Piyama untuk ke kantor

Pajamas, or pyjamas (British English), often shortened to PJs, jimmies, jimjams or jammies, can refer to several related types of clothing. Pajamas are loose-fitting, two-piece garments derived from the original garment and worn chiefly for sleeping, but sometimes also for lounging, also by both sexes. More generally, pyjamas may refer to several garments, for both daywear and nightwear, derived from traditional pyjamas and involving variations of style and material.

The word pyjama  was incorporated into the English language via the British Empire from c. 1800 through the Bengali (পায়জামা payjāmā), itself from the Persian word pāy-jāmeh (پايجامه lit. “leg-garment”). The original pyjāmā are loose, lightweight trousers fitted with drawstring waistbands worn by Muslims in India and adopted by Europeans there.

Source: Wikipedia

Jadi piyama sejatinya memang lahir dari kebutuhan manusia berbusana yang nyaman untuk tidur.

Coba baca judulnya sekali lagi, yak.. anda sekalian gak salah baca kok emang tulisannya piyama untuk ke kantor dan kantor tentunya bukan tempat yang pas untuk tidur.

Begini ceritanya, ditempat gue belanja di Blok E ex Auri Lantai 2 Tanah Abang ada banyak toko yang menjual baju bermerek dan berkualitas eksport dengan harga bersahabat. Disana ada satu toko yang berjualan piyama brand J.Crew. Kemungkinan ini adalah barang reject yang gak lulus quality control pabrik yang mengerjakan orderannya J.Crew, atau ada kemungkinan ini “tembakan” ? entah yaa, kurang tau juga gue.

Ditoko ini atasan dan bawahan piyama dijual secara terpisah, yang mana semakin menggoda iman tipis ini untuk mengadopsi atasan piyamanya. Begini kurang lebih penampakannya:

gambar dari polyvore.com

pic source:  polyvore.com

pic source: wheretoget.it

pic source: wheretoget.it

 

 

 

 

 

 

 

Duh gue naksir berat sama piyama yang biru bintik-bintik itu apalagi setelah pegang bahannya kok kayaknya adem dan empuk yah, padahal Blok E ini gak ada AC sama sekali loh. Plus nya lagi, harganya pun gak sampai 50 ribu.

“Yaudah beli aja satu terus dipakai buat tidur, jangan ribet” mungkin itu isi hati pembaca budiman sekarang ini. Tapi tahukah anda bahwa otak manusia dirancang sedemikian sempurna hingga kadang dia merancang kerumitan dari hal sesederhana sepotong pakaian tidur?

Begitulah yang terjadi siang ini, otak gue yang cemerlang justru disaat-saat tidak penting ini menawarkan sebuah ide untuk didengar. Kenapa repot-repot beli piyama bagus cuma buat tidur, lihat deh itukan piyamanya lengan panjang kenapa enggak dipakai ke kantor aja? Triiing… sedemikian rupa otak mengirim ide tersebut dan langsung gue terima bulat-bulat, bener juga yaa, sayang banget ah kalo buat tidur doang.

Tahukah anda bahwa manusia itu membutuhkan penerimaan dari manusia lainnya? Demikian juga yang terjadi antara gue dan ide berpiyama ke kantor ini. Demi mencari sepotong penerimaan masyarakat gue akhirnya mendarat disebuah blog kece yang pemiliknya telah menerapkan ide berpiyama ke kantor selama SEMINGGU.

042216-pajamas-for-a-week-slide-3

http://www.sourcedavenue.com/2016/04/i-wore-pajamas-to-work-for-week-and.html

Kece banget dah si embak piyamanya dipadu sama trench coat begitu, sayangnya cuaca Jakarta yang kalau panas gak kira-kira tidak memungkinkan gue ber-trench coat dipinggir jalan Sudirman sambil nunggu bis. Nanti Hayati bisa pingsan dipinggir jalan.

Si piyama jadi demikian trendy dan kece juga karena sumbangsih badan langsing singset si mbak, kalau gue yang pakai kemungkinan gak akan se-greget itu *pandang lemak menggelambir*

Gue lebih memilih untuk mengadopsi atasan piyamanya aja ya, sedangkan untuk bawahan harus tetap menggunakan celana atau rok yang lebih bernapaskan suasana kerja karena pekerjaan gue kan mengharuskan busana formil. Cuma kok rasanya masih belum sreg juga hati ini *pandang nanar ke arah langit*

Tapi majalah inStyle aja udah menggelontorkan artikel

“Pajama Dressing: Three Tips for Perfecting the Relaxed Look”

dan ibu-ibu komplek pun sudah mengamalkan tampilan santai berpiyama ke tukang sayur dan minimarket bahkan kadang mengantar anak ke sekolah, maka ide ini tentulah sangat mudah diaplikasikan.

Lagipula sebagai seorang hijabers gue diuntungkan oleh faktor jilbab sebagai penutup kepala, karena jilbab yang cantik pasti langsung “meng-upgrade” tampilan santai berpiyama ke kantor gue nanti.

Ide tampilannya sih kurang lebih begini :

pic source: oraclefox.com

pic source: oraclefox.com

tumblr_oau4hgyQrS1rsuch2o1_500

pic source: iwanttobeher.com

Tentunya dengan bawahan berwarna gelap dan jilbab warna senada namun setingkat-dua tingkat lebih kece 😀

Wish me luck yaaa

P.S kapan-kapan diupdate lah dengan foto tampilan sebenarnya kalo tampilan ini sukses, kalo enggak sukses mah jangan harap ya 🙂

8 gagasan untuk “Piyama untuk ke kantor

  1. Dani

    Yaaaah, gue kira bakalan ada penampakan di postingan ini Ty. Etapi soal tren piyama dipake ke kantor ini gue juga sempet nemu beberapa poto. Gue pikir: Gilingan! bisa ya!

    Ditunggu ya Ty potonya!

    Balas
  2. Soraya Feruzia

    Selamat Siang Mbak Etty,

    Saya sedang blogwalking dan menemukan blog anda. Wah lucu juga yaa piyama dijadiin baju ke kantor ^^”
    Saya Soraya dari http://serumah.com.
    Saat ini trend berbagi ruangan/roomsharing sangat gencar. Kami berinisiatif untuk membuat situs pencari teman sekamar/roommate agar orang-orang yang ingin menyewa rumah dapat berbagi tempat tinggal dan mengurangi biaya pengeluaran untuk tempat tinggal. Berawal dari ide tersebut, website serumah.com diluncurkan pada awal tahun 2016.

    Saat ini saya membutuhkan bantuan anda untuk menuliskan artikel review mengenai serumah.com di situs blog anda. Kami sangat menghargai jika Anda bersedia untuk memberikan review terhadap website kami dan menerbitkannya di blog anda.

    Mohon hubungi saya jika ada pertanyaan lebih lanjut. Saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

    Soraya F.
    Cataga Ltd.
    soraya.serumah@gmail.com
    http://serumah.com/

    Balas
  3. novina_

    Mah, anterin atuhlah ke Blok E… nampaknya cucok dengan tema penghematan anggaran 😀
    Eh dirimu bukannya pake seragam ya? Sedikit saran untuk menyamarkan piyama, pas bagian tangan dibikin seperti kemeja ada sleeve placket dan cuff (googling ya mak) sama bagian dada di-kupnat. Postingan berikutnya OOTD piyama ya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *