena kelembutan sendiri adalah kelebihan kita.

Uang bulanan dari suami kurang? Join MLM sis Banyak kok cara mudah dan relatif minim modal untuk nambah penghasilan. Mamah gw pernah menerapkan sendiri belasan tahun lalu.

  • Bikin makanan kecil untuk dititipkan dikantin sekolah atau warung-warung. Cari makanan yang gampang dibuat dan tidak cepat basi. Tidak jago memasak? Tidak perlu bisa memasak semua jenis masakan cari satu aja yang kita bisa dan poles deh resepnya. Lontong bikinan kamu enak? ya jualan itu aja. Bisa bikin kering kentang yang lumayan rasanya kenapa enggak dijual?
  • Jadi pembantu pulang pergi spesialiasi cuci setrika, ada tetangga gw yang menerapkan cara ini dan berhasil tuh. Hari gini siapa yang tidak butuh pembantu sih? Rasanya pembantu di kota besar tuh lebih banyak demand dibandingkan supply nya, terbukti tiap habis lebaran kan. Zaman sekarang justru pembantu yang bisa milih mau majikan yang mana 🙂
  • Mengajar les mata pelajaran atau baca tulis untuk anak-anak. Percaya gak kalo buka tempat les itu tidak perlu modal dan cuma perlu niat? Lagi-lagi dibuktikan oleh tetangga gue, seorang ibu rumah tangga lulusan SMA yang sekarang mungkin muridnya hampir 50 orang. Ngerasa kurang jago mata pelajaran anak zaman sekarang? Tenaaang selalu ada celah kok, asal kita bisa baca tulis dan matematika sederhana sudah bisa jadi pengajar. Modal terbesarnya justru di kesabaran dan ketekunan mengajar.
  • Menerima titipan anak tetangga yang orang tuanya bekerja. Daycare ala-ala. Anak yang dititipkan bisa kita urus bareng sama anak sendiri dan kita dapat penghasilan tambahan.

 

Apa hubungannya memberdayakan perempuan sama nyari penghasilan tambahan? Bukannya harusnya suaminya yang menambah jumlah nafkah? Iiih keenakan suaminya dong.

Tenang ibu-ibu sekalian, sekarang gue tanya “Pernah gak ketika kita suntuk banget sama kerjaan dan kemudian memutuskan mengoles lipstick warna cerah dan rasanya jadi lebih baik?”

Bahkan dalam Islam kita dianjurkan segera mandi atau berwudhu untuk menghilangkan rasa marah, emmm kalo itusih karena setan katanya terbuat dari api yang sifatnya tentu saja panas.

Back to topic, menurut gue sih karena kalau perempuan mampu mencari tambahan nafkah untuk dia dan keluarganya disaat keadaan sulit seperti Santi dengan sendirinya rasa percaya dirinya akan tumbuh. Saat rasa percaya dirinya sudah tumbuh itu dia bisa menata kembali cara berkomunikasi dengan suaminya.

Tapi kan perempuan kalau bisa nyari duit sendiri sering kurang ajar sama suami?

Oh helllooowww *tabok pake konde* Kurang ajar atau tidak kurang ajar itu bukan ditentukan dari bisa atau tidaknya nyari duit tapi akhlak. Titik.

Itu si Mimi bisa nyari nafkah sendiri tapi kenapa malah merana?

Nah inilah yang tadi gue bilang, kurang ajar atau gak kurang ajar itu bukan disebabkan duit kok. Kalo buat ibu Mimi sih gw cuma bisa mendo’akan semoga dia selalu mendapat kekuatan dan kesabaran.

Kalo mau dapet nasehat dan solusi yang mantap mendingan konsultasi ke Bu Rieny yang di tabloid Nova itu.

Lah kagak ngasih solusi? Terus buat apa dibahas panjang lebar?

Supaya kalo ada adek-adek dibawah umur nyasar ke postingan ini mereka bisa tau, begini loh aneka macam problematika rumah tangga. Rumah tangga itu bukan sekedar ayo kita nikah pake baju yang bagus terus dipajang di sosial media.

Rumah tangga itu lebih dari sekedar bobo-bobo lucu tapi halal, perlu kerja sama juga komitmen untuk terus bersama.

Jadilah perempuan yang bukan cuma cantik tapi juga penuh kekuatan ya adik-adik perempuan sekalian, karena memang lebih enak menghadapi problema hidup kalau alis sudah rapi dan lipstick sudah terpoles *ehhh*

Jangan pernah menyesal lahir sebagai perempuan, karena hanya kita yang bisa punya bibir sepasang tapi lipsticknya selaci penuh. Karena sebagai perempuan kita tetap bisa jadi yang terdepan.

Buat yang masih belasan, tolong lah sekali-kali baca koran yang bermutu jangan cuma main instagram atau snapchat. Jadi perempuan cerdas, jangan malah minder dan pura-pura bego supaya kelihatan lebih imut (?). Indonesia itu memberi banyak kesempatan buat perempuan maju kok, kita punya menteri bahkan pernah punya presiden perempuan.

Jadilah cerdas, kuat dan mandiri dengan sendirinya kamu pasti dihargai oleh laki-laki. Dengan sendirinya kamu hanya akan didekati oleh mereka yang tidak kalah cerdas dan tidak minder pada kemandirianmu.

Sebagai penutup..

aadc

Kebayang gak kalo filmnya dilanjutin pasti mereka ribut melulu, karena rumah tangga gak cukup dibacain puisi doang 🙂

Kau Telah Berubah

Seperti hampir semua hal lainnya di dunia ini, gw juga berubah. Apalagi sejak kawin dan kemudian beranak dan kemudian dan kemudian ……. nyicil ini-itu dalam hidup 😀

Suatu ketika *uhuk* suatu ketika amat bahasanya mamaaahhh, tapi asli ujug-ujug gw tersadar banyak hal yang dulu sering gw lakukan dan sekarang gak pernah lagi gw lakukan. Banyak hal yang dulu berarti banget dan hampir jadi segalanya, sekarang boro-boro di inget, lupa semua.

  • Gak pernah lagi belanja benda fashion secara impulsif. Dulu mah gak boleh ngelewatin toko sepatu atau baju terus ngeliat ada diskon 50% pasti ada aja yang ditenteng dibawa pulang. Sekarang? Sering secara impulsif nyetok minyak goreng atau pospak atau bahan-bahan pokok lainnya yang lagi diskon 😀
  • Yang dikhayalkan adalah gadget rumah tangga, perabot rumah atau renovasi rumah. Kalo tas mahal mah emang dari masih lajang gw gak demen-demen amat yah, tapi paling enggak gw dulu sering mengkhayal kalo nanti punya duit mau beli baju model ini atau sepatu model itu. Sekarang? Kayaknya kalo pohon mangga gw berbuah duit, gw mau ganti semua perabot rumah sama ngerenov gede-gedean aja deh. Ooohh diriku semakin emak-emak;
  • Weekend bersama temen-temen, ngobrol sambil nongkrong gak jelas dari siang sampe malem. Sekarang? Apa itu nongkrong? Yang gw mau kalo lagi libur cuma tidur siang yang lamaaa dan makanan yang banyak dirumah. Ke mall? Males,capek karena harus ngangon bocah;
  • Ngurus rumah? kayaknya semasa muda dulu gw sampe capek deh dengerin mamah gw ngomel masalah kamar berantakan. Sekarang? Kerjaan gw ya ngomelin anak dan suami karena rumah berantakan sama barang-barang mereka. Karma apa gimana ini?
  • Boss bukan lagi orang paling menakutkan dalam hidup gw dan kantor bukan lagi segalanya. Kalo dulu zaman belom punya anak, boss itu mahluk Tuhan paling ngeri lah ya, apalagi kalo sampe di omelin. Sekarang yang gw takutin? Predator anak, anak sakit, salah milih sekolah, tukang bully, dan tagihan ini-itu tiap bulan tentunya;

Sejauh ini sih baru itu yang gw inget, kapan-kapan gw tambahin lah kalo ada lagi yang keingetan.

Hayooo ada yang senasib gak sama gw diluar sana?

*sodorin mik*

Surga yang …………. *ilang sinyal*

Pertama-tama dan terutama gw mau melakukan disclaimer yah :

postingan ini tidak untuk mengharamkan poligami, karena apalah mamah etty ini hanya butiran lemak yang menggumpal. Jadi tolong pak ustadz atau bu ustadzah itu sendal jepit sama botol bekasnya ditaro dulu, gak perlu atuh ditenteng apalagi dilempar ke mamah.

Setiap kali ada kasus poligami yang mencuat, udah pastilah grup-grup ibu-ibu dimana-mana memanas. Kadang grup bapak-bapak ikutan heboh sih, tapi mereka mah hebohnya beda, lebih bernuansa penasaran ditambah dengan sedikit …… emmm kepengen mungkin 😀

Kalo ibu-ibu mah asli panas, dikupas lah itu penderitaan istri yang dimadu begina-begini, suaminya yang konon katanya begini-begitu (padahal kenal juga kagak, haha).

Kalo sedemikian pahit tolong atuh lah jangan pake istilah dimadu,nama yang lebih cocok diracun kayaknya *kemudian diracun grup bapak-bapak*

Tapi apa iya sepahit itu buibu?

Berdasarkan pengalaman hidup gw yang dekat dengan orang-orang yang berpoligami *lirik sanak pamili betawi ku* dan juga kebetulan punya sodara dekat yang menjadi istri kedua alias “madu” jadi bisa dikit-dikit gw simpulkan beberapa hal dari poligami yang banyak terjadi lingkungan sekitar gw.

1. Seburuk-buruknya istri pertama mereka ceritakan pada anda,jarang banget laki-laki pelaku poligami yang  menceraikan istri pertamanya.

Jadi kalau anda wanita dan sekarang sedang didekati pria beristri dan dia berjanji akan segera menceraikan istri pertamanya, tolong suruh dia datang lagi kalau surat cerainya sudah jadi.

Mereka pasti punya sejuta alasan kenapa belum juga punya surat cerai, kasian anak-anak masih kecil lah, nanti kalo anak-anak udah selesai sekolah lah, apalah-apalah. Percaya deh, hal itu gak akan terjadi.

Kok yakin amat mah?

Jadi bibi ada gw yang udah 18 tahun menjadi istri kedua, dia selalu mendengar versi sang suami betapa judes dan menyebalkan sang istri tua. Istri tua digambarkan sebagai orang yang pelit, tidak sopan pada suami, dingin dan tidak perhatian.

5 Tahun pertama sang suami beralasan anak-anaknya masih kecil, kasian kalo mereka melihat orang tuanya bercerai (kalo ngeliat orang tuanya ribut tiap hari gak kasian ya pak?!?). Lewat 5 tahun sang suami beralasan menunggu pensiun supaya pengurusan pensiun dia nanti tidak bermasalah (uhuk pegawai negeri nih yee).

Setelah pensiun apakah akhirnya dese cerei? Oh tentu tidaaaaakkk *kemudian bibi gw lari ke pantai* sampe semua anaknya menikah dan beranak pinak perkawinan mereka tetap bertahan tuh. Nasib bibi gw gimana? Ya tetep jadi yang kedua, yang bahkan pada hari perkawinan anak-anak tirinya dia gak di undang.

Yahh mengakhiri pernikahan emang sesuatu yang sulit sih ya, Mcdreamy aja butuh waktu :

Derek: [to Meredith]

Look I was married for 11 years. Addison is my family. That is 11 Thanksgiving’s, 11 birthdays, 11 Christmas’s, and in one day I am supposed to sign a piece of paper and end my family? A person doesn’t do that, not without a little hesitation. I’m entitled to a little uncertainty here. Just a moment to understand the magnitude of what it means to cut somebody out of my life. I am entitled to at least one moment of painful doubt and a little understanding from you would be nice.

2. Perempuan selalu jadi pihak yang disalahkan.

Kalo ada laki-laki yang tiba-tiba diketahui publik melakukan poligami, otomatis pandangan segera tertuju pada istri pertamanya. Oooh pantes istrinya kurang kece, ah pasti gara-gara istrinya gak perhatian nih, ihh ini mah servisnya kurang total.

Setelah puas mengomentari istri pertama biasanya dilanjutkan dengan mengamati dan mengomentari sang “madu”. Aaaah inimah keliatan nih, pasti laki-lakinya digodain duluan, gatelan nih cewek. Iiiihh kok cakepan istri tuanya, dipelet nih pasti 😀

Padahal siapapun tau, namanya hubungan itu terjadi karena kesepakatan dua pihak. Bukan cuma perempuan wooy, itu laki-lakinya punya peranan juga. Bahkan seringnya ketika istri pertama tau ada wanita lain dalam rumah tangganya, siapa yang diserbu? Yaa istri mudanya *lirik jeng mayangsari*

Jadi pikir-pikir lagi deh yaa kalo mau jadi orang ketiga di rumah tangga orang lain. Siapin mental kalo perlu siapin pager rumah yang kuat dan anti jebol walopun ditubruk pake truk tronton.

3. Kerepotan yang muncul setelah poligami kadang gak setimpal sama kebahagiannya.

Ini asli dan bukan mamah buat-buat untuk menakut-nakuti pihak laki-laki loh ya. Encang gw (kakak lelaki mamah) tersayang pernah bilang (saat itu istrinya masih 3, sekarang tinggal 2 dan yang pertama gak dicerai tuh) :

Kawin lagi itu gampang, yang susah itu ngurusinnya setelah dikawin.

Karena 2 istri = dua kali pengeluaran rumah tangga wahai bapak-bapak sekalian 😀

Ah duit saya mah gak berseri nomornya mah, jadi cuma ngasih belanjanya aja mah gampang.

Kalo itungannya mamah bikin begini :

2 istri = double drama

Istri satu aja dramanya bukan main loh, udahlah drama cerewet pula. Kalo dikali dua bayangin deh puyengnya, kalo masih kurang coba bayangin dari dua istri itu anda punya 4 balita yang super rewel atau sakitnya barengan.

Inget kewajiban mengurus dan mendidik anak bukan cuma pada ibunya tapi juga ada dipundak bapaknya.

Sebenernya kalau semua laki-laki memikirkan dan menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga dengan segala konsekwensinya, yakin deh pasti sedikit banget yang maju melangkah ke ranah poligami.

Oooohh jadi mamah nuduh yang ngelakuin poligami itu kurang tanggung jawab gitu mah?

Ishhh jangan disimpulkan ke arah situ dong ah *brb pake rompi anti peluru*

Hanya saja kebanyakan orang justru gak memikirkan konsekwensinya akan sampai sejauh itu. Encang gw sendiri sempet keteteran dengan istri-istrinya, ditambah beberapa drama yang muncul dari pihak anak.

Dan setelah beberapa tahun menjalani dia sempet bilang, kalo bisa diulang lagi dia gak akan poligami, karena capek banget ya bray ternyata *puk-puk encang*

Kok mamah gak ngutip ayat Al quran sama hadist sih mah? Kan kesan religiusnya jadi kurang..

Yakeleuuusss, lagian ini bukan ditinjau dari sudut agama kok. Kalo mau pandangan yang akurat dari sudut itu, sila kunjungi bapak/ibu ustadz/ustadzah yang menurut anda paling baik ilmu agamanya.

Ya mamah kan hanya butiran lemak yang menggumpal, bisanya yaa nyinyir doang cyyyn 😀

Mari Berhitung

Untuk 10.000 Follower pertama akan mendapatkan voucher senilai 300.000. Caranya : Follow dan capture lalu post di akun instagram kamu lalu tag kami

Pertama kali gw liat hal semacam ini di instagram feed tuh rasanya penasaran. Terus ikutan follow ty?

Kagaaakkk, soalnya gw gak ngerti cara capture foto di IG gimana dan males rempong 😀

Bulan berganti dan tiba-tiba ramai lagi, hanya aja akun yang harus di follow berbeda. Kalau yang duluan ada akun yang ngakunya Sephora Indonesia, lalu muncul akun yang ngakunya IKEA Indonesia lalu entah apa lagi gw gak ngerti..

Modusnya selalu sama, mengiming-imingi orang dengan produk/voucher gratis supaya mau follow akun mereka.

Mari berhitung :

Kalo 1 orang bakalan dapet 300.000 rupiah dalam bentuk voucher. Berapa uang yang harus dikeluarkan akun tersebut jika dia menjanjikan voucher pada 10.000 orang ?

3 Milyar rupiah loh.

Besar banget kan untuk ukuran biaya promosi akun instagram.

Aaahh yang bikin kan perusahaan Internesyenel dan uangnya buanyakkk, jumlah segitu mah kecil seus.

Jangan salah loh, jumlah segitu tetep jumlah yang besar untuk ukuran Indonesia. Lagipula logikanya aja sih, kalo dia memang perusahaan sekelas Sephora dan IKEA, mereka gak perlu ngeluarin uang seperpun orang udah berbondong-bondong follow akun dia.

Gak perlu iming-iming voucher pun orang pasti penasaran sama produknya, karena mereka udah punya nama. Well established ceunah.

Tapi gw gak rugi apa-apa kok kalo follow akun dia, jadi apa salahnya??

Kalo kemudian akun ini dijual kepada orang lain atau akun ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang gak bener, apa situ masih rela?

Secara umum orang Indonesia masih mengukur jumlah banyak atau sedikitnya follower untuk mengkategorikan seseorang/sesuatu itu bisa dipercaya atau enggak.

Ahh mau belanja di toko anu di IG tapi followernya masih sedikit, takut ah jangan-jangan gak terpercaya. Padahal terpercaya atau enggak nya seseorang gak bisa dinilai dari situ.

Jadilah bisnis jual beli akun semacam ini laris, akun-akun dengan jumlah follower yang udah sekian ribu itu harganya lumayan loh. Gak adil kan buat orang yang berjuang dari follower masih ratusan sampe akhirnya dia bisa punya follower puluhan ribu.

Jadi mari berhitung, dan menghindarkan diri dari sesuatu yang tidak jelas. Kita tidak rugi sekarang bukan berarti kita tidak rugi besok.

Cara tau itu akun yang bener atau bukan gimana? Kan bisa rugi kalo ternyata itu akun beneran 🙁

  1. Cek website resmi dari perusahaan tersebut, disitu pasti di tulis semua akun sosial media yang mereka punya. Lihat, sama apa enggak sama akun yang nawarin voucher itu;
  2. Kalo emang mereka ngadain promosi besar-besaran semacam itu pastilah di tulis di website resmi mereka, monggo di cek-ricek;
  3. Kalo ternyata enggak ada, silahkan putuskan mau terus percaya atau enggak. The desicion is in your hand or fingertip 🙂