Arsip Tag: Dave Koz

Lain Padang Lain Serangganya..

Jadi sabtu malam minggu lalu gw, mamah, shira, adek gw si Ari dan adek ipar gw Tyas jalan-jalan ke Cibubur Junction sekedar cuci mata sambil mau nyari makan aja. Singkat kata kami pun makan di Richeese Factory yang kayaknya belom pernah dicoba. Makanannya sih standar palingan yang agak beda cuma chicken wing yang level kepedesannya sampe 5, FYI gw pesen yang level 4 aja dan sukses sampe ingusan saking pedesnya.

Sambil memamah biak dan liat-liat sekitar suasana tempatnya sih standar banget ya gak ada yang istimewa, sambil makan dengerin musik yang diputer disitu lumayan lah muternya album Dave Koz san bukan Kangen Band.

Tiba-tiba Mamah gw memecah kebisuan:

“Haduuuh mamah pusing deh denger lagunya kenapa kayak tonggeret gini sih?!”

Dan gw langsung melotot gak percaya,

“Seriusan mah, for some people ini relaxing loh musiknya”

Jawabannya lebih bikin kejengkang,

“Lebih rileks dengerin suara tonggeret beneran ah”

Berdasarkan Wikipedia, tonggeret adalah:

sebutan untuk segala jenis serangga anggota subordoCicadomorpha, ordo Hemiptera. Serangga ini dikenal dari banyak anggotanya yang mengeluarkan suara nyaring dari pepohonan dan berlangsung lama. Selain tonggeret, nama lain juga dikenal, biasanya dikaitkan dengan pola suara yang dihasilkan. Orang Sunda menyebutnya cengreret, orang Jawa menyebutnya garengpung atau uir-uir, tergantung suara yang dikeluarkan.

Serangga ini mempunyai sepasang mata faset yang letaknya terpisah jauh di kepalanya dan biasanya juga memiliki sayap yang tembus pandang. Bentuknya kadang-kadang seperti lalat yang besar, meskipun ada tonggeret yang berukuran kecil. Tonggeret hidup di daerah beriklim sedang hingga tropis dan sangat mudah dikenali di antara serangga lainnya, terutama karena tubuhnya yang besar dan akustik luar biasa yang dihasilkan dari alat penghasil suara di bawah sayapnya.

Banyak tonggeret memiliki daur hidup yang dipengaruhi musim. Di Indonesia, suara tonggeret garengpung yang nyaring akan muncul di akhir musim penghujan, saat serangga ini mencapai tahap dewasa, keluar dari bawah permukaan tanah untuk melakukan ritual musim kawin. Uir-uir dewasa baru keluar dari tanah di awal musim penghujan. Seusai kawin, betina meletakkan telur di tanah dan serangga ini mati. Tonggeret kadang-kadang dikira belalang atau lalat besar, meskipun mereka tidak mempunyai pertalian keluarga yang dekat. Tonggeret lebih mempunyai hubungan dekat secara taksonomi dengan wereng dan kutu loncat.

Maaf yaa om Dave, nasib mu apes deh disandingkan sama tonggeret.