Dihari itu dan ditempat itu

Jadi ceritanya pas tanggal 9 oktober kemaren kami bertiga ayah, ibu dan anak yang berbahagia pergi jalan-jalan ke Taman Bunga Nusantara – Cipanas.

 

Bukaaaannn, plis jangan GR kalo gw mau cerita gimana wisata di sana yah, males gw upload fotonya (cih, dasar blogger gak bermutu). Ya kecuali lu semua mau menatap foto bunga-bunga di kejauhan dan muka gw di jarak yang dekat dan cukup mengganggu 😀

 

Tamannya sih bagus yah, penuh bunga, kan ada yah sejenis taman bunga yang isinya justru kebanyakan daun-daunan rimbun dan orang pacaran dibandingkan jumlah bunganya sendiri *tatap nista taman bunga wiladatika*

 

Puncak seperti biasa lalu lintasnya najis tralala bahkan dihari kerja, dan karena kami datang dari arah Sukabumi (hari sebelumnya kami nginep di hotel daerah situ) dan google maps sempet mengantarkan kami ke belakang pasar Cisarua aja dong.

 

Duileeee, seakan hidup kurang cobaan dengan lalu lintas yang biasa maka kami diberi cobaan jalanan yang sempit dibelakang pasar dengan orang-orang yang seliweran padat dan parkiran motor yang makan separo badan jalan *tarik napas dalam-dalam*

 

Long story short, namanya tempat wisata di Indonesia selalu harus ada wahana permainan/ sarana pengeruk dompet orang tua. Kalo di Taman Bunga Nusantara ini nama tempat permainannya adalah : ALAM IMAJINASI.

 

Wahana yang tersedia lumayan lengkap mulai dari komedi putar, bianglala, mandi bola sampe naik kuda beneran yang rambutnya dicat warna pink ala-ala kudanya barbie. Harga tiket tiap permainan antara 10 ribu – 20ribu rupiah lumayan lah buat ngeruk dompet para orang tua tapi masih wajar untuk ukuran tempat wisata asal anaknya naiknya satu kali aja tiap permainan.

 

Kekurangannya cuma satu : ini wahana permainan anak tapi kok lagu yang diputer di seantero wahana sedih-sedih galau semua sih.

 

Piye iki, masa playlist lagunya isinya antara sadisnya Afghan, someone like you nya adelle dan masih banyak lagi lagu-lagu sedih-galau-gundah-gulana lainnya. Emangnya gak bisa lagunya standar-standar aja macem potong bebek angsa, balon ku ada lima, soleram atau di obok-oboknya Joshua?? Kan lebih bagus buat membangun suasana ceria dan riang gembira wahananya.

 

Yang paling menohok dan menghujam perasaan gw adalah lagu yang diputer di komedi putar. Udahlah itu komedi putar yang naek cuma anak gw sendirian, dan ada sesuatu antara kuda-kuda yang berputar-putar naik turun dan lampu kelap-kelip yang menurut gw justru membangkitkan rasa mellow di hati ini.

 

Jadi di wahana ini lagu yang diputar berjudul Huo Lai, sebuah lagu mandarin yang kebetulan sering banget gw denger dimasa-masa terngenes hidup gw. Artinya mbuh aku ora paham, lah lagunya aja bahasa mandarin jek. Pokoknya lagunya buat gw sedih banget dah.

 

Tiap denger lagu ini udahlah pasti menitik air mata dipipi, jadi pas kemaren anak gw dengan riang gembira naik komedi putar emaknya sibuk ngelap air mata dipinggir wahana.

Yang bikin lebih nelongso itu suami yang duduk sebelahan ama gw gak sadar kalo bininya nangis cobak *toyor pake selop*

To make it even worse, karena anak gw naik wahana ini sendirian dan kondisi wahana yang sepi makanya si mas penjaga wahana berbaik hati memanjangkan durasi perputaran komedi putarnya.

Ya Allah mas nyaaahhhh, robek aja hati aku mas sekalian *lari ke tengah taman mawar*

Sesedih apa sih lagunya?

Ntar deh gw upload vidio nya kalo udah dirumah.

7 gagasan untuk “Dihari itu dan ditempat itu

  1. ichariza

    Aku lagi ngrapel mbaca blogmu, Mbak. Trus harusnya ini kan endingnya sedih ya, tapi aku kok malah terkikik2 bak kuntilanak baca tulisan ini? Maab ya, Mbak, aku gak bisa ikut larut dalam kesedihanmu. Mas2 wahananya itu sih biang keroknya, pake extend dua puteran segala! 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *