Arsip Tag: persyaratan bojs melahirkan

Cerita Menggunakan BPJS Kesehatan Untuk Melahirkan

” Sayang bisa panggil bidannya sekarang aja gak? Kayaknya mau ngelahirin banget ini” sambil pasang muka *awas aja kalo lu lelet nanti gue cakar* sementara suami cuma bisa menurut, ya kali dia berani nantangin harimau mau beranak.

Jarum jam menunjukkan pukul 7 malam lewat sedikit, ketika bidan dari ruang sebelah datang dan berkata ” Aduuuh ibu kan baru setengah jam dari bukaan 4, sabar aja yaa sebentar lagi. Sekarang saya cek dalam lagi ya “

Gue pasang ekspresi *ini gue pengen ngeden sekarang*

Sementara sang bidan melakukan…yah entah apa dibawah sana.

” Astagfirullah, udah lengkap ini bukaannya. Jangan ngeden sekarang ya bu, sebentar saya siapin dulu peralatannya “.

Itu sekelumit keadaan yang terjadi di tanggal 4 April 2016, jangan tanya mulesnya waktu itu kayak gimana deh *sapa juga yang mau nanya* Alhamdulillah pukul 8:02 malam lahir puteri kedua kami (gue dan suami, bukan sama George Clooney karena poliandri itu selain dosa juga dilarang pemerintah).

Setelah lelah bertaruh nyawa demi melahirkan buah cinta dengan sehat dan selamat,  yang lebih melegakan kami tidak perlu ngeluarin duit satu rupiah pun untuk segala pelayanan kesehatan yang kami terima. Gratis. Dan bukan karena gue cantik mempesona dan soleha luar biasa, melainkan karena gue pake kartu BPJS Kesehatan.

img_20151213_1708301

Penampakan di minggu ke-36, sengaja pasang fotonya yang jauh dan tampak depan biar dipuji hamilnya tetep langsing dan cantik. Padahal mah aslinya kayak kebo. LOL

Gimana hati ibu pelit ini gak bahagia coba? Cuma bisa bilang Alhamdulillah *kemudian dana yang disiapin buat biaya melahirkan di tabung dicelengan ayam*

Banyak temen dan tetangga gue yang ragu untuk menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan untuk melahirkan, konon kata mereka pelayanannya ribet dan jauh dari ramah. Gue sendiri sempat ragu sebelum akhirnya memutuskan pake kartu BPJS Kesehatan ini. Padahal terhitung hampir 7 tahun kami sekeluarga terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan (dulunya ASKES).

Mamah kan mampu kok pake BPJS? BPJS Kesehatan kan buat orang miskin mah *sambil melotot ala Lely Sagita*

Huuusshhh!! Gini-gini mamah kan tagihannya banyak *ehh*

Enggak laah *kemudian keselek tagihan listrik*, sebenernya ketika umur kehamilan masuk minggu ke-36 si bayi dalam perut posisinya melintang dan terbelit ari-ari sehingga dikhawatirkan akan sulit lahir secara spontan pervaginam atau lahiran normal. Sementara asuransi kantor enggak mengcover biaya melahirkan untuk karyawati sama sekali *tatap nanar pak dirjen*

Biaya melahirkan melalui mekanisme operasi sectio caesaria atau sesar sendiri biaya aduhai sekali di Ibukota nan kejam ini. Biaya melahirkan melalui operasi sesar di Rumah sakit-rumah sakit sekitar Cibubur aja berkisar di angka 8 – 20 juta untuk kelas III (iyaa gak salah baca, itu kelas III bukan VIP).

Itu duit semua mamiiih, gak bisa dicampur daun pisang apalagi daun pintu *banting celengan ayam* apalagi kami baru aja bayar uang pangkal dan segela tetek bengek biaya masuk SD anak pertama yang angkanya juga aduhai. Bukannya mau ngerampas hak orang miskin atau gimana ya, tapi kan gue juga anggota *pasang senyum soleha*

Jadilah gue dan suami memutuskan, pake BPJS lah kita sayang. Persyaratan menggunakan BPJS Kesehatan untuk melahirkan sebenernya gak terlalu banyak tapi gak bisa dibilang mudah juga buat gue :

  1. Ibu hamil minimal memeriksakan diri di faskes (fasilitas kesehatan) tingkat I sebanyak 4 kali selama masa kehamilan (PR banget buat gue yang faskes tingkat I nya di Puskesmas deket rumah, sementara dari kantor jauhnya nauzubillah);

  2. Hasil pemeriksaan itu dicatatkan pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), buku ini harus selalu kita bawa baik ketika kontrol atau akan melakukan persalinan;

  3. Dari faskes tingkat I kita akan diberikan surat rujukan untuk melakukan persalinan di faskes tingkat II atau tingkat III (tergantung kondisi, dalam kasus gue faskes tingkat I tidak melayani persalinan);

  4. Foto kopi Kartu keluarga, Buku Nikah, KTP sebanyak 2 lembar dan kartu BPJS Kesehatan suami dan istri sebanyak 6 lembar;

  5. Perlengkapan melahirkan dan setelah melahirkan (semisal: kain sarung, daster berkancing, pembalut melahirkan dan baju untuk bayi) harap disiapkan dibawa sendiri (yaiyalah masa udah gratis terus ngarep dikasi macem-macem LOL);

Gue juga nanya-nanya pengalaman teman dan saudara yang melahirkan menggunakan fasilitas BPJS kesehatan ini, ehh ke blogger juga nanya dongs *lirik mba armita* Alhamdulillah makin yakin deh.

cover-buku-kia-2012

Iniloh penampakan buku Kesehatan Ibu dan Anak yang harus banget dibawa selalu kalian pengguna BPJS Kesehatan yang mau melahirkan                       pic source: buku-kia.com

Berhubung gue melahirkan di Puskesmas Kecamatan (sekarang namanya jadi Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D) jadi tidak ada biaya kamar bayi dan sebagainya, sementara sepupu gue yang melahirkan di Rumah Sakit Swasta rekanan BPJS ada biaya tambahan bila bayinya belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Laahh, emang bayi baru lahir bisa jadi peserta BPJS Kesehatan??

bpjs

mendaftarkan bayi dalamkandungan jadi peserta BPJS

Bisa dan harus kalo mau gratis semua-muanya.

Gue sendiri baru tau ketika sepupu gue melahirkan dan bayinya udah punya kartu BPJS Kesehatan *prok-prok-prok* nama yang tertulis di kartu adalah “Janin Nyonya (nama ibu)” .

Minimal pengurusan kartu untuk bayi ini ketika kehamilan si ibu menginjak 7 atau 8 bulan (jaga-jaga kalau melahirkan lebih cepat) karena pembayaran iuran pertama paling lambat 30 hari sebelum HPL dan kartu BPJS Kesehatan itu dinyatakan sah dan berlaku sejak pembayaran iuran pertama itu.

Semua persyaratan itu bisa dibawa ke kantor BPJS Kesehatan di wilayah terdaftar. Nanti setelah si bayi lahir baru deh dilakukan perubahan data sesuai nama dan NIK (nomor Induk Kependudukan) bayi itu.

Alhamdulillah setelah semua kerempongan ngurus ini-itu karena khawatir harus operasi sesar ternyata gak kejadian, bayi kami lahir melalui proses normal. Setelah dirawat selama dua hari di Puskesmas Kecamatan kami sekeluarga bisa pulang dan berbahagia dirumah sendiri.

img_20160405_174953

Penampakan si bayi ketika baru lahir dan sekilas ruang rawat inap di Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur

Oiyaa selama perawatan ibu dan bayi dirawat dikamar yang sama alias rooming in, bayi cuma diambil ketika mau dimandikan oleh bidan. Dan menurut gue semua bidan dan perawatnya PRO ASI BANGET-BANGET, karena tiap kali mereka ngecek (2 kali sehari untuk tensi dan pengecekan lainnya) pasti gue disuruh nyusuin supaya mereka liat kita udah bener apa belom perlekatannya.

Bisa gue katakan dengan yakin, gue puas dan gak nyesel udah pake BPJS Kesehatan ini. Perawat dan bidannya pun ramah dan yang pasti gak ada biaya tambahan apapun *ketawa bahagia*

 Jadi buat ibu-ibu yang sekarang lagi hamil dan galau kayak gue dulu, gausah galau lagi lah kalo mau pake si BPJS Kesehatan ini. Asal prosedur dan persyaratannya kita ikutin, dijamin gak ada yang ribet dan gak ramah. Sebagai sesama pelayan masyarakat *uhukk* yang seringkali bikin para frontliner itu kurang ramah adalah : orang-orang yang pengen dilayani secepet-cepetnya tapi persyaratan gak dibawa lengkap, terlalu mengandalkan petugas sementara petugas itu sendiri punya banyak orang lain untuk dilayani.

Salam super…

meme-mario-teguh

ingat-ingat kata pak maryono